OJK menjatuhkan sanksi atas temuan keuntungan tidak sah dalam transaksi saham DSSA serta pemesanan IPO BREN dan CUAN setelah memeriksa 12 direksi perusahaan efek, 15 perorangan, dan 11 badan hukum asing. Sanksi ini menyasar pihak terkait manipulasi perdagangan dan penawaran umum, bukan pada emitennya langsung.
MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika mencatatkan rekor 157.875 pengunjung (naik 12,5% dari 2025) dengan dampak ekonomi Rp5,2 triliun, sementara DLH Lombok Tengah masih menyisir sampah yang volumenya meningkat seiring lonjakan penonton.
IHSG turun 2,16% ke level 5.814,72 dengan net foreign sell Rp182,94 miliar. TLKM paling banyak dijual asing (Rp34,93 M), sementara BBCA paling banyak dibeli asing (Rp104,89 M).
PTRO merancang rights issue sebanyak 170 juta saham baru (1,69% dari modal ditempatkan) dengan dilusi maksimal 1,66%, dana akan digunakan sebagai modal kerja proyek rekayasa dan konstruksi.
PT Petrosea Tbk (PTRO), emiten terafiliasi Prajogo Pangestu, berencana rights issue maksimal 170 juta saham baru (1,69% dari modal disetor) untuk modal kerja proyek rekayasa dan konstruksi. Saham PTRO turun 4,85% ke Rp3.920 pasca pengumuman, dengan potensi dilusi kepemilikan hingga 1,66%.
IHSG ditutup menguat 1,04% ke level 6.093,76 dengan net foreign buy sesi kedua mencapai Rp30,4 miliar, dipimpin aksi beli pada saham ENRG sebesar Rp34 miliar dan EMAS senilai Rp17 miliar.
IHSG anjlok 2,6% ke level 5.936,15 akibat aksi jual masif pada saham konglomerasi seperti DSSA (-15%), PTRO (-15%), TPIA (-10%), BUMI (-8%), dan BRMS (-6%). Penurunan tajam ini dipicu rumor sanksi serta kekhawatiran pembekuan (freeze) perlakuan saham Indonesia oleh MSCI pada akhir Oktober 2026.
Investor asing membukukan net sell sebesar Rp 823,3 miliar di sesi 1 yang menekan IHSG turun 0,91% ke level 6.149,68. Tekanan jual asing terbesar terkonsentrasi pada saham perbankan jumbo, yakni BBCA sebesar Rp 232,2 miliar dan BBRI senilai Rp 138,1 miliar.
IHSG naik 1,10% ke level 6.162,04 didorong lonjakan saham tambang seperti MDKA (+24,77%), namun dibayangi net sell asing Rp1,07 triliun serta ancaman outflow hingga US$2,86 miliar akibat dikeluarkannya DSSA, DAAZ, HILL, dan MLIA dari indeks FTSE Russell. Di sisi lain, SINI bersiap rights issue Rp5.000 per saham untuk akuisisi anak usaha PTRO senilai Rp1,73 triliun.
SINI melakukan ekspansi agresif melalui akuisisi KMS dari PTRO senilai Rp1,73 triliun yang didanai melalui rights issue. Aksi korporasi ini diproyeksikan meningkatkan total aset SINI secara signifikan sebesar 154,9%, memperkuat posisi perusahaan di sektor pertambangan batubara melalui pengendalian anak usaha KMS.
Rupiah menghadapi tekanan berat akibat kombinasi capital outflow, pelebaran defisit transaksi berjalan, dan sentimen risk-off global. Intervensi BI melalui 'triple intervention' menjadi satu-satunya katalis penahan volatilitas, namun efektivitasnya terbatas oleh penguatan DXY dan ketidakpastian geopolitik.
IHSG berhasil rebound 1,10% ke level 6.162,04 setelah terkoreksi delapan hari berturut-turut dengan total transaksi mencapai Rp 21,56 triliun. Kendati investor asing masih mencatat net sell harian Rp 309,45 miliar, saham MDKA dan BRMS memimpin aksi beli bersih asing masing-masing sebesar Rp 173,62 miliar dan Rp 171,23 miliar.
Kekayaan Prajogo Pangestu anjlok 52,45% (US$15 miliar) sepanjang tahun akibat rontoknya saham Grup Barito, dipimpin BREN yang ambles 62,27% dalam sebulan usai didepak dari indeks MSCI karena isu konsentrasi kepemilikan saham (HSC) 97,31%. Kejatuhan saham-saham seperti CUAN (-65,15%), TPIA (-47,21%), dan BRPT (-27,64%) telah memangkas total kapitalisasi pasar grup Barito lebih dari Rp1.400 triliun dari titik tertingginya.
Saham-saham grup Prajogo Pangestu seperti TPIA (-14,66%), BRPT (-9,59%), dan BREN (-9,32%) anjlok akibat sentimen keluarnya emiten dari indeks MSCI. Aksi jual ini memicu potensi passive fund outflow dan melenyapkan kapitalisasi pasar grup tersebut lebih dari Rp1.400 triliun dari puncaknya.
IHSG anjlok 3,54% ke level 6.094,94 dengan 700 saham memerah akibat sentimen asumsi makro RAPBN 2027 dan kebijakan ekspor komoditas SDA satu pintu via BUMN. Saham energi dan konglomerasi seperti MEDC, MBMA, DEWA, dan BRPT memimpin pelemahan dengan koreksi tajam di atas 11% hingga 14%.
IHSG ambruk 2,76% ke level 6.144,36 pada sesi I terseret kejatuhan saham grup Prajogo Pangestu seperti TPIA (-14,66%), BRPT (-12,5%), PTRO (-11,5%), dan BREN (-10,75%) akibat delisting dari indeks MSCI. Tekanan jual kian diperberat oleh kenaikan BI Rate 50 bps menjadi 5,25% serta kekhawatiran regulasi terkait pembentukan badan ekspor komoditas.
Saham-saham terkait Prajogo melonjak 11–37% dalam sepekan, mengangkat nilai kekayaannya. Reli terkonsentrasi pada grup usaha, bukan sinyal penguatan pasar luas.
Lima saham Prajogo mencapai kapitalisasi Rp2.455,62 triliun, hampir 19,77% total BEI, ditopang rekor harga. Kenaikan memperkuat sentimen, tetapi konsentrasi dan valuasi tinggi meningkatkan risiko koreksi.
Lima saham Prajogo Pangestu menguasai 19,77% kapitalisasi BEI; kenaikannya turut mengangkat IHSG 3,22%. Reli menopang indeks, tetapi konsentrasi tinggi memperbesar risiko koreksi dan distorsi kinerja pasar.
IHSG naik 0,93% ke 7.246, ditopang penguatan luas dan reli BRPT. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed mengangkat sentimen, tetapi reli saham Prajogo terkonsentrasi.
IHSG naik 1,36%, ditopang surplus dagang, optimisme suku bunga AS, dan reli saham Prajogo Pangestu serta bank BUMN. Kenaikan relatif terkonsentrasi; 257 saham melemah.
Jadwal cum dividen 6–8 Mei mencakup 14 emiten, dengan nilai terbesar MCOL Rp1,58 triliun. Menopang minat pada saham pembagi dividen; harga berpotensi terkoreksi saat ex-date.
Revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara dapat meningkatkan kepastian berusaha sektor tambang, dengan Ketua Komite Tetap Minerba Kadin Indonesia Arya Rizqi Darsono menilai revisi ini penting untuk percepatan perpanjangan izin tambang