Ketua Umum Himperra Ari Tri Priyono mengusulkan subsidi bunga KPR 7% bagi masyarakat berpenghasilan menengah tanggung (MBT) untuk rumah Rp250-500 juta, sehingga cicilan rumah Rp300 juta bisa turun dari Rp3 juta menjadi Rp2 juta per bulan.
Penjualan rumah subsidi hanya tercapai 177.161 unit dari target 350.000 unit hingga Oktober, dengan perubahan pola pikir Gen Z yang lebih memilih menyewa daripada membeli rumah menjadi salah satu faktor penghambat. Ketua Himperra mengusulkan perluasan insentif pembiayaan untuk segmen menengah tanggung (MBT) dengan rumah seharga Rp250-500 juta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan fokus pada kerja keras tanpa ego kepemimpinan narsistik, dalam sambutan peresmian gedung Universitas Ciputra di Jakarta Barat.
Kenaikan BI Rate ke 5,25% membayangi sektor properti akibat potensi lonjakan bunga KPR, di mana BSDE yang mengantongi marketing sales Rp2,54 triliun di kuartal I/2026 mencatat 90% penjualannya bergantung pada KPR, sementara CTRA memperingatkan adanya perlambatan siklus industri.
Direktur Ciputra Development (CTRA) Harun Hajadi menilai Tapera positif bagi penyediaan rumah meski aturannya belum 100% jelas, sementara analis memperingatkan potensi tergerusnya daya beli konsumsi masyarakat.
Kebijakan wajib iuran Tapera bagi pekerja swasta menuai polemik terkait efektivitasnya mengatasi backlog perumahan, yang dibahas bersama Direktur PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Harun Hajadi.
Marketing sales CTRA Rp3,3 triliun, 30% target tahunan dan di atas rata-rata historis. Pendapatan tumbuh 8,69% YoY; sinyal positif bagi emiten properti.
IHSG berpeluang menguat, ditopang ekspektasi pertumbuhan ekonomi di atas 5%, kinerja emiten, dan dividen. Pelemahan rupiah serta sentimen global membatasi kenaikan.
CTRA membukukan pendapatan +8,69% dan laba bersih +17,08% YoY; marketing sales mencapai 30% target tahunan. Kinerja mendukung prospek emiten properti, meski sensitif terhadap suku bunga.
CTRA dan MTLA mencatat pertumbuhan pendapatan; CTRA juga membukukan kenaikan laba dan prapenjualan kuat. BI menahan suku bunga 6%, mendukung permintaan properti.
Kenaikan BI Rate ke 6,25% menekan prospek properti lewat bunga KPR lebih tinggi dan potensi pelemahan permintaan. SMRA menyebut dampak penjualan terbatas; sektor properti sudah turun 13,25% YTD.
BI naikkan suku bunga 25 bps ke 6,25%, menekan daya beli berbasis KPR dan prospek penjualan properti. Sentimen negatif; insentif PPN DTP serta porsi pembayaran tunai meredam dampak bagi sebagian emiten.
Yield US Treasury naik, memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Risiko tekanan pada rupiah dan saham sensitif suku bunga meningkat menjelang data PDB dan PCE AS.
Asing net buy Rp354,38 miliar jelang pengumuman hasil pemilu, sinyal dukungan jangka pendek pada saham unggulan. Risiko volatilitas tetap ada hingga kepastian politik.
IHSG naik 0,47% seiring net buy asing Rp761,87 miliar; akumulasi sepekan mencapai Rp8,73 triliun. Arus beli mendukung sentimen, tetapi belum menjamin tren berlanjut.
Pelaku usaha sektor hotel, restoran dan pusat belanja memproyeksi kenaikan pengunjung mal 15-20% selama Ramadan dan Lebaran, dengan okupansi hotel yang dapat mencapai 80% di Ramadan dan 70% pasca Lebaran
IHSG turun 1,42% saat investor asing net sell Rp1,51 triliun, menandakan tekanan jual luas. BMRI dan saham lain dalam daftar tetap mencatat net buy asing, menunjukkan akumulasi selektif.
Inflasi AS persisten menekan saham global dan mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed; Nasdaq paling lemah. Sentimen berisiko negatif bagi IHSG, terutama saham bervaluasi tinggi dan sensitif suku bunga.
Pengusaha hotel dan restoran di Indonesia melakukan strategi promosi untuk meningkatkan okupansi dan aktivitas masyarakat di bulan Ramadan, dengan proyeksi kunjungan mal naik 15%-20%
Target marketing sales CTRA Rp11,1 triliun, naik 8,8% dari realisasi 2023; PPN DTP dan pasar properti sehat mendukung prospek. Ketidakpastian penurunan suku bunga AS membatasi sentimen.
Ekspektasi penurunan suku bunga berpotensi menopang daya beli dan sektor properti, tetapi kinerja emiten diperkirakan belum menguat; pemangkasan suku bunga AS masih belum pasti.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menguat setelah upah melambat dan pengangguran naik; S&P 500 serta Nasdaq mencetak rekor. Sentimen global positif, berpotensi mendukung arus dana ke pasar berkembang.
Investor China dan Malaysia menargetkan investasi properti IKN Rp40 triliun, masih menunggu evaluasi dan tender. Potensi positif bagi sektor properti dan konstruksi, tetapi realisasi belum pasti.
Wall Street melemah tipis menjelang data PCE; inflasi tinggi dapat menunda pemangkasan suku bunga The Fed. Tekanan berpotensi berlanjut pada aset berisiko.