IHSG ditutup melemah signifikan 3,64% ke level 4.996 (-188,50 poin) dengan nilai transaksi Rp19,52 triliun, sementara TMPO (+28,03%), PNSE (+25%), TIFA (+25%), TRUK (+24,84%), dan BSIM (+24,83%) memimpin daftar top gainer.
IHSG anjlok 3,64% ke 4.996,61 akibat sentimen lanjutan reklasifikasi MSCI, pelemahan hari ketiga berturut-turut; BEI menurunkan batas auto rejection menjadi 7% dan OJK menjatuhkan denda Rp2,1 triliun terkait praktik perdagangan terkoordinasi.
IHSG ambruk 11,57% ke level 5.185 akibat rencana MSCI mereklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, dengan 812 saham melemah dan hanya 11 saham menguat. Saham pemberat utama adalah BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, dan AMMN, sementara sektor infrastruktur anjlok 14,3%, material dasar 13,3%, dan kesehatan 13,1%.
Saham TRUK kembali beredar (resmi diperdagangkan kembali) hari ini setelah menjalani suspensi selama tiga pekan, mengakhiri periode penghentian perdagangan di bursa.
IHSG merosot 6,96% ke level 6.071 sepanjang September 2026, namun saham SEMA melonjak 319,30% ke Rp478 dan TRUK melejit 203,53% ke Rp2.580 memimpin jajaran top gainer.