BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi 1,25-4 meter di sejumlah perairan Indonesia pada 15-18 Oktober 2026, terutama di Samudra Hindia barat Mentawai, Bengkulu, Lampung, dan selatan Banten hingga Bali, yang berdampak pada keselamatan pelayaran dan aktivitas nelayan.
OJK mencatat tren peningkatan minat generasi muda terhadap investasi di pasar modal, yang berarti potensi pertumbuhan basis investor ritel baru bagi bursa efek Indonesia.
IHSG melemah di bawah 7.100, sementara saham unggulan pekan ini melonjak tajam, terutama saham berharga rendah. Kenaikan terkonsentrasi dan suspensi LABA menandakan risiko spekulasi tinggi.
IHSG turun 0,55% sepekan ke 7.295,09; ALII anjlok 33,77%, disusul VKTR 23,47% dan HYGN 20,30%. Pelemahan tajam terkonsentrasi pada saham-saham individual.
IHSG turun 0,55% sepekan; tekanan terkonsentrasi pada saham berkapitalisasi dan sektor beragam. ALII anjlok 33,77%, VKTR 23,47%, menandakan volatilitas tinggi tanpa katalis yang dijelaskan.
Asing net sell Rp846,23 miliar saat IHSG turun 0,15%, tetapi selektif membeli BULL dan ADMR. Tekanan jual pada saham big cap mengimbangi minat beli terbatas.