PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) fokus mengoptimalkan aset usai merampungkan akuisisi Blok Kasuri dan Blok Madura Strait pada H1-2026, sekaligus menjajaki ekspansi eksplorasi ke Malaysia, Filipina, dan Thailand.
PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) membidik akuisisi dan eksplorasi aset migas di Malaysia, Filipina, dan Thailand di paruh kedua, pasca rampungnya akuisisi Blok Kasuri dan Blok Madura Strait. Direktur Keuangan Adrian Hartadi menegaskan optimisme kinerja emiten didukung tren penguatan harga minyak mentah dunia.
PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) membukukan lonjakan laba bersih 102% menjadi USD 15,54 juta pada semester I-2026 seiring kenaikan harga minyak dunia dan rampungnya akuisisi Blok Kasuri serta Madura Strait PSC.
Franc Swiss dinilai analis Lukman Leong tetap menjadi aset safe haven favorit dibanding yen di tengah ketidakpastian global, dengan proyeksi DXY bergerak di kisaran 98-100.
RATU melalui anak usahanya mengamankan pendanaan US$ 109,2 juta dari BMRI untuk akuisisi 20% participating interest di PSC Selat Madura. Langkah ini memberikan kepastian arus kas jangka panjang bagi RATU dari aset hulu migas yang produktif, meski meningkatkan leverage perusahaan melalui corporate guarantee.
Ulasan pasar menyoroti potensi tebaran dividen dari emiten seperti ARCI dan RATU, sementara kinerja sektor rokok termasuk GGRM dan HMSP diproyeksikan tertekan oleh fenomena downtrading konsumen.