SAHAM AI
Sectors/DAAZ

DAAZ

8 berita dianalisis • Avg Score: 76

AI Rec

SELL

Sentiment Breakdown

1 Bullish (13%)7 Bearish (88%)0 Neutral (-1%)

AI Analysis Summary

Pengumuman FTSE Russell yang mengeluarkan empat saham Indonesia (DSSA, DAAZ, HILL, MLIA) dari indeksnya akibat gagal memenuhi persyaratan free float dan surveillance stocks. Hal ini menyebabkan arus dana asing keluar dari saham-saham tersebut dan menekan sentimen pasar modal Indonesia secara keseluruhan. BEI menyadari risiko jangka pendek namun optimis reformasi akan berdampak positif jangka panjang.

Impact

high

Sensitivity

85

Latest Catalyst

IHSG Melesat 0,93% Ditopang Saham Sektor Perbankan

IHSG menguat 0,93% didorong saham perbankan, menunjukkan sentimen positif di pasar.

Berita Terkait (8)

bullishCNBC Indonesia70 impact

IHSG Melesat 0,93% Ditopang Saham Sektor Perbankan

IHSG menguat 0,93% didorong saham perbankan, menunjukkan sentimen positif di pasar.

bearishCNBC Indonesia80 impact

Saham Emiten Batu Bara Ini ARB Usai Kena Tendang FTSE

Saham DAAZ anjlok ARB setelah dikeluarkan dari indeks FTSE Russell. Sentimen negatif juga mempengaruhi saham sektor terkait.

bearishBisnis70 impact

Saham RI Didepak FTSE, BEI: Risiko Jangka Pendek Reformasi Pasar Modal

FTSE Russell mengeluarkan empat saham Indonesia dari indeksnya, memicu risiko arus keluar dana asing jangka pendek. BEI menganggap ini konsekuensi reformasi pasar modal, namun sentimen negatif terhadap likuiditas dan persepsi pasar global dapat menekan saham-saham terkait dan indeks secara umum.

bearishKontan75 impact

Simak Alasan FTSE Russell Depak Empat Saham Indonesia Mulai 22 Juni

Penghapusan DSSA, DAAZ, HILL, dan MLIA dari indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS) akan memicu tekanan jual dari dana pasif global yang melakukan rebalancing pada 19 Juni 2026. Masalah fundamental terkait free float, konsentrasi kepemilikan, dan status pemantauan khusus (Papan Pemantauan Khusus) menjadi katalis negatif utama yang dapat menurunkan likuiditas saham-saham tersebut.

bearishKontan75 impact

FTSE Russel Coret 4 Saham Indonesia, Dana Asing Bisa Kabur

Penghapusan empat emiten (DSSA, DAAZ, HILL, MLIA) dari indeks FTSE Russell memicu potensi outflow dana asing dari passive funds hingga Rp 5,2 triliun. Penurunan bobot Indonesia dalam indeks FTSE Emerging Markets dari 0,88% menjadi 0,86% mencerminkan risiko likuiditas jangka pendek bagi saham-saham terkait dan sentimen negatif bagi pasar modal Indonesia.

bearishKontan85 impact

Menilik Dampak Rebalancing FTSE terhadap Pergerakan IHSG Pekan Depan

IHSG menghadapi tekanan jual masif akibat kombinasi arus keluar asing pasca-rebalancing FTSE/MSCI, pelemahan Rupiah ke level Rp17.700, dan kenaikan BI Rate. Meskipun valuasi secara fundamental sudah terdiskon (undervalue), sentimen makro dan risiko kebijakan domestik terus memicu aksi jual pada saham-saham big caps.

bearishBisnis75 impact

Pengumuman FTSE Index Juni 2026, Cek Saham Indonesia yang Terdepak

Penghapusan konstituen dari indeks FTSE GEIS, terutama DSSA yang didepak dari kategori large cap, akan memicu tekanan jual dari dana pasif (passive funds) yang melakukan replikasi indeks. Mekanisme penghapusan pada harga nol (price of zero) mengindikasikan masalah likuiditas dan transparansi yang serius, yang berpotensi meningkatkan volatilitas pada saham-saham terkait menjelang tanggal efektif 8 Juni 2026.

bearishKontan75 impact

Dian Swastatika (DSSA) Terdepak dari FTSE Large Cap, Berlaku Efektif 22 Juni 2026

DSSA dikeluarkan dari indeks FTSE Large Cap akibat masalah konsentrasi kepemilikan (HSC), yang berpotensi memicu aksi jual oleh investor institusi yang melakukan rebalancing portofolio pasif. Sementara itu, penghapusan DAAZ, HILL, dan MLIA dari indeks micro cap menyoroti risiko likuiditas dan kepatuhan terhadap regulasi bursa, memperburuk sentimen negatif pada saham-saham tersebut.