CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan IHSG di bawah level 5.000 sebagai peluang investasi jangka panjang, menyoroti saham BMRI dengan dividend yield ~16% dan BBRI ~13% serta valuasi PBV di bawah 1x untuk sektor perbankan BUMN.
IHSG anjlok 3,64% ke 4.996,61 dengan asing net sell jumbo Rp1,72 triliun di seluruh pasar. BBRI menjadi saham paling banyak dijual asing senilai Rp1,08 triliun, diikuti BBCA Rp986,87 miliar dan TLKM Rp367,48 miliar.
Danantara Indonesia melalui DIM menyelesaikan akuisisi Hotel Novotel Thakher Makkah (1.461 kamar) dan lahan 4,4 hektare di kawasan Thakher Makkah sebagai bagian dari ekosistem haji dan umrah (Kompleks Bait Jemaah), menindaklanjuti kesepakatan dengan Thakher Development Company pada Desember 2025.
Menteri PKP Maruarar Sirait mempercepat penyaluran KUR Perumahan yang telah mencapai Rp27,74 triliun (68,21% dari target Rp40,67 triliun) kepada 115.897 debitur per 18 Oktober 2026, dan meminta bank Himbara, BPD, serta bank swasta meningkatkan kontribusi untuk mendukung Program 3 Juta Rumah.
IHSG rebound 2,38% ke 5.115 ditopang saham bank besar, setelah anjlok total ~15% dalam dua hari akibat ancaman MSCI menurunkan status Indonesia dari emerging market ke standalone market. Saham konglomerat masih tertekan.
IHSG rebound 2,38% ke 5.115 ditopang saham bank besar, setelah anjlok total ~15% dalam dua hari akibat ancaman MSCI menurunkan status Indonesia dari emerging market ke standalone market. Saham konglomerat masih tertekan.
IHSG ditutup turun 3,64% ke 4.996,61 dengan net sell asing Rp2,28 triliun, namun analis BNI Sekuritas Fanny Suherman memproyeksikan technical rebound ke 5.020-5.160 dengan catatan potensi koreksi lanjutan masih terbuka akibat ketidakpastian MSCI.
MSCI membuka konsultasi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market, memicu IHSG anjlok 11,6% ke 5.185 (terendah 6 tahun) dengan saham BBCA, BBRI, BMRI turun 15% (batas bawah) dan BBNI turun 13%. Tekanan diperkirakan berlanjut hingga semester I-2027 menjelang keputusan MSCI pada 30 Juni 2027.
Seluruh 11 saham bank besar-menengah kompak menghijau dipimpin BNLI +13,18%, BBTN +7,06%, BMRI +6,55%, BBRI +6,30% saat IHSG rebound >2% setelah ambles 15,93% dalam 3 hari akibat sentimen MSCI. Katalis rebound meliputi aksi buyback emiten, komitmen regulator/pemerintah, dan sinyal Danantara menambah kepemilikan saham BUMN.
IHSG rebound 2,58% ke level 5.125,36 setelah anjlok total ~15% dalam dua hari akibat ancaman penurunan status MSCI. Saham bank besar kompak menguat tebal didorong kebijakan HSC (Halt Sementara Circuit breaker) yang disiapkan BEI.
Danantara melalui PT Danantara Investment Management (DIM) menyelesaikan akuisisi hotel Novotel Thakher Makkah (1.461 kamar) dan lahan 4,4 hektare di kawasan Thakher Makkah untuk mengembangkan ekosistem akomodasi haji-umrah (Kompleks Bait Jemaah), sebagai tindak lanjut kesepakatan dengan Thakher Development Company pada Desember 2025.
COO Danantara Dony Oskaria merespons koreksi dalam IHSG dengan membuka peluang untuk memborong saham-saham BUMN, menilai dinamika harga saham di bursa sebagai hal wajar.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan koreksi IHSG di bawah level 5.000 sebagai peluang investasi jangka panjang, dan Danantara berencana masuk pasar saham secara bertahap karena valuasi BUMN dinilai sangat murah dengan PBV perbankan rata-rata di bawah 1x.
