Menteri PKP Maruarar Sirait mempercepat penyaluran KUR Perumahan yang telah mencapai Rp27,74 triliun (68,21% dari target Rp40,67 triliun) kepada 115.897 debitur per 18 Oktober 2026, dan meminta bank Himbara, BPD, serta bank swasta meningkatkan kontribusi untuk mendukung Program 3 Juta Rumah.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan IHSG di bawah level 5.000 sebagai peluang investasi jangka panjang, menyoroti saham BMRI dengan dividend yield ~16% dan BBRI ~13% serta valuasi PBV di bawah 1x untuk sektor perbankan BUMN.
IHSG anjlok 3,64% ke 4.996,61 dengan asing net sell jumbo Rp1,72 triliun di seluruh pasar. BBRI menjadi saham paling banyak dijual asing senilai Rp1,08 triliun, diikuti BBCA Rp986,87 miliar dan TLKM Rp367,48 miliar.
IHSG ditutup turun 3,64% ke 4.996,61 dengan net sell asing Rp2,28 triliun, namun analis BNI Sekuritas Fanny Suherman memproyeksikan technical rebound ke 5.020-5.160 dengan catatan potensi koreksi lanjutan masih terbuka akibat ketidakpastian MSCI.
IHSG anjlok 3,64% ke 4.996,61 dengan net sell asing Rp2,28 triliun; BEI akan mengeluarkan 83 saham HSC (bobot ~18% IHSG, kapitalisasi Rp3.076,5 triliun) dari perhitungan indeks setelah pertemuan dengan MSCI. DMAS menaikkan target marketing sales 41,83% menjadi Rp2,95 triliun didorong permintaan data center.
MSCI membuka konsultasi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market, memicu IHSG anjlok 11,6% ke 5.185 (terendah 6 tahun) dengan saham BBCA, BBRI, BMRI turun 15% (batas bawah) dan BBNI turun 13%. Tekanan diperkirakan berlanjut hingga semester I-2027 menjelang keputusan MSCI pada 30 Juni 2027.
IHSG rebound 2,38% ke 5.115 ditopang saham bank besar, setelah anjlok total ~15% dalam dua hari akibat ancaman MSCI menurunkan status Indonesia dari emerging market ke standalone market. Saham konglomerat masih tertekan.
Seluruh 11 saham bank besar-menengah kompak menghijau dipimpin BNLI +13,18%, BBTN +7,06%, BMRI +6,55%, BBRI +6,30% saat IHSG rebound >2% setelah ambles 15,93% dalam 3 hari akibat sentimen MSCI. Katalis rebound meliputi aksi buyback emiten, komitmen regulator/pemerintah, dan sinyal Danantara menambah kepemilikan saham BUMN.
IHSG rebound 2,58% ke level 5.125,36 setelah anjlok total ~15% dalam dua hari akibat ancaman penurunan status MSCI. Saham bank besar kompak menguat tebal didorong kebijakan HSC (Halt Sementara Circuit breaker) yang disiapkan BEI.
Danantara melalui PT Danantara Investment Management (DIM) menyelesaikan akuisisi hotel Novotel Thakher Makkah (1.461 kamar) dan lahan 4,4 hektare di kawasan Thakher Makkah untuk mengembangkan ekosistem akomodasi haji-umrah (Kompleks Bait Jemaah), sebagai tindak lanjut kesepakatan dengan Thakher Development Company pada Desember 2025.
COO Danantara Dony Oskaria merespons koreksi dalam IHSG dengan membuka peluang untuk memborong saham-saham BUMN, menilai dinamika harga saham di bursa sebagai hal wajar.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan koreksi IHSG di bawah level 5.000 sebagai peluang investasi jangka panjang, dan Danantara berencana masuk pasar saham secara bertahap karena valuasi BUMN dinilai sangat murah dengan PBV perbankan rata-rata di bawah 1x.
Danantara Indonesia melalui DIM menyelesaikan akuisisi Hotel Novotel Thakher Makkah (1.461 kamar) dan lahan 4,4 hektare di kawasan Thakher Makkah sebagai bagian dari ekosistem haji dan umrah (Kompleks Bait Jemaah), menindaklanjuti kesepakatan dengan Thakher Development Company pada Desember 2025.
IHSG rebound 2,38% ke 5.115 ditopang saham bank besar, setelah anjlok total ~15% dalam dua hari akibat ancaman MSCI menurunkan status Indonesia dari emerging market ke standalone market. Saham konglomerat masih tertekan.
Pemerintah Prabowo berencana mencairkan belanja negara sebesar Rp1.300 triliun dalam 3 bulan terakhir tahun ini, menandakan akselerasi belanja fiskal besar-besaran oleh Menkeu.
BRI memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan dan pemberdayaan jutaan UMKM, menegaskan fokus strategis pada segmen mikro dan kecil yang menjadi core business perseroan.
IHSG melesat lebih dari 3% didorong aksi borong saham-saham BUMN oleh pelaku pasar, menandakan sentimen positif yang kuat terhadap saham-saham pelat merah.
