Tambah Armada, Anak Usaha WBSA Beli 4 Kapal Senilai Rp48 Miliar
Entitas anak tidak langsung WBSA, PT Beruang Maritim Indonesia, membeli dua unit tugboat dan dua unit tongkang senilai total Rp48 miliar guna memperkuat kapasitas operasional armada.
PT BSA Logistics Indonesia Tbk
Harga Terakhir
412
Perubahan
-30 (-6.79%)
Lot
121.22K
Val
4.99B
Avg Val (20H)
5.86B
Penanda ▲/▼ = hari dengan berita bullish/bearish dominan (angka = jumlah berita). Klik chart pada tanggal itu untuk menyorot beritanya.
Entitas anak tidak langsung WBSA, PT Beruang Maritim Indonesia, membeli dua unit tugboat dan dua unit tongkang senilai total Rp48 miliar guna memperkuat kapasitas operasional armada.
MSCI mempertahankan status Emerging Market Indonesia tetapi memperingatkan potensi penurunan ke Frontier Market pada November 2026 akibat isu transparansi dan free float, serta menyoroti 13 saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) termasuk BREN (97,31%) dan DSSA (95,76%).
Daftar saham High Shareholding Concentration (HSC) BEI membengkak menjadi 13 emiten, termasuk BREN, DSSA, TCPI, dan WBSA, menyusul evaluasi MSCI terkait risiko keterinvestasian dan minimnya transparansi free float bursa RI.
Asing net sell Rp1,1 triliun, banyak lepas saham komoditas seperti AMMN. Tekanan jual asing signifikan.
Pasar mengalami tekanan jual signifikan dengan pelemahan IHSG sebesar 8,35% akibat rebalancing MSCI dan penyesuaian portofolio dana pasif global. Koreksi tajam pada saham-saham berkapitalisasi besar dan emiten afiliasi Prajogo Pangestu (TPIA, CUAN) mencerminkan volatilitas teknikal tinggi, meskipun fundamental ekonomi domestik tetap resilien dengan pertumbuhan PDB 5,61%.
BEI berdiskusi dengan salah satu emiten High Shareholding Concentration (HSC) terkait upaya peningkatan distribusi saham ke publik, di mana sejumlah emiten tercatat memiliki konsentrasi kepemilikan sangat tinggi seperti BREN (97,31%) dan DSSA (95,76%).