PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatat rekor produksi listrik panas bumi tertinggi 4.114 GWh pada Januari-September 2026, melampaui target 108,22% dan naik 9,8% YoY, dengan EAF 98,51% jauh di atas rencana 92,20%.
PGEO mencetak rekor produksi listrik panas bumi 4.114 GWh pada Januari-September 2026, naik 9,8% YoY dan mencapai 108,22% dari target 3.801 GWh, memberi modal kuat mengejar target tahunan 5.255 GWh.
PGE membukukan laba bersih 79,6 juta dolar AS pada semester I-2026, tumbuh 15,48% yoy, dengan pendapatan naik 14,7% menjadi 235 juta dolar AS dan liabilitas turun 2,8%. Perseroan menargetkan kapasitas terpasang 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034 melalui ekspansi proyek Lumut Balai, Hululais, dan Lahendong.
PGEO menerbitkan 54,72 juta saham baru melalui konversi MESOP tiga tahap pada harga Rp648, Rp1.087, dan Rp838 per saham, sehingga total saham tercatat menjadi 41,95 miliar lembar.
Ekonom Permata Bank Josua Pardede mendorong pemerintah RI mempercepat realisasi investasi hijau pasca forum IMF-Bank Dunia, termasuk target penambahan kapasitas 69,5 GW hingga 2034 dengan 42,6 GW energi terbarukan, serta menyiapkan proyek PLTS, panas bumi, dan infrastruktur transmisi dalam 3 bulan.
Akademisi Universitas Tanjungpura menilai 310 KDMP di Kalbar (14,45% dari 2.145 desa) belum beroperasi optimal dan mengusulkan integrasi distribusi LPG 3 kg, pupuk bersubsidi, dan MinyaKita melalui kemitraan dengan Pertamina, PT Pupuk Indonesia, dan Bulog.
Kementerian ESDM memperkirakan CNG tabung 3 kg dapat diterapkan pada 2027 setelah evaluasi uji coba, dengan kontrak pengadaan minimal 100.000 unit tabung dari China sebagai alternatif LPG 3 kg untuk mengurangi ketergantungan impor energi.
PGEO melaporkan progres pengeboran 5 sumur panas bumi di Gunung Tiga, Lumut Balai, Ulubelu, dan Lahendong untuk menjaga pasokan uap serta ekspansi kapasitas hingga 55 MW di Lumut Balai Unit 3 dan 8 MW di Tompaso.
CESS dorong PLTP Gunung Ungaran target 55 MW dengan konsep '55 MW+0' — listrik panas bumi dibarengi perlindungan sumber air, keanekaragaman hayati, dan warisan budaya Candi Gedong Songo; PLN menegaskan pengeboran tidak di kawasan candi.
Pergerakan saham energi dan komoditas cenderung stagnan dengan minimnya katalis baru di pasar. Sentimen investor saat ini wait-and-see menunggu arah kebijakan moneter global.
PGEO memutuskan membagikan dividen tunai tahun buku 2023 sebesar US$ 128,4 juta atau setara Rp 47,77 per saham dari total laba bersih US$ 163,59 juta. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 5 Juni 2024 dengan tanggal pembayaran dividen pada 28 Juni 2024.
RUPST PGEO menyetujui pembagian dividen tahun buku 2023 sebesar USD128,4 juta atau 78,5% dari total laba bersih perseroan yang mencapai USD163,57 juta.
IDX BUMN20 turun 7,39% YtD, tetapi JSMR, BRIS, dan PGEO dinilai berpeluang rebound; tekanan sell in May paling terasa pada perbankan. IHSG bertahan di atas 7.000, membatasi risiko koreksi lanjutan.
PGEO membukukan laba bersih USD47,49 juta dengan margin 46%; pendapatan melampaui target YTD 4,1%. Capex USD18,08 juta mencapai 25% target tahunan, mendukung ekspansi panas bumi.
IHSG nyaris datar (+0,02%) meski asing mencatat jual bersih Rp1,18 triliun. Kenaikan sektoral dan saham pilihan tertahan aksi jual besar pada bank besar serta TLKM.
Kinerja BUMN kuartal I 2024 terbelah: PTPP, AGRO, dan ELSA mencatat pertumbuhan laba, sementara PGEO, ANTM, dan TINS melemah. Pergerakan saham juga beragam; artikel belum memberi rincian pembagian dividen.
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) optimis hadapi tahun 2024 dengan potensi energi panas bumi Indonesia mencapai 24 GW dan target kapasitas terpasang 1 GW pada tahun 2026
Asing net buy Rp556,3 miliar saat IHSG menguat tipis; pembelian selektif pada BBRI, TLKM, PGAS, PGEO, TPIA, dan ASII. Aksi jual pada BBCA, MDKA, ADRO, AMMN, dan BBNI menandakan rotasi, bukan penguatan merata.
Laba PGEO naik 28,46% dan dividen direncanakan, mendukung sentimen positif. Besaran dividen belum pasti; capex ekspansi dan target menjaga produksi perlu dicermati.
Ekspansi PGEO hingga US$3 miliar dan target kapasitas 1 GW mendukung prospek pertumbuhan panas bumi. Kebutuhan pendanaan besar berisiko menambah utang atau menekan arus kas.
PGE meraih penghargaan inovasi terbaik di Pertamina Cost Optimization 2023 untuk program "Re-engineering Venting System Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang" yang meningkatkan efisiensi dan revenue growth perusahaan
Saham EBT berpotensi menjadi diversifikasi jangka panjang, tetapi mayoritas terkoreksi pada awal pekan dan belum memiliki katalis kuat. Selektivitas penting di tengah arus keluar asing dan pasar lesu.
Kemitraan PGEO–PLN IP mengkaji tambahan kapasitas panas bumi hingga 230 MW, mendukung target PGEO 1 GW. Dampak masih bergantung pada kelayakan dan realisasi proyek.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tersingkir dari indeks LQ45 karena parameter kuantitatif dan kualitatif, digantikan oleh empat saham baru: MBMA, MTEL, PGEO, dan PTMP
Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka peluang untuk melakukan rebalancing indeks LQ45 selama tiga bulan sekali, dan empat saham baru masuk dalam indeks LQ45, yaitu MBMA, MTEL, PGEO, dan PTMP
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) meresmikan Lao-Lao Geopark, kolam pemandian air panas pertama di Indonesia yang memanfaatkan energi panas bumi secara langsung, di area PGE Lahendong, Sulawesi Utara