Perum Perumnas menggandeng Agung Podomoro Land (APLN) untuk merevitalisasi Rusun Klender di atas lahan 10 hektare menjadi 12–14 tower, yang kini tengah memasuki tahap feasibility study dan pengajuan PMN 2026.
Prospek properti ditopang insentif pemerintah dan pembangunan proyek APLN. Namun, suku bunga tinggi dan laba bersih 2023 yang turun 43,5% membatasi optimisme.
Pelemahan rupiah dan suku bunga AS tinggi menekan emiten properti berutang dolar AS. BSDE lebih terlindungi setelah menyiapkan dana jatuh tempo obligasi.
Penurunan peringkat Moody’s dan pembatalan tender obligasi menandakan tekanan kredit APLN. Sentimen negatif bagi saham; risiko refinancing tetap tinggi.
Risiko refinancing meningkat bagi APLN dan ASRI akibat lemahnya prapenjualan; obligasi APLN US$132 juta jatuh tempo Juni 2024. Sentimen negatif terkonsentrasi pada emiten properti berutang tinggi.
Risiko refinancing meningkat bagi APLN dan ASRI akibat prapenjualan lemah; APLN menghadapi obligasi US$132 juta jatuh tempo Juni 2024. Sentimen negatif bagi emiten properti berutang tinggi.
Risiko refinancing meningkat bagi APLN dan ASRI akibat prapenjualan lemah; BSDE lebih tangguh dengan pertumbuhan prapenjualan 6% dan outlook stabil. Tekanan berpotensi membebani saham properti berutang tinggi.
APLN dan ASRI tertekan oleh prapenjualan lemah; APLN menghadapi risiko refinancing obligasi US$132 juta yang jatuh tempo Juni 2024. Sentimen negatif dapat menekan valuasi emiten properti dengan likuiditas dan penjualan lemah.