Pemerintah Prabowo berencana mencairkan belanja negara sebesar Rp1.300 triliun dalam 3 bulan terakhir tahun ini, menandakan akselerasi belanja fiskal besar-besaran oleh Menkeu.
IHSG melesat lebih dari 3% didorong aksi borong saham-saham BUMN oleh pelaku pasar, menandakan sentimen positif yang kuat terhadap saham-saham pelat merah.
Digitalisasi penyaluran bansos terus dikebut, namun baru 9,2 juta keluarga yang telah melakukan registrasi, menunjukkan progres yang masih perlu ditingkatkan.
KUR telah menjangkau 3,9 juta UMKM baru yang pertama kali mendapat pembiayaan formal, dengan alokasi 2026 sebesar Rp300 triliun dan penyaluran sektor produksi mencapai 65,9% melampaui target 65%.
Mensos Gus Ipul mengumumkan penyaluran bansos PKH dan BPNT mulai dilakukan lewat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tanpa potongan, dengan uji coba di 10.070 koperasi secara bertahap sesuai arahan Presiden Prabowo.
BSI menandatangani dua kerja sama strategis di ISEF 2026 yaitu Perjanjian Induk Lindung Nilai Syariah dan SiPA dalam rupiah dan valas bersama 16 mitra perbankan, untuk memperkuat Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS) dan mendukung operasi moneter syariah.
IHSG masih terkoreksi 3,53% ke level 5.002,28 namun memangkas pelemahan dari -5% di akhir Sesi I berkat kabar Danantara akan masuk membeli saham BUMN yang jatuh dalam. Saham penopang pemulihan antara lain BSIM, BMRI, AADI, PTBA, DSSA, sementara BBCA, BBRI, BYAN, TLKM, AMMN masih jadi pemberat.
Saham BUMN bank (BBRI, BMRI, BBNI) dan tambang (ANTM, TINS) tiba-tiba dibeli besar-besaran di tengah kejatuhan IHSG 5%, diduga Danantara masuk pasar membeli saham BUMN yang jatuh dalam. BMRI berbalik hijau naik 0,59%, BBRI mengurangi kejatuhan dari 6,8% menjadi 3%.
PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) membutuhkan investasi US$1 miliar (Rp18,03 triliun) untuk proyek PSEL Tahap 2 di 8 kota, dengan respon perbankan sangat positif mencapai US$4 miliar (3,6x oversubscribed) dari 34 lembaga keuangan termasuk ADB, AIIB, IsDB, KfW, dan bank Himbara.
OJK tengah mengkaji dampak usulan MSCI untuk menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market terhadap stabilitas keuangan, dengan potensi pembahasan di KSSK jika dampaknya serius. Meski demikian, OJK menyatakan perbankan masih solid dengan CAR 24,10%, NPL bruto 2,11%, dan kredit tumbuh 13,65% YoY per Agustus 2026.
PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) mengungkapkan proyek PSEL Tahap 2 di 8 kota senilai US$1 miliar mendapat komitmen pendanaan lebih dari US$4 miliar (3,6x oversubscribed) dari 34 lembaga keuangan termasuk ADB, KfW, AIIB, dan bank Himbara, dengan tenor pinjaman hingga 23 tahun.
CEO Danantara Rosan Roeslani, Gubernur BI Destry Damayanti, Ketua OJK Friderica, Menkeu Suahasil, dan para menteri ekonomi berkumpul di Istana menemui Presiden Prabowo untuk rapat ekonomi dan hilirisasi, dengan isu MSCI turut menjadi perhatian wartawan meski belum dikonfirmasi sebagai agenda resmi.
