PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) membentuk lenders panel yang diminati 34 lembaga keuangan untuk membiayai proyek PSEL Tahap 2 di 8 kota senilai US$1 miliar, dengan komitmen pendanaan masuk melebihi US$4 miliar (3,6x oversubscribed). Program waste-to-energy Indonesia mencakup 17 lokasi di 33 kabupaten/kota, menjadi yang terbesar di dunia.
PPRE membubarkan dan melikuidasi anak usaha PT Presisi Sumber Anugerah (PSA) per 19 Oktober 2026, karena PSA belum aktif beroperasi dan tidak sejalan dengan strategi bisnis perseroan. Manajemen menegaskan aksi ini tidak berdampak pada operasional maupun kondisi keuangan PPRE.
PTPP mengantongi kontrak baru Rp 6,88 triliun per April 2026 dengan kontribusi terbesar dari proyek Jalan Kspean Wanam-Muting Segmen 1 senilai Rp 1,77 triliun. Kinerja emiten juga berpotensi ditopang rencana anak usaha, PPRE, yang mendivestasi 51% saham LMA senilai Rp 1,61 triliun di tengah tantangan kenaikan BI rate ke 5,25%.
Enam emiten anak BUMN Karya mencatat kinerja negatif pada kuartal I/2024; tiga laba turun, tiga merugi. Tekanan menandakan pemulihan sektor konstruksi masih lemah.
Saham anak usaha BUMN Karya tertekan oleh kinerja negatif, arus kas buruk, dan likuiditas rendah. Anggaran infrastruktur lebih besar belum mengubah prospek.