MAHA menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah operasional di Kalimantan tidak berdampak material terhadap kegiatan pengangkutan batu bara (coal hauling) dan seluruh armada beroperasi normal.
IHSG ditutup menguat 1,04% ke 6.093,76 pada Jumat (9/10/2026), ditopang BBRI +2,31%, AMMN +4,01%, TLKM +2,65% sebagai leading movers dengan net buy asing keseluruhan Rp29,63 miliar (net sell reguler Rp141,50 miliar); PT Mandiri Herindo Adiperkasa (MAHA) meraih kontrak transportasi batu bara Rp2,20 triliun hingga 2030 dengan pendapatan semester I 2026 tumbuh 34,13% YoY menjadi Rp1,65 triliun dan laba bersih melonjak 1.002,01%.
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) raih kontrak jasa transportasi batu bara Rp2,2 triliun hingga 2030 dari PT Ade Putra Tanrajeng (anak PT Kutai Bara Nusantara); kontrak 4 tahun ditandatangani 6 Oktober 2026; Dirut Yenny Hamidah Koean sebut berdampak langsung ke pendapatan; kinerja semester I-2026 tumbuh signifikan.
Cum dividen besar PTBA dan ANTM berpotensi menarik minat investor, tetapi harga biasanya terkoreksi saat ex-date. Pekan bursa pendek dapat meningkatkan volatilitas dan risiko salah timing.
Musim dividen Mei 2024 menopang minat pada saham pembagi dividen, terutama emiten tambang. Dampak pasar terbatas; harga saham dapat terkoreksi setelah ex-date.
MAHA membagikan dividen Rp12 per saham, setara 75% laba 2023. Imbal hasil bagi pemegang saham positif, tetapi laba turun 46,58% dan payout tinggi membatasi ruang ekspansi.
Dividen Rp 12/saham memberi imbal hasil langsung, dengan payout 75% meski laba 2023 turun 46,58%. Saldo ditahan Rp 64,84 miliar mendukung modal kerja dan ekspansi.