Saham TRIN anjlok lagi setelah Rahayu Saraswati (keponakan Presiden Prabowo) mundur dari jabatan Komisaris Utama pada 7 Oktober 2026, mengakhiri reli spekulatif yang terjadi sejak awal 2026.
Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo resmi mengundurkan diri dari posisi Komisaris Utama PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) namun tetap memegang 3,92% saham perseroan. Manajemen memastikan pengunduran diri yang akan diputuskan melalui RUPSLB ini tidak berdampak material terhadap kelangsungan usaha maupun kondisi keuangan.
TRIN mengumumkan ke BEI pada 9 Okt 2026 bahwa Komisaris Utama Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo mengundurkan diri lewat surat tertanggal 7 Oktober 2026; keputusan akan diputus dalam RUPSLB; Rahayu tetap menjalankan tugas hingga pengunduran diri efektif dan tetap menjadi pemegang saham TRIN langsung maupun tidak langsung; manajemen menegaskan tidak ada dampak material pada operasional, hukum, keuangan, dan kelangsungan usaha.
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mundur dari Komisaris Utama Trinland (TRIN) per 7 Oktober 2026 setelah hanya 10 bulan menjabat sejak akhir 2025; pengunduran diri diputus dalam RUPSLB terdekat.
Saham TRIN anjlok 6,72% ke Rp222 pada perdagangan 9 Okt 2026 usai Komisaris Utama Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengumumkan pengunduran diri; saham dibuka Rp240, sempat sentuh Rp248 di sesi pagi lalu merosot hingga Rp214 terendah harian; kapitalisasi pasar Rp1,01 triliun dengan PE 51,50x; rentang 52 pekan Rp195-Rp1.975; manajemen menegaskan pengunduran diri tidak berdampak material pada operasional dan Rahayu tetap pemegang saham baik langsung maupun tidak langsung.
Pendapatan TRIN turun 70,13% dan berbalik rugi Rp90,24 miliar pada 2023. Analis merekomendasikan speculative buy dengan target Rp135–Rp140, tetapi fundamental melemah.