Karyawan Indomaret berdemonstrasi menolak penggantian upah lembur tanggal merah menjadi hari libur di tengah kinerja PT Indomarco Prismatama yang mencatat kenaikan penjualan 14,15% menjadi Rp33,15 triliun per Maret 2026. Entitas pengelola ritel ini menyumbang laba Rp195,31 miliar atau 83,28% dari total laba bersih DNET.
ROTI membentuk usaha patungan dengan Mata Kencana Abadi untuk mengembangkan bisnis roti dan kue. Ekspansi berpotensi memperkuat pertumbuhan segmen makanan, dengan dampak bergantung pada eksekusi.
Laba bersih ROTI naik 50,1% YoY menjadi Rp73,78 miliar, sementara pendapatan hanya tumbuh 1,1%. Kontribusi penjualan luar Jawa mencapai 46,8%, mendukung diversifikasi pasar.
Empat emiten membayar dividen total Rp4,05 triliun, berpotensi menopang minat investor pada BDMN, ITMG, ARNA, dan ROTI. Pendapatan ITMG turun 34,7% pada 2023, membatasi prospek dividen berulang.
ROTI mencatat pendapatan 2023 turun 3,67% dan laba bersih turun 22,88% akibat lemahnya daya beli, konsumen beralih ke produk lebih murah, serta kenaikan biaya operasional. Sentimen negatif bagi ROTI; tekanan daya beli pangan menjadi risiko sektor.
ROTI mencatat laba bersih turun 22,88% dan pendapatan turun 3,67% pada 2023. Daya beli lemah, peralihan ke produk murah, dan kenaikan biaya menekan kinerja.
Harga gandum turun 21,55% yoy akibat kenaikan produksi dan ekspor; biaya bahan baku produsen pangan berpotensi turun. Dampaknya kemungkinan moderat dan jangka pendek.
Kepemilikan asing ROTI turun 148.800 saham, diimbangi kenaikan kepemilikan domestik; komposisi pemegang saham utama tetap. Perubahan sangat kecil, dampak pasar terbatas.