STAA memastikan tidak ada karhutla di seluruh area operasional (Sumut, Sumsel, Kalbar, Kalteng, dan Dumai), produksi CPO berjalan normal sesuai target 2026. Sepanjang 2025, STAA mengolah 2,01 juta ton TBS, memproduksi 430 ribu ton CPO, dan membukukan pendapatan Rp9,6 triliun.
Sembilan emiten perkebunan termasuk PGUN (emiten Haji Isam) merespons permintaan BEI soal karhutla; mayoritas menyatakan tidak ada dampak material terhadap pendapatan, laba, dan aset, serta target produksi 2026 tetap berjalan normal. PGUN mengakui ada karhutla di sekitar area konsesinya di Kab. Paser, Kaltim, namun operasional pemanenan dan pengolahan CPO tetap normal.