Cari Dana Rp30 T, Kemenkeu Lelang Surat Utang Pekan Depan-Kupon 7,25%
DJPPR Kemenkeu lelang 9 seri SUN Selasa 13/10/2026 target Rp30 triliun (maks 150%); FR0110 kupon 7,25% tertinggi di antara seri tenor panjang.
PT Bank OCBC NISP Tbk
Harga Terakhir
1.165
Perubahan
+20 (+1.75%)
Lot
146.87K
Val
17.11B
Avg Val (20H)
7.33B
Penanda ▲/▼ = hari dengan berita bullish/bearish dominan (angka = jumlah berita). Klik chart pada tanggal itu untuk menyorot beritanya.
DJPPR Kemenkeu lelang 9 seri SUN Selasa 13/10/2026 target Rp30 triliun (maks 150%); FR0110 kupon 7,25% tertinggi di antara seri tenor panjang.
PT Bank HSBC Indonesia tetap agresif melayani segmen affluent lewat HSBC-ANA Travel Fair 2026 periode Oktober dengan target pertumbuhan transaksi di atas 44% yoy (capaian tahun lalu), sambil mempersiapkan transisi bisnis ritel dan wealth management (IWPB) ke PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) pada semester I-2027; nilai AUM yang dialihkan Rp89,8 triliun, termasuk Rp58,2 triliun investasi nasabah di obligasi, reksa dana, dan asuransi, sesuai perjanjian yang diumumkan 4 Mei 2026.
Laba bersih OCBC NISP meningkat 13% menjadi Rp1,17 triliun di kuartal I-2024, dengan aset yang meningkat 5% menjadi Rp252,4 triliun
Rebalancing IDX80 berlaku 2 Mei–31 Juli 2024: enam saham masuk, enam keluar. Potensi arus dana pasif mendukung saham masuk dan menekan saham keluar; bukan sinyal fundamental.
NISP membagikan Rp72 per saham, naik 24,06% YoY, ditopang pertumbuhan laba 23%. Cum date NISP dan HATM pekan depan; dampak utama pada harga saham setelah ex-dividend.
PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) belum memiliki rencana untuk melakukan pelepasan unit usaha syariah (UUS) miliknya, OCBC Syariah, karena masih jauh dari ketentuan spin off OJK dengan aset sebesar Rp9,15 triliun per 31 Desember 2023
Lo Kheng Hong memilih perbankan dan batubara karena fundamental dinilai kuat, valuasi menarik, serta potensi dividen. Sinyal positif bersifat opini investor dan bergantung pada stabilitas pasar.
Lo Kheng Hong mengunggulkan perbankan dan batubara karena fundamental kuat, valuasi murah, serta dividen menarik. Ini opini investor, bukan katalis baru; prospek tetap bergantung pada kondisi pasar.
Rencana buyback GOTO, BNGA, NISP berpotensi menopang harga saham, tetapi masih menunggu persetujuan RUPST. Motifnya berbeda: penggunaan kas GOTO dan remunerasi variabel di bank.
Citibank, Standart Chartered Bank Indonesia, dan Commonwealth Bank Australia menutup atau melepas bisnis ritelnya di Indonesia, sementara PT OCBC NISP Tbk. membeli saham 99,00% PT Bank Commonwealth