Denera (holding PSEL Danantara) menyiapkan 8 lokasi pembangkit sampah tahap II (Medan-Surabaya) senilai US$1 miliar (~Rp18 triliun), dengan indikasi komitmen pendanaan dari 34 lembaga keuangan mencapai US$4 miliar (3,6x oversubscribed), melibatkan bank Himbara, ADB, AIIB, IsDB, dan KfW dengan tenor hingga 23 tahun.
IHSG memangkas koreksi dari -5% di sesi I menjadi -3,53% di sesi II, kembali ke level 5.002 didorong rebound saham BUMN perbankan dan tambang di tengah kabar Danantara akan masuk pasar membeli saham BUMN yang jatuh dalam.
Bank Mandiri (BMRI) menjelaskan bahwa kredit kepada Jhonlin Baratama bukan untuk trading saham melainkan pengembangan usaha batu bara, dengan agunan saham JARR dan PGUN dinilai konservatif sesuai POJK 40/2017 sebagai second way out.
Artikel membahas pelajaran dari Pakistan terkait risiko standalone pada saham perbankan, mengindikasikan potensi tekanan pada valuasi saham bank jika risiko serupa terjadi di Indonesia.
Rupiah kembali melemah hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar AS, mendorong pemerintah dan Bank Indonesia angkat bicara merespons tekanan nilai tukar tersebut.
Transmart menggelar Full Day Sale pada 18 Oktober 2026 dengan diskon 50%+20% untuk pengguna kartu kredit Bank Mega, Bank Mega Syariah, dan Bank Mandiri, dengan minimum belanja Rp300 ribu.
Transmart menggelar Full Day Sale dengan diskon sepeda listrik 25%+20% sehingga harga turun dari Rp6,45 juta menjadi Rp3,68 juta (Pulau Jawa), bekerja sama dengan Bank Mega, Bank Mega Syariah, dan Bank Mandiri.
Transmart (CT Corp/MAPB) menggelar Full Day Sale dengan diskon hingga 50%+20% untuk produk elektronik seperti kulkas, AC, mesin cuci, dan TV, bekerja sama dengan kartu kredit Bank Mega (MEGA) dan Bank Mandiri (BMRI) untuk diskon tambahan 20%.
MSCI memperingatkan pasar saham Indonesia berisiko diturunkan kelas dari Frontier Market ke Standalone Market — setara status pasar seperti Zimbabwe — akibat rendahnya partisipasi asing dan likuiditas yang menyusut.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan siap masuk berinvestasi di pasar modal Indonesia di tengah IHSG anjlok 8,01% ke 5.393,92 akibat ancaman reklasifikasi MSCI, menilai valuasi perbankan sudah di bawah 1x PBV dan melihat peluang di sektor infrastruktur serta telekomunikasi.
MSCI mengusulkan penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, yang berpotensi memicu arus keluar dana asing besar-besaran karena Indonesia akan keluar dari indeks MSCI Emerging Market yang menjadi acuan banyak fund global.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan siap membeli saham-saham BUMN yang valuasinya rendah pasca rontok akibat isu MSCI, menyebut sektor perbankan yang sudah di bawah book value serta sektor infrastruktur dan telekomunikasi sebagai peluang investasi jangka panjang.
IHSG ambruk 11,57% ke level 5.185 akibat rencana MSCI mereklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, dengan 812 saham melemah dan hanya 11 saham menguat. Saham pemberat utama adalah BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, dan AMMN, sementara sektor infrastruktur anjlok 14,3%, material dasar 13,3%, dan kesehatan 13,1%.
IHSG anjlok 11,6% (679 poin) ke 5.185,11 dipicu ancaman MSCI yang membuka konsultasi publik untuk mendorong Indonesia masuk Standalone Market dari Emerging Market, memicu panic selling dengan nilai transaksi Rp26 triliun.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan kesiapan Danantara masuk pasar saham domestik di tengah IHSG ambruk lebih dari 10% pada 16 Oktober 2026, menilai koreksi sebagai peluang beli bagi investor jangka panjang terutama pada saham BUMN.
