BI menekankan sinergi dan digitalisasi UMKM perempuan di sektor halal, dengan 37 juta pelaku UMKM perempuan (64,5%) dan industri halal berkontribusi 27% terhadap PDB senilai Rp4.900 triliun pada 2026 serta ekspor halal mencapai USD 35,7 miliar di semester I 2026.
Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan Indonesia berpeluang besar mengembangkan ekonomi syariah, dengan rantai nilai halal tumbuh 5,5% YoY di Q2 2026 melampaui pertumbuhan ekonomi nasional, serta penerbitan green sukuk mencapai USD 7,7 miliar dan Rp108,9 triliun per Juni 2026.