Deretan 10 Saham Top Losers Sepekan, Ada VKTR dan DSSA
Deretan 10 saham top losers sepekan dipimpin oleh VKTR (VKTR) dan DSSA (DSSA) yang mencatat penurunan signifikan dalam periode mingguan.
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk
Harga Terakhir
360
Perubahan
+24 (+7.14%)
Lot
2.73M
Val
98.25B
Avg Val (20H)
63.52B
Penanda ▲/▼ = hari dengan berita bullish/bearish dominan (angka = jumlah berita). Klik chart pada tanggal itu untuk menyorot beritanya.
Deretan 10 saham top losers sepekan dipimpin oleh VKTR (VKTR) dan DSSA (DSSA) yang mencatat penurunan signifikan dalam periode mingguan.
VKTR mendirikan entitas anak PT Indo Pacific Critical Minerals (IPCM) dengan kepemilikan 99% dan modal disetor Rp250 juta untuk memperkuat rantai pasok mineral kritis baterai kendaraan listrik. Langkah ini merupakan strategi integrasi ekosistem EV nasional bersama PT Bakrie Metal Industries (1%).
IHSG berpotensi mengalami koreksi menjelang akhir pekan, namun artikel tersebut menyoroti potensi cuan pada saham BBCA (perbankan) dan VKTR (teknologi/kendaraan listrik) yang dinilai masih memiliki peluang.
IHSG turun 2,16% ke level 5.814,72 dengan net foreign sell Rp182,94 miliar. TLKM paling banyak dijual asing (Rp34,93 M), sementara BBCA paling banyak dibeli asing (Rp104,89 M).
IHSG turun 0,17% ke level 5.925,98 pada 13/10/2026, namun asing mencatatkan net buy Rp561,60 miliar dengan ASII (Rp44,73 miliar), TINS (Rp35,28 miliar), dan BRMS (Rp34,45 miliar) sebagai saham paling banyak diborong asing.
Saham VKTR jatuh 3 hari beruntun dengan koreksi 35,33% dalam sepekan ke Rp545, di tengah rights issue senilai maksimal Rp3 triliun; RSI mendekati oversold di 27,9 dan berada di bawah seluruh MA utama.
IHSG anjlok 2,59% ke level 5.975,78 dengan 602 saham terkoreksi, namun investor asing mencatatkan net foreign buy sebesar Rp128,89 miliar. Saham GOTO (Rp134,35 miliar), BBRI (Rp80,31 miliar), dan ASII (Rp78,32 miliar) menjadi incaran utama beli bersih asing di tengah tekanan jual pasar.
BEI menetapkan harga teoretis saham VKTR sebesar Rp675 per saham untuk perdagangan 7 Oktober 2026 pasca rights issue Rp3 triliun, disesuaikan dari harga penutupan cum-date di level Rp835. Penyesuaian harga dasar saham perseroan untuk perhitungan IHSI juga ditetapkan menjadi 80.
Meski IHSG anjlok 8,35% dalam sepekan ke level 6.162,04 dan mencatat net sell asing Rp 2,03 triliun, investor asing terpantau mengakumulasi saham tambang dan energi seperti MDKA (Rp 691,09 miliar), BRMS (Rp 414,27 miliar), dan BUMI (Rp 413,08 miliar).
Meskipun IHSG ambles 8,35% ke level 6.162,04 tertekan anjloknya saham TPIA (-53,49%) dan DSSA (-47,34%), investor asing tercatat selektif memborong saham mineral dan komoditas dengan net buy terbesar pada MDKA (Rp691,1 miliar), BRMS (Rp414,3 miliar), dan BUMI (Rp413,1 miliar).
Laba PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) naik 15,7% di kuartal I 2024, meskipun penjualan turun, dengan margin laba kotor konsolidasi meningkat menjadi 26,1%
Artikel mengidentifikasi 17 saham yang terafiliasi dengan pendukung Prabowo-Gibran, termasuk emiten milik Aburizal Bakrie (VKTR, BNBR, BUMI, BRMS, ENRG, DEWA, VIVA, MDIA, UNSP, ELTY, JGLE, BTEL), Kaesang (PMMP), keluarga Prabowo (WIRG), Pandu Sjahrir (TOBA, GOTO), serta Aguan (PANI) dan MKTR milik mertua Menpora Dito Ariotedjo.
Ekspansi EBT dan insentif kendaraan listrik mendukung prospek sektor, tetapi monetisasi masih membutuhkan waktu. VKTR paling langsung diuntungkan; manufaktur menyumbang sekitar 95% pendapatannya pada 2023.
Laba bersih VKTR anjlok 89,06% pada 2023, sementara pendapatan turun tipis; kenaikan laba bruto dan kas dari IPO belum menutup pelemahan laba.
IHSG turun 0,55% sepekan ke 7.295,09; ALII anjlok 33,77%, disusul VKTR 23,47% dan HYGN 20,30%. Pelemahan tajam terkonsentrasi pada saham-saham individual.
IHSG turun 0,55% sepekan; tekanan terkonsentrasi pada saham berkapitalisasi dan sektor beragam. ALII anjlok 33,77%, VKTR 23,47%, menandakan volatilitas tinggi tanpa katalis yang dijelaskan.
GOTO, BUMI, dan HUMI memimpin volume perdagangan mingguan; data volume saja tidak menunjukkan arah harga atau sentimen pasar.
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengumumkan pembangunan fasilitas kendaraan listrik komersil pertama di Indonesia dengan investasi sekitar Rp300 miliar
IHSG melemah, tetapi sejumlah saham—terutama PTPS, ALII, dan VKTR—melonjak tajam; reli terkonsentrasi, bukan penguatan pasar luas.
IHSG turun 0,55% sepekan, dengan pelemahan teknologi dan keuangan diimbangi penguatan infrastruktur. Pergerakan ekstrem saham individual menandakan volatilitas tinggi.
IHSG melemah pada 19–23 Februari 2024, sementara saham PTPS, ALII, dan VKTR melonjak tajam. Kenaikan saham individual menunjukkan rotasi selektif di tengah pasar yang lemah.
IHSG turun 0,61% dengan saham melemah lebih banyak daripada yang menguat. Kenaikan tajam RELI, SMGA, LPGI, DADA, PTPS, WAPO, dan VKTR mencerminkan penguatan selektif.
Insentif PPN mobil listrik 2024 berpotensi mendukung ASII, IMAS, dan VKTR. Dampak terbatas syarat TKDN, masa berlaku singkat, dan eksekusi penjualan.
Kemitraan Salim–Bakrie meluas, terbaru lewat usaha patungan VKTR dan anak usaha IMAS. Potensi sinergi positif, tetapi nilai dan dampak finansial belum jelas.
VKTR naik 17,33% dan NCKL menguat lebih dari 10%, sementara BBCA melemah; IHSG turun tipis 0,13%. Lonjakan VKTR disertai valuasi tinggi (PER 150 kali), menambah risiko koreksi.
Saham Grup Bakrie menguat serentak, dipimpin VKTR dan ALII; reli belum menunjukkan katalis fundamental yang jelas. Saham gocap dan notasi khusus menambah risiko volatilitas.
PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menjadi perusahaan swasta pertama di Pulau Sumatera yang menggunakan bus listrik sebagai transportasi dan mobilisasi karyawan, dengan total 18 unit bus listrik pendukung operasional perusahaan