Danantara melalui DIM dan Denera menetapkan 34 institusi keuangan sebagai lenders panel untuk program PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik), dengan minat pembiayaan indikatif mencapai lebih dari 3x estimasi kebutuhan utang, mencakup bank Himbara, bank swasta nasional, bank internasional, dan lembaga multilateral.
Menkeu Suahasil Nazara dan Gubernur BI Destry Damayanti mendorong pembayaran QR lintas negara dan transaksi mata uang lokal (LCT) di pertemuan G20 FMCBG di Bangkok, serta mengusulkan pemetaan regulasi keuangan digital antarnegara.
Bank Mandiri (BMRI) membuka pendaftaran program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2026/2027 periode 15 Oktober - 15 November 2026, menjaring pengusaha muda usia 21-35 tahun dengan omzet minimal Rp500 juta/tahun di 5 sektor, sebagai bagian dari pemberdayaan UMKM. Program ini telah menjaring lebih dari 80.000 pendaftar sejak 2007.
Pemerintah akan melelang 8 seri SBSN/sukuk negara pada 20 Oktober 2026 dengan target indikatif Rp10 triliun, mencakup seri SPN-S tenor pendek dan PBS dengan imbalan 5%-6,87%.
MSCI berpotensi menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market langsung ke Standalone Market (bukan Frontier), karena masalah transparansi kepemilikan, dugaan perdagangan terkoordinasi, dan lemahnya penegakan hukum. Analis Mirae Asset menilai dampaknya sangat signifikan terhadap aliran dana asing, likuiditas, dan volatilitas IHSG terutama pada saham berkapitalisasi besar dengan kepemilikan asing tinggi.
Pemerintah mulai uji coba penyaluran bansos PKH dan BPNT melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan melibatkan bank Himbara sebagai penyalur, tanpa potongan biaya bagi penerima manfaat.
PT Mitra Transaksi Indonesia (MTI/Yokke), bagian dari Mandiri Group, meraih penghargaan Innovative Digital Payment Solution di BIFA 2026 dan memperkuat komitmen pengembangan ekosistem pembayaran digital inklusif.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan penurunan IHSG sebagai momentum terbaik untuk masuk pasar saham, menilai valuasi saham BUMN saat ini sangat rendah akibat koreksi dan menjadi peluang investasi jangka panjang.
MSCI mengancam menurunkan kelas Turki dari emerging market ke frontier lebih dulu sebelum keputusan terkait status pasar Indonesia, menandakan tekanan penilaian indeks global terhadap pasar berkembang termasuk RI.
MSCI membuka konsultasi perubahan klasifikasi pasar Indonesia, memicu aksi jual masif hingga IHSG anjlok sekitar 11 persen. Ketidakpastian status klasifikasi berpotensi memicu aliran dana asing keluar dari pasar saham Indonesia.
Review indeks MSCI memicu potensi anjloknya IHSG hingga 11%, memaksa OJK dan BEI menyiapkan langkah antisipasi seperti yang diungkap Wakil Ketua DPR-RI Dasco Marzafri.
Sejumlah bank sudah menjual dolar AS di level Rp18.300, menandakan pelemahan USD terhadap rupiah dan intervensi pasar yang mulai berjalan efektif. Level ini memberikan ruang bagi perbankan dan pasar saham Indonesia.
MSCI mengusulkan perubahan klasifikasi Indonesia terkait status Standalone Market (separate emerging market), dan OJK menyatakan terus melakukan pembenahan regulasi untuk merespons hal tersebut. Isu ini menentukan aliran dana asing pasif ke bursa Indonesia.
Rupiah menyentuh level Rp18.000 per dolar AS di tengah sentimen risk-off global, memaksa Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi pasar untuk menahan pelemahan kurs.