Kemkomdigi melalui Sekjen Ismail menyatakan kebijakan spektrum frekuensi murah untuk memperluas jaringan 5G, dengan lebih dari 98% wilayah sudah terhubung 4G dan lelang spektrum terbaru menggunakan harga terjangkau untuk mendorong investasi operator.
Kemkomdigi menargetkan peningkatan kecepatan fixed broadband dari 67,45 Mbps ke 100 Mbps pada 2029, membuka frekuensi 700 MHz, 1,4 GHz, dan 2,6 GHz untuk perluasan jaringan, serta memproyeksikan ekonomi digital Indonesia naik dari $99 miliar (2025) menjadi $360 miliar pada 2030.
Huawei memaparkan strategi '3R' untuk membangun ulang arsitektur jaringan telekomunikasi di era AI pada kongres WBBA di Wina, menekankan pergeseran fokus dari wilayah administratif ke pusat data AI (AIDC) dan integrasi layanan komputasi-jaringan.
APJII memproyeksikan kapasitas data center Indonesia akan melampaui 1.000 MW pada 2030, hampir dua kali lipat dari kapasitas operasional saat ini sebesar 540 MW, didorong oleh pertumbuhan ekonomi digital dan permintaan yang terus meningkat.
Indonesia masuk radar ekspansi data center AI karena keterbatasan listrik di Singapura dan Malaysia, dengan analis CGS International menilai Indonesia berada di tahap serupa Malaysia awal siklus ekspansi DC 2022. Perhatian investor diperkirakan mengarah pada peluang AI Neocloud di Indonesia.
Pemerintah berencana membagikan ponsel gratis dilengkapi rekening digital untuk penyaluran bantuan sosial, berpotensi meningkatkan inklusi keuangan digital dan permintaan perangkat telekomunikasi.
IHSG terperosok 1,93% ke level 5.975,78 pada sesi I akibat tekanan jual sektor infrastruktur (-6,70%) dan energi (-3,65%) serta net foreign sell senilai Rp166,22 miliar. Tekanan jual asing terbesar melanda saham BUMI sebesar Rp44,40 miliar dan BBCA senilai Rp38,65 miliar, meskipun saham GOTO masih diborong asing Rp133,02 miliar.
IHSG sesi I Jumat (9/10/2026) naik 0,35% ke 6.052,51 meski asing net sell Rp32,05 miliar; net buy terbesar SINI Rp15,94 miliar, CUAN Rp12,80 miliar, ARCI Rp9,52 miliar, BBCA Rp9,11 miliar, EMAS Rp8,96 miliar; net sell terbesar GOTO Rp27,91 miliar, BUMI Rp21,98 miliar, BBRI Rp20,63 miliar.
IHSG berisiko melanjutkan pelemahan menguji support 5.899 setelah anjlok 8,35% dalam sepekan dan memangkas kapitalisasi pasar hingga Rp1.190 triliun. Di tengah tren bearish pasar, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness untuk ASII, HRUM, ISAT, serta Trading Buy pada PSAB.
IHSG menguat 0,93% ke level 6.219,34 pada penutupan Sesi I didorong kenaikan 511 saham dan lonjakan sektor transportasi sebesar 4,19%, dengan ADMR, MDKA, dan SCMA memimpin penguatan di indeks LQ45.
IHSG dibuka menguat 36,29 poin (0,59%) ke level 6.199,02 didorong oleh kenaikan seluruh indeks sektoral, terutama sektor infrastruktur (+1,74%). Saham SCMA, ISAT, dan BBRI menjadi top gainers LQ45, sementara CUAN, BUMI, dan DEWA berada di jajaran top losers.
IHSG dibuka menguat 0,29% ke level 6.179,67 didorong reli saham SCMA (+2,73%), ISAT (+2,44%), dan BBRI (+2,30%). Namun, sektor energi seperti CUAN (-5,63%) dan DEWA (-4,23%) tertekan oleh volatilitas jelang implementasi ekspor komoditas Danantara per 1 Juni 2026.
IHSG menghadapi tekanan jual masif akibat kombinasi arus keluar asing pasca-rebalancing FTSE/MSCI, pelemahan Rupiah ke level Rp17.700, dan kenaikan BI Rate. Meskipun valuasi secara fundamental sudah terdiskon (undervalue), sentimen makro dan risiko kebijakan domestik terus memicu aksi jual pada saham-saham big caps.
Indeks IDXINFRA anjlok 31,16% YTD akibat pelemahan rupiah ke Rp 17.717 per dolar AS dan kenaikan suku bunga BI sebesar 50 bps menjadi 5,25%. Pelemahan signifikan ini dipicu kejatuhan saham berbobot besar seperti BREN (-74,85% YTD), TBIG (-50,93% YTD), CDIA (-55,04% YTD), serta penurunan laba bersih TLKM sebesar 20,5% YoY.
Uji coba Starlink di IKN dan peluncuran layanan di Bali berpotensi memperluas konektivitas nasional. Dampak ke emiten terbatas; peluang infrastruktur digital diimbangi persaingan bagi operator telekomunikasi.
