Kemkomdigi melalui Sekjen Ismail menyatakan kebijakan spektrum frekuensi murah untuk memperluas jaringan 5G, dengan lebih dari 98% wilayah sudah terhubung 4G dan lelang spektrum terbaru menggunakan harga terjangkau untuk mendorong investasi operator.
Kemkomdigi menargetkan peningkatan kecepatan fixed broadband dari 67,45 Mbps ke 100 Mbps pada 2029, membuka frekuensi 700 MHz, 1,4 GHz, dan 2,6 GHz untuk perluasan jaringan, serta memproyeksikan ekonomi digital Indonesia naik dari $99 miliar (2025) menjadi $360 miliar pada 2030.
Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat menertibkan kabel udara sepanjang 1 km di Jalan Senen Raya III, dengan target penertiban 15 km hingga akhir 2026 dan 4,5 km pada 2027, berkoordinasi dengan Apjatel dan operator telekomunikasi.
Menkomdigi Meutya Hafid memaparkan 3 pilar transformasi digital RI di Bali Tech Week 2026: penetrasi internet 81,72% (235 juta pengguna), GMV ekonomi digital diproyeksikan US$99 miliar (tumbuh 14%), dan ekosistem Garuda Spark telah menarik investasi Rp429,5 miliar untuk 80 startup.
Menara BTS setinggi 32 meter di Jelambar, Jakarta Barat, dibangun tanpa izin Sudin Citata dan telah dijatuhi SP 1; warga mengumpulkan petisi penolakan dan kelurahan berencana memblokir penerbitan izin.
Huawei memaparkan strategi '3R' untuk membangun ulang arsitektur jaringan telekomunikasi di era AI pada kongres WBBA di Wina, menekankan pergeseran fokus dari wilayah administratif ke pusat data AI (AIDC) dan integrasi layanan komputasi-jaringan.
Menko AHY menekankan pendirian data center harus memperhitungkan dampak lingkungan, terutama kebutuhan air dan energi yang besar, serta tidak boleh menimbulkan kompetisi sumber daya yang tidak adil bagi masyarakat sekitar. Regulasi lingkungan yang lebih ketat berpotensi memperlambat atau menambah biaya pembangunan data center di Indonesia.
Indonesia masuk radar ekspansi data center AI karena keterbatasan listrik di Singapura dan Malaysia, dengan analis CGS International menilai Indonesia berada di tahap serupa Malaysia awal siklus ekspansi DC 2022. Perhatian investor diperkirakan mengarah pada peluang AI Neocloud di Indonesia.
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengantongi dividen interim sebesar Rp200 miliar atau setara Rp3,43 per saham dari anak usahanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo). Penerimaan dividen tunai ini memperkuat likuiditas kas TOWR sebagai entitas induk.
Tim analis Bareksa merekomendasikan SGER, TOWR, dan PWON dengan pandangan IHSG berpeluang lanjut menguat. Isi berita tidak tersedia di data yang masuk, sehingga analisis hanya berdasarkan judul.
IHSG sesi I Jumat (9/10/2026) naik 0,35% ke 6.052,51 meski asing net sell Rp32,05 miliar; net buy terbesar SINI Rp15,94 miliar, CUAN Rp12,80 miliar, ARCI Rp9,52 miliar, BBCA Rp9,11 miliar, EMAS Rp8,96 miliar; net sell terbesar GOTO Rp27,91 miliar, BUMI Rp21,98 miliar, BBRI Rp20,63 miliar.
IHSG dibuka menguat tipis 0,03% ke level 6.208,45 didorong penguatan saham CUAN (+5,97%) dan BRPT (+4,05%). Namun, penguatan indeks tertahan oleh koreksi saham big banks seperti BBRI, BBCA, dan BBNI seiring antisipasi rebalancing MSCI serta tensi geopolitik global.
TOWR melakukan restrukturisasi strategis melalui delisting dan go private anak usahanya, IBST dan SUPR, untuk meningkatkan efisiensi operasional grup. Langkah ini didukung oleh fundamental TOWR yang solid dengan diversifikasi ke segmen fiber yang tumbuh pesat, mengimbangi moderasi di bisnis menara konvensional.
Kenaikan BI Rate sebesar 50 bps memicu pergeseran strategi investor obligasi dari orientasi capital gain ke defensif (tenor pendek dan yield tinggi). Hal ini meningkatkan biaya pendanaan (cost of fund) bagi emiten korporasi yang akan menerbitkan obligasi dan berpotensi menekan harga obligasi yang ada di pasar sekunder.
Indeks IDXINFRA anjlok 31,16% YTD akibat pelemahan rupiah ke Rp 17.717 per dolar AS dan kenaikan suku bunga BI sebesar 50 bps menjadi 5,25%. Pelemahan signifikan ini dipicu kejatuhan saham berbobot besar seperti BREN (-74,85% YTD), TBIG (-50,93% YTD), CDIA (-55,04% YTD), serta penurunan laba bersih TLKM sebesar 20,5% YoY.
Program digitalisasi UKM iForte berpotensi memperluas ekosistem digital, tetapi dampak finansial langsung ke emiten tidak terlihat. Implikasi pasar terbatas.
TPIA masuk MSCI Global Standard, berpotensi menarik arus dana pasif; TOWR dan SMGR turun ke Small Cap, berisiko tertekan. Dampak jangka pendek cenderung positif bagi saham yang masuk indeks, negatif bagi yang terdepak.
IHSG berpeluang menguji resistance 7.375 setelah breakout pivot 7.340 dan momentum teknikal membaik. Data AS dan keputusan BoJ menjadi risiko eksternal.
TOWR melanjutkan ekspansi anorganik di infrastruktur telekomunikasi dan fiber; belum masuk data center. Prospek pertumbuhan tetap positif, tanpa katalis transaksi spesifik.