Bank Mandiri (BMRI) menjelaskan bahwa kredit kepada Jhonlin Baratama bukan untuk trading saham melainkan pengembangan usaha batu bara, dengan agunan saham JARR dan PGUN dinilai konservatif sesuai POJK 40/2017 sebagai second way out.
Sembilan emiten perkebunan termasuk PGUN (emiten Haji Isam) merespons permintaan BEI soal karhutla; mayoritas menyatakan tidak ada dampak material terhadap pendapatan, laba, dan aset, serta target produksi 2026 tetap berjalan normal. PGUN mengakui ada karhutla di sekitar area konsesinya di Kab. Paser, Kaltim, namun operasional pemanenan dan pengolahan CPO tetap normal.
Saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) anjlok 4,56% ke Rp2.930 sesi I 9/10/2026 usai pengendali PT Eshan Agro Sentosa gadaikan 7.997.556.204 saham (100% kepemilikannya) ke Bank Mandiri (BMRI) sebagai jaminan fasilitas kredit afiliasi pada 30/9/2026; tanpa perubahan pengendalian dan tanpa dilusi; market cap Rp27,05 triliun, PE 101,29x.
Pengendali PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR), PT Eshan Agro Sentosa, menggadaikan seluruh 7,99 miliar lembar (100%) sahamnya ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebagai jaminan kredit afiliasi. Manajemen memastikan transaksi gadai ini tidak menimbulkan dilusi saham maupun perubahan pengendali perseroan.
Saham JARR anjlok 6,12% ke Rp3.220 dan PGUN terkoreksi 0,82% ke Rp9.100 setelah pengendali (seperti PT Eshan Agro Sentosa pada JARR) menggadaikan seluruh kepemilikan sahamnya kepada Bank Mandiri (BMRI). Sentimen negatif ini turut menyeret saham afiliasi Haji Isam lainnya, PACK, yang melemah 0,43% ke Rp466 per saham.
PT Eshan Agro Sentosa menggadaikan seluruh 7.997.556.204 lembar (100%) saham miliknya di JARR kepada BMRI sebagai jaminan fasilitas kredit afiliasi perseroan.
Pengendali PGUN, PT Araya Agro Lestari, menggadaikan seluruh 100% kepemilikannya sebanyak 2.205.667.896 saham senilai Rp20,24 triliun kepada Bank Mandiri (BMRI) sebagai agunan kredit afiliasi perseroan.
PGUN memutuskan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp39,99 miliar atau Rp6,97 per saham menyusul lonjakan laba bersih hingga 101% menjadi Rp159,3 miliar. Periode cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 3 Juni 2026, dengan jadwal pembayaran dividen pada 18 Juni 2026.