Digitalisasi penyaluran bansos terus dikebut, namun baru 9,2 juta keluarga yang telah melakukan registrasi, menunjukkan progres yang masih perlu ditingkatkan.
KUR telah menjangkau 3,9 juta UMKM baru yang pertama kali mendapat pembiayaan formal, dengan alokasi 2026 sebesar Rp300 triliun dan penyaluran sektor produksi mencapai 65,9% melampaui target 65%.
Mensos Gus Ipul mengumumkan penyaluran bansos PKH dan BPNT mulai dilakukan lewat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tanpa potongan, dengan uji coba di 10.070 koperasi secara bertahap sesuai arahan Presiden Prabowo.
BSI menandatangani dua kerja sama strategis di ISEF 2026 yaitu Perjanjian Induk Lindung Nilai Syariah dan SiPA dalam rupiah dan valas bersama 16 mitra perbankan, untuk memperkuat Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS) dan mendukung operasi moneter syariah.
Saham BUMN bank (BBRI, BMRI, BBNI) dan tambang (ANTM, TINS) tiba-tiba dibeli besar-besaran di tengah kejatuhan IHSG 5%, diduga Danantara masuk pasar membeli saham BUMN yang jatuh dalam. BMRI berbalik hijau naik 0,59%, BBRI mengurangi kejatuhan dari 6,8% menjadi 3%.
Saham BBRI sempat menyentuh harga terendah 5 tahun di Rp2.460 dengan PBV 1,25x yang dinilai undervalued, sementara laba H1 tumbuh 17,5% YoY menjadi Rp31,2 triliun dan dividend yield berpotensi mencapai 10%, sehingga analis Mirae Asset merekomendasikan akumulasi bertahap untuk investor jangka panjang.
PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) membutuhkan investasi US$1 miliar (Rp18,03 triliun) untuk proyek PSEL Tahap 2 di 8 kota, dengan respon perbankan sangat positif mencapai US$4 miliar (3,6x oversubscribed) dari 34 lembaga keuangan termasuk ADB, AIIB, IsDB, KfW, dan bank Himbara.
OJK tengah mengkaji dampak usulan MSCI untuk menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market terhadap stabilitas keuangan, dengan potensi pembahasan di KSSK jika dampaknya serius. Meski demikian, OJK menyatakan perbankan masih solid dengan CAR 24,10%, NPL bruto 2,11%, dan kredit tumbuh 13,65% YoY per Agustus 2026.
PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) mengungkapkan proyek PSEL Tahap 2 di 8 kota senilai US$1 miliar mendapat komitmen pendanaan lebih dari US$4 miliar (3,6x oversubscribed) dari 34 lembaga keuangan termasuk ADB, KfW, AIIB, dan bank Himbara, dengan tenor pinjaman hingga 23 tahun.
BP Tapera mendorong pengembang membangun hunian vertikal 4-5 lantai dengan skema FLPP dan tenor hingga 40 tahun. Menteri PKP Maruarar Sirait berencana bertemu KAI dan BRI untuk pengembangan hunian TOD, sementara BTN berkolaborasi dengan KAI untuk hunian TOD Manggarai.
CEO Danantara Rosan Roeslani, Gubernur BI Destry Damayanti, Ketua OJK Friderica, Menkeu Suahasil, dan para menteri ekonomi berkumpul di Istana menemui Presiden Prabowo untuk rapat ekonomi dan hilirisasi, dengan isu MSCI turut menjadi perhatian wartawan meski belum dikonfirmasi sebagai agenda resmi.
Summarecon Expo 2026 (16-25 Oktober 2026) di Summarecon Mall Kelapa Gading menghadirkan promo diskon properti hingga 25% di berbagai kawasan Summarecon serta penawaran BRI KPR dengan bunga fixed mulai 1,31% per tahun, bebas biaya administrasi dan provisi.
Denera (holding PSEL Danantara) menyiapkan 8 lokasi pembangkit sampah tahap II (Medan-Surabaya) senilai US$1 miliar (~Rp18 triliun), dengan indikasi komitmen pendanaan dari 34 lembaga keuangan mencapai US$4 miliar (3,6x oversubscribed), melibatkan bank Himbara, ADB, AIIB, IsDB, dan KfW dengan tenor hingga 23 tahun.
IHSG memangkas koreksi dari -5% di sesi I menjadi -3,53% di sesi II, kembali ke level 5.002 didorong rebound saham BUMN perbankan dan tambang di tengah kabar Danantara akan masuk pasar membeli saham BUMN yang jatuh dalam.
Asing net sell Rp1,05 triliun di sesi I dengan IHSG anjlok 5,05% ke level 4.923,26. BBCA menjadi saham paling banyak dilepas asing senilai Rp670,83 miliar, diikuti BBRI Rp515,17 miliar, sementara total net sell di dua saham bank tersebut (Rp1,19 T) melebihi total net sell seluruh pasar.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mendukung kenaikan alokasi KUR Bank Kalbar dari Rp700 miliar (2025) menjadi Rp1 triliun pada 2027, serta mendorong peningkatan plafon kredit UMKM nasional dari Rp1.500 triliun menjadi Rp2.000 triliun pada 2027.
