Bank Mandiri (BMRI) menjelaskan bahwa kredit kepada Jhonlin Baratama bukan untuk trading saham melainkan pengembangan usaha batu bara, dengan agunan saham JARR dan PGUN dinilai konservatif sesuai POJK 40/2017 sebagai second way out.
Sembilan emiten perkebunan termasuk PGUN (emiten Haji Isam) merespons permintaan BEI soal karhutla; mayoritas menyatakan tidak ada dampak material terhadap pendapatan, laba, dan aset, serta target produksi 2026 tetap berjalan normal. PGUN mengakui ada karhutla di sekitar area konsesinya di Kab. Paser, Kaltim, namun operasional pemanenan dan pengolahan CPO tetap normal.
PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) menegaskan operasional kebun dan PKS di Kabupaten Paser tetap berjalan normal tanpa dampak finansial material maupun kerusakan aset akibat karhutla di sekitar konsesi. Seluruh produksi CPO perseroan dipastikan tetap aman tersalurkan untuk kebutuhan FAME afiliasinya, PT Jhonlin Agro Raya Tbk.
PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), emiten milik Haji Isam, menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar area konsesinya di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur tidak berdampak material terhadap operasional, pendapatan, maupun aset perusahaan, dengan PKS dan kegiatan pemanenan tetap berjalan normal.
Direktur PGUN Tamlikho menegaskan perseroan tidak terlibat langsung dalam kredit Bank Mandiri terkait aksi gadai saham yang dilakukan oleh tiga pemegang saham utama.
PGUN (Pradiksi Gunatama, emiten Haji Isam) buka suara soal gadai saham 3 entitas anak BCMP, AAL, CAR ke Bank Mandiri (BMRI); debitur PT Jhonlin Baratama, akta 28 September 2026. PGUN menegaskan tanpa corporate guarantee, tanpa jaminan aset, dan tidak mengetahui detail fasilitas. BEI sempat minta klarifikasi karena volatilitas harga.
Saham JARR anjlok 6,12% ke Rp3.220 dan PGUN terkoreksi 0,82% ke Rp9.100 setelah pengendali (seperti PT Eshan Agro Sentosa pada JARR) menggadaikan seluruh kepemilikan sahamnya kepada Bank Mandiri (BMRI). Sentimen negatif ini turut menyeret saham afiliasi Haji Isam lainnya, PACK, yang melemah 0,43% ke Rp466 per saham.
Pengendali PGUN, PT Araya Agro Lestari, menggadaikan seluruh 100% kepemilikannya sebanyak 2.205.667.896 saham senilai Rp20,24 triliun kepada Bank Mandiri (BMRI) sebagai agunan kredit afiliasi perseroan.
PGUN memutuskan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp39,99 miliar atau Rp6,97 per saham menyusul lonjakan laba bersih hingga 101% menjadi Rp159,3 miliar. Periode cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 3 Juni 2026, dengan jadwal pembayaran dividen pada 18 Juni 2026.
Harta anak Haji Isam, Liana Saputri dan Jhony Saputra, lenyap Rp 4,82 triliun dalam setahun karena kinerja emiten Pradiksi Gunatama (PGUN) yang melempem dan aksi divestasi saham
PGUN memastikan pasokan CPO aman dan menargetkan kenaikan produksi pada 2024. Permintaan global yang kuat mendukung prospek, tetapi dampak pasar terbatas tanpa kejutan kinerja.