Video: Harga Minyak Turun - Harga Batu Bara Rekor Tertinggi 3 Tahun
Harga minyak turun sementara harga batu bara mencapai rekor tertinggi dalam 3 tahun, memberikan sinyal berlawanan bagi sektor energi Indonesia.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Harga Terakhir
24.900
Perubahan
+750 (+3.11%)
Lot
21.49K
Val
53.52B
Avg Val (20H)
39.18B
Penanda ▲/▼ = hari dengan berita bullish/bearish dominan (angka = jumlah berita). Klik chart pada tanggal itu untuk menyorot beritanya.
Harga minyak turun sementara harga batu bara mencapai rekor tertinggi dalam 3 tahun, memberikan sinyal berlawanan bagi sektor energi Indonesia.
Menteri ESDM Bahlil mengumumkan relaksasi terbatas produksi batu bara Indonesia, yang berpotensi meningkatkan volume produksi dan pendapatan emiten batu bara.
Menteri Bahlil melaporkan rata-rata ICP Januari-Oktober mencapai US$ 91-92/barel, sementara ICP September 2026 melonjak 26% ke US$ 112,81/barel akibat eskalasi geopolitik Timur Tengah dan gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Harga batu bara juga naik ke US$ 154/ton untuk kalori tinggi 6.322 kcal/kg GAR.
Harga batu bara naik mencapai 154 dolar AS per ton untuk kalori 6322, Menko Bahlil Lahadalia berharap produksi dinaikkan dengan relaksasi terbatas untuk mendorong penerimaan devisa. Pemerintah juga akan meresmikan pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik di Karawang kerja sama CATL dan BUMN.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan melakukan relaksasi terbatas produksi batu bara melebihi target RKAB 2026 (~600 juta ton) karena harga batu bara tembus US$154/ton (kalori 6.330 kcal/kg GAR), guna meningkatkan devisa negara. Selain itu, pabrik ekosistem baterai mobil listrik CATL-IBC di Karawang akan segera diresmikan.
Kementerian ESDM menyetujui revisi RKAB 2026 dengan target produksi batu bara 700 juta ton (naik dari rencana awal 600-an juta ton namun turun dari realisasi 2025 sebesar 817,48 juta ton) dan nikel 290-an juta ton (turun dari realisasi 2025 sebesar 379 juta ton), dengan DMO PLN sebesar 154 juta ton. Kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan pasokan-permintaan dan mendongkrak harga komoditas global.
IHSG anjlok 1,33% ke level 5.863,78 dengan 567 saham melemah, meski investor asing justru melakukan net buy Rp567,96 miliar. 10 saham yang paling banyak dilepas asing antara lain ITMG (Rp33,83 miliar), GOTO (Rp22,51 miliar), dan TLKM (Rp17,92 miliar).
Kementerian ESDM mengalokasikan 154 juta ton batu bara untuk pembangkit listrik PLN pada 2026 melalui kebijakan DMO, ditambah 5 juta ton untuk industri semen, dengan total produksi nasional ditargetkan 700-an juta ton dari revisi RKAB 2026.
ITMG bersama anak usahanya PT ITM Batubara Utama (IBU) mendirikan PT ITM Mineral Investama (IMI) untuk mendukung ekspansi portofolio bisnis mineral secara terpadu, menandakan diversifikasi dari bisnis batubara ke mineral.
ITMG bersama anak usahanya PT ITM Batubara Utama (IBU) mendirikan PT ITM Mineral Investama (IMI) untuk mendukung ekspansi portofolio bisnis mineral secara terpadu, menandai diversifikasi dari bisnis batubara ke sektor mineral.
IHSG turun 2,16% ke level 5.814,72 dengan net foreign sell Rp182,94 miliar. TLKM paling banyak dijual asing (Rp34,93 M), sementara BBCA paling banyak dibeli asing (Rp104,89 M).
IHSG melemah lebih dari 1% ke level 5.800-an dengan Rupiah merosot ke Rp 17.948/USD, sementara harga batu bara mendekati USD 150/ton dan minyak mentah bertahan di atas USD 100/barel akibat risiko gangguan pasokan.
IHSG naik 0,29% ke 5.948,83 namun asing melakukan net sell jumbo Rp1,13 triliun. BBRI menjadi saham paling banyak dilepas asing sebesar Rp56,86 miliar, diikuti BMRI Rp35,97 miliar dan saham-saham tambang seperti ADMR, ITMG, PTBA.
IHSG ditutup naik 0,39% ke level 5.948,83 namun asing melakukan net sell jumbo Rp1,13 triliun. BBRI menjadi saham paling banyak dilepas asing sebesar Rp56,86 miliar, diikuti BMRI Rp35,97 miliar dan saham-saham tambang seperti ADMR, ITMG, PTBA.
Dua kereta api pengangkut batu bara (babaranjang) bertabrakan di Stasiun Talang Baru OKU, Sumatera Selatan, menyebabkan 2 lokomotif terguling, 3 gerbong anjlok dari KA 4045, serta 1 lokomotif anjlok dan 12 gerbong terguling dari KA 4136, dengan 2 awak kereta luka.
Menko Bahlil Lahadalia mendorong ekspor bernilai tambah tinggi melalui hilirisasi SDA pada Trade Expo Indonesia 2026, dengan fokus perluasan pasar ke Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, dan Eropa Timur serta penyederhanaan prosedur ekspor.
