IHSG Ditutup Terbang 4,12% ke 6.254, Saham Prajogo hingga Hapsoro Melaju
Pasar menunjukkan stabilitas dengan aliran modal asing yang netral dan volatilitas rendah. Sektor energi tetap menjadi penggerak utama di tengah kondisi makro yang stabil.
PT Chandra Daya Investasi TBK.
Harga Terakhir
420
Perubahan
-6 (-1.41%)
Lot
465.13K
Val
19.54B
Avg Val (20H)
25.36B
Penanda ▲/▼ = hari dengan berita bullish/bearish dominan (angka = jumlah berita). Klik chart pada tanggal itu untuk menyorot beritanya.
Pasar menunjukkan stabilitas dengan aliran modal asing yang netral dan volatilitas rendah. Sektor energi tetap menjadi penggerak utama di tengah kondisi makro yang stabil.
Indeks IDXINFRA anjlok 31,16% YTD akibat pelemahan rupiah ke Rp 17.717 per dolar AS dan kenaikan suku bunga BI sebesar 50 bps menjadi 5,25%. Pelemahan signifikan ini dipicu kejatuhan saham berbobot besar seperti BREN (-74,85% YTD), TBIG (-50,93% YTD), CDIA (-55,04% YTD), serta penurunan laba bersih TLKM sebesar 20,5% YoY.
Saham-saham grup Prajogo Pangestu seperti TPIA (-14,66%), BRPT (-9,59%), dan BREN (-9,32%) anjlok akibat sentimen keluarnya emiten dari indeks MSCI. Aksi jual ini memicu potensi passive fund outflow dan melenyapkan kapitalisasi pasar grup tersebut lebih dari Rp1.400 triliun dari puncaknya.
Kekayaan Prajogo Pangestu anjlok 52,45% (US$15 miliar) sepanjang tahun akibat rontoknya saham Grup Barito, dipimpin BREN yang ambles 62,27% dalam sebulan usai didepak dari indeks MSCI karena isu konsentrasi kepemilikan saham (HSC) 97,31%. Kejatuhan saham-saham seperti CUAN (-65,15%), TPIA (-47,21%), dan BRPT (-27,64%) telah memangkas total kapitalisasi pasar grup Barito lebih dari Rp1.400 triliun dari titik tertingginya.