Ketua Umum Himperra Ari Tri Priyono mengusulkan subsidi bunga KPR 7% bagi masyarakat berpenghasilan menengah tanggung (MBT) untuk rumah Rp250-500 juta, sehingga cicilan rumah Rp300 juta bisa turun dari Rp3 juta menjadi Rp2 juta per bulan.
Penjualan rumah subsidi hanya tercapai 177.161 unit dari target 350.000 unit hingga Oktober, dengan perubahan pola pikir Gen Z yang lebih memilih menyewa daripada membeli rumah menjadi salah satu faktor penghambat. Ketua Himperra mengusulkan perluasan insentif pembiayaan untuk segmen menengah tanggung (MBT) dengan rumah seharga Rp250-500 juta.
BKPM mencatat investasi kesehatan di Banten mencapai Rp12,7 triliun sejak 2025 serta pertumbuhan ekonomi semester I 2026 sebesar 5,45%. Pertumbuhan ini ditopang ekspansi kawasan strategis seperti BSD, Lippo, dan KEK Tanjung Lesung.
Kenaikan BI Rate ke 5,25% membayangi sektor properti akibat potensi lonjakan bunga KPR, di mana BSDE yang mengantongi marketing sales Rp2,54 triliun di kuartal I/2026 mencatat 90% penjualannya bergantung pada KPR, sementara CTRA memperingatkan adanya perlambatan siklus industri.
Laba BSDE melonjak 62,55% dan pendapatan naik 31,25% pada kuartal I-2024, ditopang penjualan properti serta insentif pajak. Kinerja positif, tetapi sangat bergantung pada penjualan properti dan promosi.
Yield US Treasury naik, memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Risiko tekanan pada rupiah dan saham sensitif suku bunga meningkat menjelang data PDB dan PCE AS.
Pelemahan rupiah dan suku bunga AS tinggi menekan emiten properti berutang dolar AS. BSDE lebih terlindungi setelah menyiapkan dana jatuh tempo obligasi.
Laba bersih BSDE turun 20,04% dan hanya mencapai 77,2% konsensus, menekan sentimen saham jangka pendek. Pr penjualan melampaui target, tetapi kenaikan biaya menekan margin.
Pendapatan BSDE naik 12,74%, tetapi laba bersih turun 20,04%, mengindikasikan tekanan profitabilitas. Kinerja campuran memberi sinyal negatif bagi saham BSDE.
Inflasi AS persisten menekan saham global dan mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed; Nasdaq paling lemah. Sentimen berisiko negatif bagi IHSG, terutama saham bervaluasi tinggi dan sensitif suku bunga.
Risiko refinancing meningkat bagi APLN dan ASRI akibat prapenjualan lemah; BSDE lebih tangguh dengan pertumbuhan prapenjualan 6% dan outlook stabil. Tekanan berpotensi membebani saham properti berutang tinggi.
Pemerintah memangkas anggaran Rp12,6 triliun untuk pembiayaan perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) pada 2024, dari Rp26,3 triliun pada 2023 menjadi Rp13,7 triliun
Wall Street melemah tipis menjelang data PCE; inflasi tinggi dapat menunda pemangkasan suku bunga The Fed. Tekanan berpotensi berlanjut pada aset berisiko.
Stimulus DP, diskon, dan pembebasan BPHTB mendukung penjualan properti Sinar Mas Land; target program Rp2,8 triliun mencerminkan optimisme, belum realisasi.