Tim analis Bareksa merekomendasikan SGER, TOWR, dan PWON dengan pandangan IHSG berpeluang lanjut menguat. Isi berita tidak tersedia di data yang masuk, sehingga analisis hanya berdasarkan judul.
SGER menargetkan pendapatan bersih 2026 mencapai Rp 10 triliun dengan proyeksi laba Rp 500 miliar, didukung ekspor batubara ke Vietnam dan Bangladesh serta operasional pabrik hidrogen peroksida.
Kenaikan BI Rate sebesar 50 bps memicu pergeseran strategi investor obligasi dari orientasi capital gain ke defensif (tenor pendek dan yield tinggi). Hal ini meningkatkan biaya pendanaan (cost of fund) bagi emiten korporasi yang akan menerbitkan obligasi dan berpotensi menekan harga obligasi yang ada di pasar sekunder.
SGER memulai proyek pabrik H2O2 senilai US$50 juta, kapasitas hingga 40.000 ton per tahun. Diversifikasi positif, tetapi kontribusi baru berpotensi muncul setelah masa konstruksi 22 bulan.