Prodia (PRDA) berencana melakukan stock split dengan rasio 1:5 yang akan menurunkan harga saham menjadi sekitar Rp 20 per saham, bertujuan meningkatkan likuiditas dan keterjangkauan saham bagi investor ritel.
Prodia (PRDA) berencana stock split rasio 1:5, menurunkan nilai nominal dari Rp100 menjadi Rp20 per saham, dengan jumlah saham meningkat dari 937,5 juta menjadi 4,6875 miliar saham. RUPSLB dijadwalkan 23 November 2026 untuk meminta persetujuan pemegang saham.
PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) melanjutkan realisasi buyback saham secara bertahap dengan sisa dana anggaran mencapai Rp98,03 miliar dari total alokasi Rp150 miliar per 9 Oktober 2026.
Pelemahan rupiah menjadi keprihatinan PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) karena sebagian besar alat kesehatan berasal dari impor, dengan laba bersih tahun 2023 sebesar Rp259,3 miliar turun 30,2% dari tahun 2022