Token STRK (Starknet) menguat hampir 5 kali lipat dalam waktu singkat, namun dihadapkan pada tekanan potensi token unlock besar-besaran pada 15 Oktober yang berisiko memicu aksi jual massal.
BEI menyematkan status UMA pada GTBO (+50%), STRK (+48,33%), TFCO (+93,37%), dan DAAZ (+51,50%) karena lonjakan harga tak wajar, serta ARKO akibat anjlok 50,54%. Pengumuman ini menjadi peringatan pengawasan bursa atas volatilitas ekstrem kelima saham tersebut.
Bursa BEI 5-9 Oktober 2026 bervariasi: AKKU memimpin top gainers +102,50% (Rp40→Rp81), DOOH tertekan -26,23%; ASMI +85,71%, STRK +59,62%, KKES +57,69%, ALKA +55,91%.
IHSG menguat 1,04% ke level 6.093,76 pada penutupan akhir pekan didorong oleh kenaikan 10 sektor, dipimpin sektor bahan baku yang naik 1,67%. Saham STRK, SOSS, dan TCPI mencatatkan lonjakan harga signifikan di atas 25% masuk jajaran top gainers.
STRK meluncurkan tiga merek baru yakni Clarissa, Coco Bali, dan Libarron untuk memacu ekspor dan domestik 2026 di tengah penurunan penjualan 2025 sebesar 31,71% menjadi Rp12,91 miliar. Peluncuran produk ini diharapkan memulihkan kinerja laba bruto perseroan yang sempat anjlok 89,87% menjadi Rp497,11 juta.