BEI mencabut status High Shareholding Concentration (HSC) dari FILM (MD Entertainment) dan MGLV (NexAI Digital Infrastruktur) karena sebaran kepemilikan saham dinilai sudah tidak lagi terpusat, sementara 19 emiten lainnya masih berstatus HSC.
BPJS Kesehatan membantah isu gagal bayar klaim rumah sakit dan menyatakan tambahan anggaran Rp20 triliun dari pemerintah akan digunakan untuk menutup cash flow gap Dana Jaminan Sosial (DJS) sebesar Rp14 triliun, dengan rata-rata pembayaran klaim 2025 tercatat 13,6 hari kalender.
BEI memasukkan MTEL (95,58%), ADES (95,10%), SAME (94,99%), dan BBMD (99,25%) ke dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) terbaru karena kepemilikan terkonsentrasi sangat tinggi. Meski demikian, bursa menegaskan tidak ada pelanggaran ketentuan pasar modal terkait status kepemilikan tersebut.
BEI merilis 19 emiten berstatus High Shareholding Concentration (HSC) seperti SSMS, MTEL, dan TBIG, sementara OJK bersiap melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap saham HSC yang aktif demi mengantisipasi manipulasi harga.
Enam calon emiten yakni JELI, JECX, BACH, EMMI, PRDL, dan RANS berencana menggelar IPO di awal semester II 2026 dengan potensi penghimpunan dana akumulatif melampaui Rp 1,6 triliun. Investor diarahkan untuk lebih selektif terhadap prospek pertumbuhan dan valuasi di tengah tren pasar yang cenderung bearish.