KLBF dan SIDO membukukan pertumbuhan pendapatan serta laba pada Q1 2024; PEHA merugi, sementara KAEF dan INAF belum melaporkan kinerja. Dolar AS yang melemah berpotensi menekan biaya impor farmasi.
Kinerja KLBF dan SIDO tumbuh kuat pada kuartal I 2024, ditopang pemulihan daya beli dan kesadaran kesehatan; PEHA justru merugi. Sentimen sektor farmasi positif, tetapi tidak merata.
Kinerja farmasi beragam: KLBF dan SIDO tumbuh, sementara PEHA merugi tajam. SIDO paling menonjol berkat pertumbuhan laba 30% dan posisi kuat di obat herbal.
PEHA, KLBF, dan SIDO menargetkan peluncuran produk baru pada 2024; SIDO juga merencanakan pabrik baru di Yogyakarta. Dampak positif masih bergantung pada realisasi dan kontribusi penjualan.