IHSG anjlok 2,34% ke level 5.951,38 dan menembus batas psikologis 6.000 akibat rumor sanksi MSCI dan regulator terhadap emiten konglomerasi. Tekanan paling tajam dialami oleh saham BREN yang merosot 11,48%, DSSA jatuh 12,39%, serta RLCO melemah 8,87%.
MSCI mempertahankan status Emerging Market Indonesia tetapi memperingatkan potensi penurunan ke Frontier Market pada November 2026 akibat isu transparansi dan free float, serta menyoroti 13 saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) termasuk BREN (97,31%) dan DSSA (95,76%).
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) menyasar segmen premium dengan kontribusi ekspor 80% ke China hingga AS demi menjaga ketahanan margin dari disrupsi logistik global.
BEI berdiskusi dengan salah satu emiten High Shareholding Concentration (HSC) terkait upaya peningkatan distribusi saham ke publik, di mana sejumlah emiten tercatat memiliki konsentrasi kepemilikan sangat tinggi seperti BREN (97,31%) dan DSSA (95,76%).