Nilai tukar rupiah melemah 0,30% ke level Rp 17.796 per dolar AS mendekati level psikologis Rp 18.000 di tengah minimnya ruang intervensi Bank Indonesia menjelang libur nasional. Pelemahan ini memicu lonjakan risiko inflasi yang memaksa masyarakat kelas menengah menahan belanja besar dan mengurangi konsumsi.
RUPST PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) menyepakati pembagian dividen hampir 100% dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai US$ 21,78 juta. Kinerja perseroan turut didukung oleh pertumbuhan pendapatan 5,1% menjadi US$ 266,9 juta serta arus kas operasional positif US$ 67 juta.
Wall Street menguat mendekati rekor tertinggi dipimpin lonjakan saham semikonduktor Micron (+13,3%) dan indeks Nasdaq (+1,12%) berkat optimisme AI serta ekspektasi pertumbuhan laba Q1-2026 sebesar 29%. Kenaikan ini terjadi di tengah pasar yang tetap mewaspadai tensi AS-Iran dan lonjakan harga minyak Brent hingga 2,7%.
Pasar mengalami tekanan jual signifikan dengan pelemahan IHSG sebesar 8,35% akibat rebalancing MSCI dan penyesuaian portofolio dana pasif global. Koreksi tajam pada saham-saham berkapitalisasi besar dan emiten afiliasi Prajogo Pangestu (TPIA, CUAN) mencerminkan volatilitas teknikal tinggi, meskipun fundamental ekonomi domestik tetap resilien dengan pertumbuhan PDB 5,61%.
IHSG berhasil rebound 1,10% ke level 6.162,04 pada perdagangan Jumat ditopang reli sektor energi dan basic materials, meski secara kumulatif masih anjlok 8,35% dalam sepekan. Penguatan didorong rumor penundaan kebijakan ekspor komoditas strategis hingga 1 Januari 2027 yang mengerek saham MDKA, INCO, DEWA, dan BUMI.