Indo Premier Sekuritas memproyeksikan kinerja Q3-2026 sektor konsumer beragam: KLBF dan ICBP diperkirakan melampaui konsensus laba, MYOR dan CMRY sejalan ekspektasi, sementara SIDO berisiko di bawah konsensus akibat tekanan margin dari kenaikan harga bahan baku.
IHSG menghadapi tekanan jual masif akibat kombinasi arus keluar asing pasca-rebalancing FTSE/MSCI, pelemahan Rupiah ke level Rp17.700, dan kenaikan BI Rate. Meskipun valuasi secara fundamental sudah terdiskon (undervalue), sentimen makro dan risiko kebijakan domestik terus memicu aksi jual pada saham-saham big caps.
Jadwal cum dividen 6–8 Mei mencakup 14 emiten, dengan nilai terbesar MCOL Rp1,58 triliun. Menopang minat pada saham pembagi dividen; harga berpotensi terkoreksi saat ex-date.
IHSG turun 1,15% ke 7.205,06, disertai jual bersih asing Rp1,52 triliun. Tekanan terbesar pada saham bank besar dan sektor keuangan; barang baku menguat tipis.
Cukai minuman manis berisiko menekan margin dan permintaan emiten dengan eksposur minuman tinggi; skema penerapan belum final. Dampak ULTJ dan KINO relatif besar, CMRY lebih terbatas.
Laba CMRY naik 17,08% dan penjualan 21,78% pada 2023, didukung segmen dairy dan consumer foods serta produk baru. Prospek operasional positif; valuasi saham tidak dibahas.
Laba bersih CMRY naik 17,08% dan penjualan 21,78% pada 2023, ditopang segmen dairy dan consumer foods. Peluncuran produk baru menambah katalis pertumbuhan.
Laba bersih CMRY naik 17,08% dan penjualan tumbuh 21,78% pada 2023, didukung segmen dairy dan consumer foods. Kinerja serta peluncuran produk baru memperkuat prospek pertumbuhan.
Kewajiban sertifikasi halal berlaku mulai 18 Oktober 2024; sosialisasi diperluas lewat kolaborasi industri. Dampak emiten terbatas, dengan biaya kepatuhan berimbang terhadap kepercayaan konsumen.