Kemenperin menegaskan penyusunan roadmap IHT untuk menjaga keberlangsungan industri yang mencakup 6 juta tenaga kerja, di tengah ancaman rokok ilegal dan regulasi turunan PP 28/2024 yang mengkhawatirkan petani tembakau.
Pemerintah membebaskan bea masuk (tarif 0%) untuk 6 komoditas bahan baku plastik, menurunkan biaya impor bahan baku bagi industri manufaktur yang bergantung pada resin dan bahan plastik impor.
Menperin Sarmuji mengupayakan produsen rokok ilegal beralih ke jalur legal melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum dan edukasi, karena pertumbuhan industri hasil tembakau nyaris nol akibat rokok ilegal yang tidak terdata dan tidak berkontribusi pada penerimaan negara.
IHSG ditutup menguat 1,04% ke level 6.093,76 dengan net foreign buy sesi kedua mencapai Rp30,4 miliar, dipimpin aksi beli pada saham ENRG sebesar Rp34 miliar dan EMAS senilai Rp17 miliar.
IHSG sesi I Jumat (9/10/2026) naik 0,35% ke 6.052,51 meski asing net sell Rp32,05 miliar; net buy terbesar SINI Rp15,94 miliar, CUAN Rp12,80 miliar, ARCI Rp9,52 miliar, BBCA Rp9,11 miliar, EMAS Rp8,96 miliar; net sell terbesar GOTO Rp27,91 miliar, BUMI Rp21,98 miliar, BBRI Rp20,63 miliar.
Investor asing mencatatkan net sell Rp976,66 miliar pada sesi I pasca peninjauan klasifikasi MSCI, memicu IHSG anjlok 1,62% ke 6.002,20 dengan tekanan jual terbesar pada BBRI dan TPIA, meski BREN dibeli Rp107,79 miliar.
Kinerja saham rokok cenderung stagnan dengan minimnya katalis positif di tengah tekanan regulasi cukai. Pasar saat ini lebih fokus pada sektor energi yang menjadi penggerak utama IHSG.
Ulasan pasar menyoroti potensi tebaran dividen dari emiten seperti ARCI dan RATU, sementara kinerja sektor rokok termasuk GGRM dan HMSP diproyeksikan tertekan oleh fenomena downtrading konsumen.
TPIA masuk MSCI Global Standard, berpotensi menarik arus dana pasif; TOWR dan SMGR turun ke Small Cap, berisiko tertekan. Dampak jangka pendek cenderung positif bagi saham yang masuk indeks, negatif bagi yang terdepak.
IHSG naik 1,10% dengan penguatan luas; 10 sektor menguat, dipimpin transportasi-logistik dan energi. Kenaikan harian belum membalikkan kinerja IHSG sejak awal tahun yang masih turun 0,53%.
Penjualan inti GGRM melemah, terutama SKM turun 16% YoY; pertumbuhan SKT dan laba kotor belum menghapus tekanan margin serta risiko cukai. Kinerja 2024 berpotensi tertahan.
PPN rokok berpotensi naik menjadi 10,7% pada 2025, menekan permintaan rokok legal dan memperbesar risiko peralihan ke rokok ilegal. Dampak negatif bagi emiten tembakau melalui harga jual lebih tinggi dan tekanan volume.
IHSG turun tipis 0,16% dengan 356 saham melemah; asing net sell Rp406,99 miliar. Pembelian terkonsentrasi pada MDKA dan BBRI, meski asing masih net buy Rp1,73 triliun sepekan.
IHSG berpeluang menguat terbatas, tetapi diperkirakan tetap konsolidasi; data ekonomi stabil dan kinerja emiten menopang, sementara keputusan BI/Fed menambah ketidakpastian.
Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung sepanjang 44,17 km dengan nilai investasi Rp9,92 triliun akan segera dilaksanakan oleh PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mendirikan anak perusahaan baru, PT Surya Sapta Agung Tol (SSAT), dengan modal dasar Rp3,5 triliun untuk menggarap proyek jalan tol di Kediri, Jawa Timur