IHSG masih terkoreksi 3,53% ke level 5.002,28 namun memangkas pelemahan dari -5% di akhir Sesi I berkat kabar Danantara akan masuk membeli saham BUMN yang jatuh dalam. Saham penopang pemulihan antara lain BSIM, BMRI, AADI, PTBA, DSSA, sementara BBCA, BBRI, BYAN, TLKM, AMMN masih jadi pemberat.
Rupiah melemah 0,17% ke Rp18.030/US$ di tengah ancaman reklasifikasi MSCI dari Emerging Market ke Standalone Market yang memicu IHSG anjlok hingga 5,05% ke 4.923,26, dengan saham BBCA, BBRI, dan TLKM menyentuh ARB 7%.
Direktur BBRI melakukan pembelian (insider buying) sebanyak 1,1 juta saham BBRI di harga Rp2.700, menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek perusahaan.
Artikel membahas pelajaran dari Pakistan terkait risiko standalone pada saham perbankan, mengindikasikan potensi tekanan pada valuasi saham bank jika risiko serupa terjadi di Indonesia.
Rupiah kembali melemah hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar AS, mendorong pemerintah dan Bank Indonesia angkat bicara merespons tekanan nilai tukar tersebut.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melalui program BRI Peduli berkolaborasi dengan Bank Indonesia meresmikan Gerai CERDAS PeKA di Universitas Airlangga guna memperkuat literasi keuangan digital dan pelindungan konsumen. Inisiatif TJSL ini dihadiri oleh Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S. dan Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta.
Garudayaksa FC meraih kemenangan perdana di BRI Super League 2026/2027 dengan mengalahkan Arema Malang 3-1 di Stadion Pakansari, naik ke peringkat 13 klasemen dengan 5 poin dari 5 pertandingan.
IHSG ambles 14,91% dalam sepekan ke level 5.185,105 dan sempat memicu trading halt akibat usulan MSCI mendowngrade bursa Indonesia menjadi Standalone Market. Kejatuhan indeks ini terutama diseret oleh koreksi tajam saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, dan DSSA.
MSCI memperingatkan pasar saham Indonesia berisiko diturunkan kelas dari Frontier Market ke Standalone Market — setara status pasar seperti Zimbabwe — akibat rendahnya partisipasi asing dan likuiditas yang menyusut.
BRI meraih 2 penghargaan sekaligus di ajang Bisnis Indonesia Financial Awards 2026, memperkuat rekam jejaknya sebagai bank BUMN dengan reputasi kinerja keuangan yang konsisten.
BRI melalui program TJSL BRI Peduli meresmikan jembatan gantung di Desa Kemang, Cianjur, Jawa Barat untuk mempermudah akses sekitar 7.000 warga yang sebelumnya harus menyeberangi sungai.
BRI melalui aplikasi BRImo menawarkan promo diskon tiket Rp5.000 untuk pembelian tiket pameran seni kontemporer ARTSUBS 2026 di Surabaya (19 Sep - 8 Nov 2026), sebagai bagian dari strategi engagement digital banking.
IHSG ambruk 11,57% ke level 5.185 akibat rencana MSCI mereklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, dengan 812 saham melemah dan hanya 11 saham menguat. Saham pemberat utama adalah BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, dan AMMN, sementara sektor infrastruktur anjlok 14,3%, material dasar 13,3%, dan kesehatan 13,1%.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan siap masuk berinvestasi di pasar modal Indonesia di tengah IHSG anjlok 8,01% ke 5.393,92 akibat ancaman reklasifikasi MSCI, menilai valuasi perbankan sudah di bawah 1x PBV dan melihat peluang di sektor infrastruktur serta telekomunikasi.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan siap membeli saham-saham BUMN yang valuasinya rendah pasca rontok akibat isu MSCI, menyebut sektor perbankan yang sudah di bawah book value serta sektor infrastruktur dan telekomunikasi sebagai peluang investasi jangka panjang.
IHSG anjlok 11,6% (679 poin) ke 5.185,11 dipicu ancaman MSCI yang membuka konsultasi publik untuk mendorong Indonesia masuk Standalone Market dari Emerging Market, memicu panic selling dengan nilai transaksi Rp26 triliun.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan penurunan IHSG sebagai momentum terbaik untuk masuk pasar saham, menilai valuasi saham BUMN saat ini sangat rendah akibat koreksi dan menjadi peluang investasi jangka panjang.
Danantara melalui DIM dan Denera menetapkan 34 institusi keuangan sebagai lenders panel untuk program PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik), dengan minat pembiayaan indikatif mencapai lebih dari 3x estimasi kebutuhan utang, mencakup bank Himbara, bank swasta nasional, bank internasional, dan lembaga multilateral.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan kesiapan Danantara masuk pasar saham domestik di tengah IHSG ambruk lebih dari 10% pada 16 Oktober 2026, menilai koreksi sebagai peluang beli bagi investor jangka panjang terutama pada saham BUMN.
MSCI mengusulkan penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, yang berpotensi memicu arus keluar dana asing besar-besaran karena Indonesia akan keluar dari indeks MSCI Emerging Market yang menjadi acuan banyak fund global.