Sembilan emiten perkebunan termasuk PGUN (emiten Haji Isam) merespons permintaan BEI soal karhutla; mayoritas menyatakan tidak ada dampak material terhadap pendapatan, laba, dan aset, serta target produksi 2026 tetap berjalan normal. PGUN mengakui ada karhutla di sekitar area konsesinya di Kab. Paser, Kaltim, namun operasional pemanenan dan pengolahan CPO tetap normal.
Palangka Raya dikepung kabut asap oranye pekat dengan Indeks Kualitas Udara menembus 2.052 (sangat berbahaya), 1.444 hektare lahan terbakar, 11.166 titik panas di Kalimantan Tengah, dan 887 kejadian karhutla sejak Juni-Oktober 2026.