Seluruh 11 saham bank besar-menengah kompak menghijau dipimpin BNLI +13,18%, BBTN +7,06%, BMRI +6,55%, BBRI +6,30% saat IHSG rebound >2% setelah ambles 15,93% dalam 3 hari akibat sentimen MSCI. Katalis rebound meliputi aksi buyback emiten, komitmen regulator/pemerintah, dan sinyal Danantara menambah kepemilikan saham BUMN.
Ekonom Permata Bank Josua Pardede mendorong pemerintah RI mempercepat realisasi investasi hijau pasca forum IMF-Bank Dunia, termasuk target penambahan kapasitas 69,5 GW hingga 2034 dengan 42,6 GW energi terbarukan, serta menyiapkan proyek PLTS, panas bumi, dan infrastruktur transmisi dalam 3 bulan.
Pemerintah akan melelang 8 seri SBSN/sukuk negara pada 20 Oktober 2026 dengan target indikatif Rp10 triliun, mencakup seri SPN-S tenor pendek dan PBS dengan imbalan 5%-6,87%.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan rupiah tertahan di atas Rp16.000 per dolar AS seiring lonjakan DXY menembus 110 dan yield UST 10-tahun naik ke level 4,78%. Kendati cadangan devisa solid sebesar US$155,7 miliar, investasi portofolio diproyeksikan masih mengalami defisit hingga semester I-2025.
Kinerja laba bank umum di kuartal I-2024 menurun dengan ROA 2,62% dan NIM 4,59%, dipengaruhi oleh penurunan margin bunga bersih dan meningkatnya biaya dana
NPL perbankan di Indonesia turun 24 bps menjadi 2,25% pada Maret 2024, dengan total kredit restrukturisasi Covid-19 sebesar Rp 228 triliun atau 3,14% dari total kredit
KB Bank menjalin kerja sama dengan PT Pabrik Gula Rajawali II dan PT Mata Langit Solusindo untuk membangun ekosistem keuangan bagi pertanian tebu di Indonesia, dengan target lebih dari 5.000 kebun tebu
OJK mencatat kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia tidak langsung berdampak terhadap tingkat kemampuan bayar debitur perbankan, dengan NPL net naik 5 bps ke level 0,77% per Maret 2024
Senior Vice President Moody's Ratings, Eugene Tarzimanov, memprediksi prospek pertumbuhan kredit perbankan RI 2024 masih bisa menyamai capaian 2023 di atas 10%
LPS melaporkan 99,94% rekening nasabah di bank umum dijamin per Maret 2024 dengan total 570.319.191 rekening, dan tingkat bunga penjaminan dipertahankan pada 2,25% untuk valas, 4,25% untuk bank umum, dan 6,75% untuk BPR
Laba Bersih PT Bank Permata Tbk. (BNLI) sebesar Rp807,3 miliar di kuartal I-2024, naik 6,8% secara tahunan, dengan penyaluran kredit meningkat 13,6% yoy menjadi Rp147,8 triliun
OJK menyatakan bahwa eksposur perbankan Indonesia kepada kawasan Timur Tengah relatif terbatas, dengan kepemilikan surat berharga dari penerbit negara kawasan Timur Tengah hanya sebesar Rp1,3 triliun atau 0,06% dari total kepemilikan surat berharga
Bappebti menerbitkan Surat Edaran Nomor 64/BAPPEBTI/SE/04/2024 tentang Penegasan Implementasi Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka
OJK memprediksi dua risiko bank pada tahun ini, yaitu risiko pasar dan peningkatan risiko kredit, dengan pertumbuhan kredit bank umum sebesar 10,38% yoy pada Desember 2023
Bank Indonesia menyiapkan 4 strategi untuk mendorong inklusi keuangan di Indonesia mencapai 90% pada 2024, dengan target sebelumnya mencapai 88,7% pada 2023
Saham perbankan masih menarik meski ada proyeksi penurunan suku bunga, dengan momentum pembagian dividen berakhir menjadi kesempatan investor untuk masuk
OJK menilai stabilitas industri perbankan Indonesia masih terjaga dengan permodalan yang kuat dan likuiditas memadai, serta profitabilitas ROA sebesar 2,74% dan NIM sebesar 4,81% pada Desember 2023
Rasio NPL perbankan naik menjadi 2,35% pada Januari 2024, namun OJK menyebutnya tidak mengkhawatirkan karena peningkatan tersebut dipengaruhi oleh tingkat suku bunga acuan yang tinggi
Permata Bank Syariah meluncurkan Rekening Dana Nasabah (RDN) Syariah yang terintegrasi dengan aplikasi Mandiri Online Securities Trading (MOST) dari Mandiri Sekuritas