Ekspor Singapura melonjak 68,4% secara tiba-tiba yang menandakan pemulihan kuat perdagangan kawasan Asia Tenggara dan meningkatnya arus perdagangan regional yang dapat menguntungkan mitra dagang termasuk Indonesia.
Kapal kontainer berbendera Singapura GFS Pride (2.824 TEU) tenggelam akibat ranjau di Selat Hormuz, menjadi kapal ketiga yang tenggelam sejak perang AS-Iran dimulai Februari 2026, dengan serangan terhadap beberapa kapal lain juga dilaporkan.
Perang AS vs Iran meluas melibatkan Houthi vs Arab Saudi, menyebabkan gangguan rantai pasok minyak mentah dunia, gangguan penerbangan, korban jiwa, dan lonjakan harga energi global.
BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi 1,25-4 meter di sejumlah perairan Indonesia pada 15-18 Oktober 2026, terutama di Samudra Hindia barat Mentawai, Bengkulu, Lampung, dan selatan Banten hingga Bali, yang berdampak pada keselamatan pelayaran dan aktivitas nelayan.
Dua kapal kargo tenggelam di dekat Selat Hormuz setelah terkena proyektil dalam 24 jam terakhir, menimbulkan risiko gangguan jalur perdagangan minyak dan komoditas global.
BEI mencabut status High Shareholding Concentration (HSC) dari FILM (MD Entertainment) dan MGLV (NexAI Digital Infrastruktur) karena sebaran kepemilikan saham dinilai sudah tidak lagi terpusat, sementara 19 emiten lainnya masih berstatus HSC.
BEI memperbarui daftar High Shareholding Concentration (HSC) menjadi total 80 saham per 13 Oktober, dengan mendepak LUCY, MGLV, dan FILM serta memasukkan belasan emiten termasuk SSMS, TBIG, BMAS, dan PSAB.
BEI merilis 19 emiten berstatus High Shareholding Concentration (HSC) seperti SSMS, MTEL, dan TBIG, sementara OJK bersiap melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap saham HSC yang aktif demi mengantisipasi manipulasi harga.
Artikel hanya memuat daftar emiten transportasi-logistik dan informasi dividen interim SMDR pada 2023. Tidak ada katalis baru yang jelas untuk harga saham.
Akumulasi pengendali di AKRA, BABY, TBIG, dan TMAS memberi sinyal positif terbatas; penjualan besar di ESSA menjadi sinyal campuran. Konsentrasi kepemilikan dapat mengurangi saham beredar dan likuiditas.
Dua direksi PT Temas Tbk. (TMAS), yaitu Inge Supatra dan Thusitha Manojith Danwatte, mengundurkan diri karena alasan pribadi, dengan alasan masing-masing untuk melanjutkan studi dan masalah kesehatan