PBSA mengalokasikan Rp100 miliar untuk buyback saham tanpa RUPS setelah harga anjlok 25,4% ke Rp306 pasca stock split 1:2, dengan periode pelaksanaan 20 Oktober 2026 hingga 19 Januari 2027 melalui BCA Sekuritas.
PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) mengeksekusi pemecahan nilai saham (stock split) 1:2 dengan penetapan harga teoretis Rp422 per saham dari harga cum Rp845.
Perdagangan saham PBSA (Petrosea) dengan susunan nominal baru (stock split/penyesuaian nominal) resmi dimulai hari ini, mengubah harga dan jumlah saham beredar tanpa mengubah fundamental emiten.
Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menyetujui stock split saham PBSA dengan rasio pemecahan saham yang membuat harga per lembar turun (lebih terjangkau), sehingga berpotensi meningkatkan likuiditas dan minat investor ritel terhadap saham ini pasca stock split.
PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) stock split 1:2: nilai nominal Rp50 menjadi Rp25, jumlah saham 3 miliar menjadi 6 miliar; daftar pemegang saham 15 Oktober 2026, distribusi hasil split 16 Oktober 2026 via KSEI.
IHSG berhasil rebound 1,10% ke level 6.162,04 pada perdagangan Jumat ditopang reli sektor energi dan basic materials, meski secara kumulatif masih anjlok 8,35% dalam sepekan. Penguatan didorong rumor penundaan kebijakan ekspor komoditas strategis hingga 1 Januari 2027 yang mengerek saham MDKA, INCO, DEWA, dan BUMI.