Seluruh 11 saham bank besar-menengah kompak menghijau dipimpin BNLI +13,18%, BBTN +7,06%, BMRI +6,55%, BBRI +6,30% saat IHSG rebound >2% setelah ambles 15,93% dalam 3 hari akibat sentimen MSCI. Katalis rebound meliputi aksi buyback emiten, komitmen regulator/pemerintah, dan sinyal Danantara menambah kepemilikan saham BUMN.
ADMF menyewa bangunan milik BDMN seluas 2.409 m2 tanah dan 2.376 m2 bangunan di Bandung senilai Rp617,76 juta untuk operasional kantor cabang selama satu tahun (Okt 2026-Okt 2027).
IHSG terperosok 1,93% ke level 5.975,78 pada sesi I akibat tekanan jual sektor infrastruktur (-6,70%) dan energi (-3,65%) serta net foreign sell senilai Rp166,22 miliar. Tekanan jual asing terbesar melanda saham BUMI sebesar Rp44,40 miliar dan BBCA senilai Rp38,65 miliar, meskipun saham GOTO masih diborong asing Rp133,02 miliar.
Nasabah wealth management mempertimbangkan investasi di pasar obligasi dan saham big cap di tengah ketidakpastian global, dengan SBN ritel sebagai pilihan investasi menarik bagi nasabah baru
Empat emiten membayar dividen total Rp4,05 triliun, berpotensi menopang minat investor pada BDMN, ITMG, ARNA, dan ROTI. Pendapatan ITMG turun 34,7% pada 2023, membatasi prospek dividen berulang.
Dividen BDMN, SDRA, BBTN, BTPN, dan BTPS memberi katalis positif bagi pemegang saham. Dampak pasar terbatas tanpa informasi dividend yield dan respons harga.
MRA WIKA senilai Rp20,79 triliun disepakati seluruh kreditur, meredakan tekanan kas dan mendukung kelanjutan proyek. Risiko solvabilitas tetap tinggi; restrukturisasi belum menjamin pemulihan kinerja.
Akuisisi Mandala Multifinance (MFIN) oleh MUFG diperkirakan rampung pada semester I-2024 dengan target laba bersih Bank Danamon sebesar Rp 3,5 triliun pada tahun 2023
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) didukung oleh MUFG Bank mengakselerasikan pertumbuhan ekonomi nasional lewat Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024
Citibank, Standart Chartered Bank Indonesia, dan Commonwealth Bank Australia menutup atau melepas bisnis ritelnya di Indonesia, sementara PT OCBC NISP Tbk. membeli saham 99,00% PT Bank Commonwealth
Citibank menutup bisnis consumer banking di Indonesia setelah penjualan aset dan liabilitas kepada PT Bank UOB Indonesia, sementara Standart Chartered Bank Indonesia menjual kredit ritelnya ke PT Bank Danamon Indonesia Tbk