Jual kamera milik perusahaan, pria di Kalideres ditangkap polisi
Polisi menangkap seorang pria berinisial AI yang diduga menggelapkan kamera Sony A7 III milik PT Mikalindo Bakti Cemerlang di Kalideres, Jakarta Barat
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
Harga Terakhir
1.380
Perubahan
+100 (+7.81%)
Lot
86.55K
Val
11.94B
Avg Val (20H)
3.67B
Penanda ▲/▼ = hari dengan berita bullish/bearish dominan (angka = jumlah berita). Klik chart pada tanggal itu untuk menyorot beritanya.
Polisi menangkap seorang pria berinisial AI yang diduga menggelapkan kamera Sony A7 III milik PT Mikalindo Bakti Cemerlang di Kalideres, Jakarta Barat
BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) mengincar penempatan investasi di sektor hotel, katering, dan logistik pendukung ibadah haji di Arab Saudi. Langkah ini memperluas diversifikasi aset BPKH ke luar negeri, meski rincian nilai investasi belum diungkap.
BPJS Kesehatan membantah isu gagal bayar klaim rumah sakit dan menyatakan tambahan anggaran Rp20 triliun dari pemerintah akan digunakan untuk menutup cash flow gap Dana Jaminan Sosial (DJS) sebesar Rp14 triliun, dengan rata-rata pembayaran klaim 2025 tercatat 13,6 hari kalender.
Kemenkes mencatat 277.075 kasus ISPA kumulatif per 12 Oktober 2026 di tujuh provinsi terdampak karhutla, dengan 22,5% (62.400 kasus) pada anak usia 0-5 tahun, serta mobilisasi 2.106 tenaga medis dan distribusi lebih dari 2,8 juta masker.
Health Summit 2026: belanja kesehatan nasional Rp641 triliun/tahun diposisikan sebagai peluang investasi dan penguat kemandirian industri kesehatan domestik.
MIKA membukukan pertumbuhan pendapatan 21% dan laba bersih 25% YoY pada Q1 2024; margin EBITDA naik 210 bps. Prospek ekspansi kapasitas dan rekomendasi beli mendukung sentimen saham.
TPIA masuk MSCI Global Standard, berpotensi menarik arus dana pasif; TOWR dan SMGR turun ke Small Cap, berisiko tertekan. Dampak jangka pendek cenderung positif bagi saham yang masuk indeks, negatif bagi yang terdepak.
MIKA mencatat laba bersih naik 25,2% dan pendapatan naik 21,5% pada Q1 2024. Manajemen mempertahankan target pertumbuhan pendapatan 12,5–15% sepanjang 2024.
Bisnis-27 naik 0,47%, ditopang MIKA, PGAS, ICBP, dan BRIS. Kenaikan terbatas: 13 saham menguat, 10 melemah.
Pendapatan empat emiten rumah sakit tumbuh dua digit; HEAL dan MIKA catat kenaikan laba kuat. SILO tertekan pencadangan aset, sementara SRAJ kembali laba tipis.
Bisnis-27 turun 0,58%; 15 dari 27 saham melemah. ADRO, MIKA, dan MYOR menguat, sementara ICBP dan TLKM terkoreksi tajam.
Bisnis-27 naik tipis 0,07% meski AKRA, CPIN, BBCA, dan PGAS tertekan; KLBF dan MIKA menguat. Pergerakan campuran, tanpa arah pasar yang kuat.
Bisnis-27 naik 0,23%, dengan 15 dari 27 saham menguat. MIKA, TOWR, INKP, dan KLBF menjadi penopang utama.
Bisnis-27 turun 0,31% menjelang hasil Pilpres, meski 15 dari 27 saham menguat. KLBF, JSMR, dan MIKA memimpin kenaikan; BMRI melemah.
Bisnis-27 turun 0,2% sejalan dengan IHSG, meski 12 konstituen menguat. INKP memimpin kenaikan 7,02%, disusul JSMR dan MTEL.
Bisnis-27 naik 0,44%, ditopang ISAT, MIKA, dan PGAS; penguatan terbatas dengan 11 saham melemah.
IHSG mencetak rekor penutupan 7.421,21; momentum positif ditopang optimisme domestik dan ekspektasi Fed dovish. Inflasi AS serta rilis PPI berisiko memicu volatilitas dan membatasi kenaikan.
Bisnis-27 naik 0,62% sejalan IHSG, tetapi pergerakan konstituen berimbang: 13 naik, 12 turun. BBNI, EXCL, BBRI menguat; MAPI terkoreksi paling dalam.
IHSG naik 0,4%, ditopang infrastruktur dan industri; teknologi dan kesehatan melemah. Pemangkasan OPEC berpotensi menopang harga minyak, tetapi menambah risiko inflasi dan tekanan biaya.
Ekspansi tiga RS mendukung pertumbuhan kapasitas MIKA mulai 2025, tetapi capex Rp800 miliar–Rp1 triliun menekan arus kas jangka pendek. Dampak pasar terbatas dan spesifik emiten.
Bisnis-27 turun tipis 0,06%, dengan 16 dari 27 saham melemah. Kenaikan JSMR dan CPIN tertahan tekanan di MIKA, ISAT, serta PGAS.