Laba ISAT naik 39,4% YoY, pelanggan bertambah dan margin EBITDA stabil; ekspansi luar Jawa mendukung pertumbuhan, meski ARPU rendah dan biaya jaringan meningkat.
Merger EXCL-FREN berpotensi memperkuat skala dan daya saing, tetapi MoU masih tidak mengikat dan kondisi keuangan FREN menjadi risiko. TLKM tetap unggul dalam aset, pelanggan, dan BTS.
Perlindungan sisa kuota berpotensi menekan pendapatan operator seluler, tetapi dampak pasar terbatas. Tanggal terbit 2026 tidak selaras dengan tanggal publikasi 2024; validitas informasi perlu dikonfirmasi.
Kekhawatiran penyalahgunaan Starlink untuk perjudian dapat memicu pengawasan regulasi. Dampak pasar langsung terbatas; belum ada kebijakan atau sanksi konkret.
IHSG melemah 0,17% saat asing net sell Rp715,64 miliar; tekanan jual menurunkan saham big cap dan mengikis net buy asing year to date. Ketidakpastian arah suku bunga The Fed menahan minat risiko.
Kinerja emiten telekomunikasi beragam: EXCL dan ISAT mencatat pertumbuhan laba kuat, sementara laba TLKM turun 5,78%. Sentimen sektor positif terbatas, dipimpin EXCL dan ISAT.
Aturan perlindungan sisa kuota berpotensi menekan fleksibilitas monetisasi paket dan menambah biaya kepatuhan operator. Dampak bergantung pada skema implementasi; tanggal publikasi input tidak selaras dengan tanggal kebijakan.
ISAT menyerap Rp2 triliun dari capex Rp12 triliun pada Q1; belanja diperkirakan meningkat pada kuartal berikutnya. Kemitraan NVIDIA melalui Lintasarta membuka peluang bisnis cloud dan AI, tetapi dampak finansial belum terukur.
Pendapatan ISAT naik 15,8% dan laba 39,36% yoy pada kuartal I 2024, ditopang pertumbuhan pelanggan serta layanan seluler dan internet. Kenaikan beban menjadi risiko margin.
Kinerja ISAT kuartal I 2024 kuat: pendapatan naik 15,8%, EBITDA 22,1%, dan laba 39,36% yoy. Kenaikan pelanggan, ARPU, dan trafik data mendukung momentum pertumbuhan.
ISAT belanja capex Rp2 triliun pada kuartal I dari target Rp12 triliun; belanja diperkirakan meningkat pada kuartal berikutnya. Kemitraan NVIDIA lewat Lintasarta mendukung ekspansi layanan AI dan cloud.
IHSG turun 0,16% dengan 356 saham melemah; asing mencatat net sell Rp406,99 miliar, meski sepekan masih net buy Rp1,73 triliun. Tekanan jual terbesar pada TLKM, BBCA, dan BMRI.
Bank big caps memimpin IHSG; saham Grup Barito dan teknologi tertinggal. Rotasi sektor berpotensi berlanjut, dengan peluang penguatan terbatas pada bank.
Saham infrastruktur menguat, ditopang telekomunikasi, jalan tol, dan ekspektasi kelanjutan proyek pemerintah; saham tower tertinggal. Penguatan konstruksi berisiko bergantung pada sentimen politik dan realisasi proyek.
Indosat (ISAT) dan Nokia melakukan kolaborasi untuk meningkatkan kompetensi talenta digital Indonesia melalui program pengembangan kompetensi dan kunjungan ke laboratorium inovasi Nokia
Bisnis-27 turun 0,48% meski 13 konstituen menguat; INKP memimpin, PGAS dan BMRI tertekan. Pergerakan mencerminkan pasar selektif, bukan pelemahan merata.
Emisi obligasi korporasi 2024 diperkirakan Rp148,15–169,05 triliun, didorong jatuh tempo naik menjadi Rp153,1 triliun. Penurunan suku bunga berpotensi menekan biaya refinancing; tambahan pasokan dapat menahan kenaikan harga obligasi.
IHSG turun 0,61% saat asing net sell Rp1,04 triliun, meski AMMN, ISAT, OASA, dan SIDO mencatat net buy. Arus beli selektif belum mengimbangi tekanan jual pasar.
IHSG turun 0,13% ke 7.339, meski saham naik lebih banyak daripada yang turun; pelemahan saham berkapitalisasi besar menekan indeks. BI mempertahankan suku bunga di 6%.
Emisi obligasi korporasi diproyeksi Rp148,15 triliun, didorong kebutuhan refinancing yang meningkat. Permintaan diperkirakan naik; Indosat menyatakan akan melunasi obligasi jatuh tempo memakai kas internal.
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengalokasikan Rp 12 triliun untuk capital expenditure (capex) pada tahun ini, dengan fokus ekspansi ke daerah rural di luar Pulau Jawa dan membangun ketangguhan jaringan, serta membukukan pendapatan sebesar Rp 51,2 triliun di tahun 2023