PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menyuntikkan modal tambahan sebesar US$3,6 juta (Rp64,44 miliar) ke Simas Bank S.A. di Timor Leste, sehingga total nilai investasinya menjadi US$6 juta dengan kepemilikan tetap 60%.
IHSG ditutup menguat 1,21% ke level 6.192,93 ditopang lonjakan sektor energi sebesar 4,14% serta penguatan saham BYAN, AMMN, dan GOTO dengan total transaksi Rp10,97 triliun. Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan jual pada BBCA dan BBRI serta lonjakan imbal hasil US Treasury 10-tahun ke 5,307%.
IHSG menguat 1,26% ke level 6.196,09 di akhir Sesi I didorong oleh lonjakan sektor energi sebesar 3,08% dan teknologi 2,1% dengan nilai transaksi mencapai Rp5,62 triliun. Saham BYAN, BBRI, MORA, GOTO, dan DCII tampil sebagai pendorong utama kenaikan indeks.
IHSG melesat 1,01% ke level 6.180,43 pada sesi I ditopang lonjakan sektor energi sebesar 2,5% serta penguatan saham BYAN, BBRI, dan GOTO dengan nilai transaksi mencapai Rp4,03 triliun.
Setelah reli 17,09% dalam lima hari perdagangan, IHSG sesi I terkoreksi 0,84% ke level 6.202,47 akibat aksi ambil untung dengan sektor utilitas anjlok 8,05%. Pelemahan indeks terutama ditekan oleh kejatuhan saham BREN sebesar 10,59% serta BMRI dan AMMN, kendati laju koreksi tertahan oleh penguatan BBRI dan BBCA.
IHSG ditutup menguat 0,28% ke posisi 7.247,93, didorong oleh saham-saham seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA)