Singapura memperluas penindakan terhadap 10 perusahaan Indonesia yang diduga memicu kebakaran hutan, termasuk PT Bumi Mekar Hijau, PT SBA Wood Industries, dan lainnya. Bursa Efek Singapura juga meminta informasi dari 7 perusahaan pertanian terdaftar terkait karhutla, dengan ancaman sanksi finansial dan hukum.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih meluas di empat kabupaten Sumatera Selatan (OKI, Muba, Muara Enim, Ogan Ilir) dengan produksi asap besar, personel Manggala Agni ditambah dari 254 menjadi 345 orang, dan kendala utama berupa kekeringan sumber air.
Kemenko Pangan meminta Pertamina memprioritaskan penerapan B50 di Jabodetabek untuk menurunkan kadar sulfur hingga 50% dibanding solar biasa, serta mendorong percepatan kendaraan listrik di Jakarta. Pertamina mengonfirmasi telah menyalurkan B50 di seluruh terminal BBM hingga SPBU.
Satgas PKH berhasil menguasai kembali 6,2 juta hektare kawasan hutan dari perkebunan kelapa sawit ilegal dan menyetorkan PNBP senilai Rp13,24 triliun ke kas negara selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Emiten sawit termasuk PT Salim Ivomas Pratama (SIMP) dan afiliasinya Indofood (INDF) memberikan klarifikasi kepada SGX RegCo terkait karhutla, menegaskan penerapan kebijakan tanpa pembakaran serta memastikan tidak ada dampak material terhadap operasional. Wilmar dan Golden Agri turut menegaskan kebakaran terdeteksi berasal dari luar konsesi atau dipicu fenomena El Niño.
Polri mengerahkan 200 personel Brimob tambahan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan melalui Operasi Aman Nusa II, menunjukkan eskalasi karhutla yang signifikan di wilayah tersebut.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di Sumatra-Kalimantan dengan El Nino Sangat Kuat (indeks Nino3.4 +3,33), ISPU mencapai level Hitam (>300) di 10 lokasi termasuk Bengkalis dan Siak (Riau), serta 4 petugas pemadam tewas di TNBTS Jawa Timur.
Harga CPO berjangka naik 3,27% ke 4.770 ringgit/ton, ditopang bargain buying dan lonjakan ekspor minyak sawit Malaysia paruh pertama Oktober sebesar 43,2%-58,3% MoM.
Disbun Kaltim menetapkan harga tertinggi TBS sawit periode 1-15 Oktober 2026 sebesar Rp3.542,60/kg, turun 2,07% dari periode sebelumnya, dipicu penurunan harga CPO (Rp15.218,80/kg) dan kernel (Rp12.935,46/kg) di hampir seluruh perusahaan acuan.
Kementan mendorong percepatan peremajaan tanaman tebu melalui metode bongkar ratoon untuk meningkatkan produktivitas dan mencapai swasembada gula nasional dalam dua tahun, dengan kolaborasi bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Pabrik Gula Rendeng, Kudus.
Kemenko Pangan melibatkan hampir 500 unit usaha di Kalimantan Tengah untuk penanganan karhutla, memperluas pola kerja sama yang sebelumnya diterapkan di Kalimantan Selatan dengan 350 perusahaan pada 10.000 hektare lahan. GAPKI turut berkoordinasi dengan anggotanya.
Kabut asap karhutla Indonesia akibat El Nino kuat meluas hingga Timor Leste yang menutup sekolah 3 hari, setelah sebelumnya juga berdampak ke Malaysia, Singapura, dan Filipina; ratusan ribu hektare hutan dan perkebunan di Sumatera, Kalimantan, dan Papua terbakar.
GAPKI mendukung revisi UU PPLH yang menghapus pengecualian pembakaran lahan, menilai ini akan memperkuat penegakan hukum dan mengurangi risiko karhutla bagi perusahaan sawit yang selama ini menjalankan kebijakan zero burning. Menteri LH Jumhur Hidayat menyiapkan usulan revisi Pasal 69 ayat (2) untuk diajukan ke DPR.
Wamenkeu pastikan sistem awasi pajak bisnis CPO aktif dan pemerintah mengetahui seluruh transaksi, meningkatkan risiko penegakan pajak bagi produsen sawit.
Lo Kheng Hong memborong 40.000 lembar ABMM hingga kepemilikan mencapai 5,65% dan 1,1 juta lembar SIMP menjadi 5,13% jelang pemberlakuan ekspor komoditas satu pintu via Danantara.
Aksi akumulasi saham oleh investor kawakan Lo Kheng Hong pada SIMP dan GJTL, diikuti oleh berbagai aksi korporasi dan akumulasi institusi lainnya, memberikan sinyal kepercayaan pasar di tengah volatilitas IHSG. Langkah ini mengindikasikan bahwa investor 'smart money' melihat valuasi saat ini sebagai titik masuk yang menarik untuk jangka panjang.
Investor Lo Kheng Hong memborong 22,62 juta lembar saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) pada Mei 2026, sehingga total kepemilikannya melonjak menjadi 793,64 juta lembar saham dan kembali menembus di atas 5%.
Pendapatan SIMP turun 7,5% yoy, tetapi laba bruto naik 6%, laba usaha 58%, dan laba inti 35% berkat beban pokok lebih rendah. Produksi TBS melemah tipis, sementara produksi CPO stagnan.
Harapan kelanjutan hilirisasi sawit dan biodiesel mendukung prospek sektor, tetapi belum menjadi kebijakan konkret. Usulan badan sawit menyoroti peluang efisiensi sekaligus ketidakpastian regulasi.
Harga TBS Riau naik 5,22% ke Rp2.925,16/kg, didorong kenaikan harga CPO dan kernel. Sentimen positif terbatas bagi emiten sawit; dampak bergantung pada harga jual dan biaya produksi.
Harga CPO berpotensi menguat karena stok Malaysia menurun dan permintaan Ramadan meningkat, meski ekspor melemah tajam. Prospek bergantung pada pembelian India, China, dan Uni Eropa.
CPO menguat menjelang Ramadan, didukung permintaan musiman, produksi lebih rendah, dan prospek B40. Namun, oversupply global membatasi kenaikan; proyeksi akhir tahun MYR 3.500–3.700/ton.
CPO naik 5,09% sebulan ke MYR 4.071/ton, didukung suplai ketat dan prospek permintaan Ramadan. Risiko cuaca serta tenaga kerja menopang harga, tetapi kenaikan biaya pangan dapat membatasi dampak makro.
Harga CPO menguat musiman menjelang Ramadan dan Lebaran; pasokan berpotensi ketat akibat El Niño dan rencana B40. Namun, oversupply global dan lemahnya minyak nabati sejenis membatasi prospek harga hingga akhir tahun.
Laba LSIP turun 26% dan SIMP 39% pada 2023 akibat penjualan serta harga jual rata-rata melemah. Prospek 2024 tetap tertekan, meski produksi CPO yang diproyeksikan turun 5–10% berpotensi menopang harga.
Laba bersih SIMP turun 39% menjadi Rp736 miliar pada 2023, seiring penurunan pendapatan, harga jual rata-rata, dan laba bruto. Cuaca buruk serta peremajaan sawit menekan produksi TBS inti.
Harga CPO menguat, didukung permintaan Ramadan dan potensi penurunan produksi. Proyeksi MYR 3.750/ton pada Q1 dan MYR 3.950/ton pada Q2 mendukung emiten sawit, tetapi pelemahan minyak nabati pesaing membatasi kenaikan.