MSCI mengusulkan penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, yang berpotensi memicu arus keluar dana asing besar-besaran karena Indonesia akan keluar dari indeks MSCI Emerging Market yang menjadi acuan banyak fund global.
Enam calon emiten yakni JELI, JECX, BACH, EMMI, PRDL, dan RANS berencana menggelar IPO di awal semester II 2026 dengan potensi penghimpunan dana akumulatif melampaui Rp 1,6 triliun. Investor diarahkan untuk lebih selektif terhadap prospek pertumbuhan dan valuasi di tengah tren pasar yang cenderung bearish.
IHSG tertekan 0,91% ke level 6.149,68 pada sesi I seiring pelemahan 396 saham, dipicu koreksi terdalam sektor perindustrian (-2,08%). Saham AMRT (-8,9%), ASII (-5,4%), dan MBMA (-4,4%) menjadi penekan utama dalam jajaran top losers LQ45.
IHSG dibuka menguat 0,14% ke level 6.214,95 pada perdagangan Selasa pagi, ditopang kenaikan 330 saham dengan CUAN (+8,02%), BRPT (+5,41%), dan EMTK (+2,31%) sebagai top gainers LQ45.
IHSG dibuka menguat tipis 0,03% ke level 6.208,45 didorong penguatan saham CUAN (+5,97%) dan BRPT (+4,05%). Namun, penguatan indeks tertahan oleh koreksi saham big banks seperti BBRI, BBCA, dan BBNI seiring antisipasi rebalancing MSCI serta tensi geopolitik global.
IHSG dibuka menguat 0,29% ke level 6.179,67 didorong reli saham SCMA (+2,73%), ISAT (+2,44%), dan BBRI (+2,30%). Namun, sektor energi seperti CUAN (-5,63%) dan DEWA (-4,23%) tertekan oleh volatilitas jelang implementasi ekspor komoditas Danantara per 1 Juni 2026.
IHSG berhasil rebound 1,10% ke level 6.162,04 pada perdagangan Jumat ditopang reli sektor energi dan basic materials, meski secara kumulatif masih anjlok 8,35% dalam sepekan. Penguatan didorong rumor penundaan kebijakan ekspor komoditas strategis hingga 1 Januari 2027 yang mengerek saham MDKA, INCO, DEWA, dan BUMI.
IHSG ambruk 1,87% ke level 5.980,85 menembus ke bawah level psikologis 6.000 dengan 473 saham memerah di awal perdagangan. Pelemahan LQ45 dipimpin oleh anjloknya CUAN sebesar 10,65%, MEDC 7,20%, dan EMTK 5,97%.
Kinerja holding kuartal I-2024 beragam: EMTK dan MLPL tumbuh, sementara ASII, BHIT, BRPT, dan BNBR mencatat penurunan laba. SRTG mengurangi rugi, tetapi masih merugi.
Rugi Superbank naik 204% menjadi Rp105,06 miliar; impairment dan biaya melonjak meski NII tumbuh 71%. BOPO memburuk ke 181,86%, menekan prospek profitabilitas.
Vidio menyiapkan strategi pertumbuhan di tengah rumor IPO, tetapi rencana belum dekat karena bisnis belum profitabel. Dampak pasar terbatas; profitabilitas tetap menjadi katalis utama EMTK dan SCMA.
Wall Street menguat, dipimpin saham teknologi megakap setelah kinerja Alphabet dan Microsoft melampaui ekspektasi serta inflasi moderat. Sentimen risiko global membaik.
Wall Street melemah dari rekor, dipimpin Nasdaq dan saham semikonduktor setelah data tenaga kerja AS memicu ketidakpastian suku bunga. Nvidia turun 5,6%; indeks semikonduktor turun 4%.
Instagram dan Facebook mengalami gangguan yang menyebabkan lebih dari 90 ribu laporan bahwa Facebook tidak aktif dan lebih dari 16 ribu laporan untuk Instagram
Nasdaq turun 0,8% saat investor menanti data ekonomi AS dan sinyal The Fed; ekspektasi pemangkasan suku bunga tertunda menekan saham teknologi. Tekanan global berpotensi membebani saham growth di IDX, tetapi dampaknya masih bergantung pada data dan komentar Powell.
Belanja iklan TV tergerus pergeseran ke media sosial dan OTT; dampak positif Pemilu dan Ramadan terbatas, sehingga prospek emiten media tetap tertekan.