Sembilan emiten perkebunan termasuk PGUN (emiten Haji Isam) merespons permintaan BEI soal karhutla; mayoritas menyatakan tidak ada dampak material terhadap pendapatan, laba, dan aset, serta target produksi 2026 tetap berjalan normal. PGUN mengakui ada karhutla di sekitar area konsesinya di Kab. Paser, Kaltim, namun operasional pemanenan dan pengolahan CPO tetap normal.
MSCI mempertahankan status Emerging Market Indonesia tetapi memperingatkan potensi penurunan ke Frontier Market pada November 2026 akibat isu transparansi dan free float, serta menyoroti 13 saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) termasuk BREN (97,31%) dan DSSA (95,76%).
Daftar saham High Shareholding Concentration (HSC) BEI membengkak menjadi 13 emiten, termasuk BREN, DSSA, TCPI, dan WBSA, menyusul evaluasi MSCI terkait risiko keterinvestasian dan minimnya transparansi free float bursa RI.