Bumitama Agri dan First Resources membantah laporan investigasi Greenpeace mengenai temuan titik api karhutla periode Agustus-September 2026 di konsesi perkebunan mereka. Laporan tersebut turut menyeret Kayung Agro Lestari, entitas anak usaha PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) di Kalimantan Barat.
Pendapatan ANJT turun 4,3% yoy; rugi bersih menyusut tipis menjadi US$3,62 juta. Penurunan volume dan harga jual sawit menekan prospek, meski laba bruto meningkat.
ANJT menyatakan tidak mengetahui rencana divestasi pemegang saham utama. Rumor belum terkonfirmasi, tetapi potensi penjualan besar menambah tekanan pada saham.
Laba ANJT anjlok 91% pada 2023, seiring pendapatan turun 12,1% akibat harga jual CPO, PK, dan PKO yang melemah. Produksi TBS naik 4,8%, tetapi belum mengimbangi tekanan harga.
ANJT menargetkan produksi TBS naik 6% dan CPO melampaui 300.000 ton, didukung capex US$36,8 juta. Prospek produksi positif, dengan risiko eksekusi dan harga CPO.
Laba bersih ANJT anjlok 91% pada 2023 akibat harga jual CPO/produk turun serta beban penyusutan dan bunga naik. Produksi TBS meningkat 4,8%, tetapi belum mengimbangi tekanan harga.