IHSG turun 0,17% ke level 5.925,98 meninggalkan level 6.000. Meski asing net buy Rp561,60 miliar secara keseluruhan, 10 saham mengalami net foreign sell besar dipimpin BMRI (Rp120,07 miliar), TLKM (Rp74,76 miliar), dan BBRI (Rp65,31 miliar).
Krisis batu bara mematikan listrik pabrik-pabrik di India akibat stok batu bara pembangkit listrik yang menipis, sehingga India dipaksa menaikkan impor batu bara — permintaan yang menguntungkan eksportir batu bara Indonesia (kalor 4.200 kcal/kg GCV).
Gejolak Timur Tengah mendorong harga minyak mentah Indonesia (ICP) naik 26%, menaikkan pendapatan hulu migas RI.
Harga batu bara China tembus level tertinggi tiga tahun akibat kebijakan Indonesia (DMO/ekspor). Kenaikan harga menguntungkan eksportir batu bara RI.
Brent menguat 2% pekan ini; isi artikel kosong sehingga detail volume dan pemicu harga tidak dapat diverifikasi.
IHSG sesi I Jumat (9/10/2026) naik 0,35% ke 6.052,51 meski asing net sell Rp32,05 miliar; net buy terbesar SINI Rp15,94 miliar, CUAN Rp12,80 miliar, ARCI Rp9,52 miliar, BBCA Rp9,11 miliar, EMAS Rp8,96 miliar; net sell terbesar GOTO Rp27,91 miliar, BUMI Rp21,98 miliar, BBRI Rp20,63 miliar.
IHSG anjlok 1,23% ke level 6.130,19 terbebani koreksi tajam saham big cap seperti INCO (-10,68%), ASII (-8,48%), dan AMRT (-8,11%). Sebanyak 461 saham ditutup melemah di tengah ketidakpastian negosiasi Iran-AS dan sentimen rebalancing indeks MSCI.
IHSG dibuka menguat 0,29% ke level 6.179,67 didorong reli saham SCMA (+2,73%), ISAT (+2,44%), dan BBRI (+2,30%). Namun, sektor energi seperti CUAN (-5,63%) dan DEWA (-4,23%) tertekan oleh volatilitas jelang implementasi ekspor komoditas Danantara per 1 Juni 2026.
Kebijakan ekspor satu pintu melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menciptakan ketidakpastian regulasi dan risiko birokrasi yang menekan margin emiten komoditas. Sentimen ini memperburuk risk premium pasar di tengah tekanan outflow asing dan pelemahan Rupiah, memicu volatilitas tinggi pada saham sektor energi dan batubara.
Kebijakan ekspor satu pintu melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menimbulkan ketidakpastian baru bagi emiten batubara, CPO, dan logam/mineral di IDX. Kekhawatiran pasar meliputi potensi perubahan fungsi DSI dari verifikator menjadi trader, serta perluasan komoditas ke nikel, tembaga, bauksit, timah, dan LNG. Sentimen negatif diperkuat oleh sikap wait and see investor dan kewaspadaan lembaga pemeringkat internasional.
Ketidakpastian skema satu pintu ekspor menekan sentimen pada emiten batu bara dan CPO; perluasan ke logam serta LNG menambah risiko kebijakan. Investor menunggu rincian implementasi dan dampaknya pada arus dana eksportir.
Kebijakan baru Presiden Prabowo terkait ekspor satu pintu via BUMN untuk komoditas batu bara, CPO, dan paduan besi senilai US$65 miliar menekan saham swasta seperti ADRO (-6%) dan BYAN (-2,18%), sedangkan emiten BUMN PTBA melonjak 6,79%.
Harga minyak, batubara, dan gas turun saat risiko geopolitik mereda; pelemahan berpotensi sementara karena permintaan Tiongkok dan kebijakan OPEC+ menopang harga.
Harga minyak, batubara, dan gas turun akibat meredanya konflik, suku bunga tinggi, serta prospek permintaan Tiongkok yang lemah. Tekanan berlanjut jika inflasi AS menguat dan dolar naik.
Harga batu bara melemah, menekan prospek emiten batu bara; restocking musim panas berpotensi membatasi penurunan pada kuartal II/2024.
Laba bersih ITMG turun 66,28% YoY akibat pendapatan melemah dan beban pokok turun lebih lambat. Produksi naik 28,94%, tetapi belum menahan tekanan margin.
Emas menguat sepekan di tengah penantian data AS; batu bara dan CPO melemah. Tekanan komoditas membebani emiten tambang dan perkebunan.
ASP than đá giảm 36% khiến lợi nhuận ITMG giảm 66,28%, dù sản lượng tăng 29%. Áp lực giá bán lấn át tăng trưởng sản lượng.
Laba bersih ITMG turun 66,28% dan pendapatan turun 28,63% pada Q1 2024, menekan prospek sahamnya.
Batu bara melemah 0,34–0,82%, tetapi prospek permintaan India dan China menopang tren penguatan.
Harga batubara naik 13,96% sebulan, ditopang permintaan China. Kenaikan berpotensi terbatas dekat US$135–150/ton akibat suku bunga tinggi dan harga minyak melemah.
ASP batubara ITMG diperkirakan turun ke US$79,8/ton, menekan pendapatan 14,3% dan laba bersih 36,2% YoY. Harga batubara cenderung mendatar karena pasokan China dan India meningkat.
Harga batubara Newcastle naik 12,57% sejak awal tahun, didukung permintaan China. Penguatan berpotensi berlanjut, tetapi sensitif terhadap pasokan, geopolitik, dan kebijakan lingkungan.
Harga batubara menguat ditopang permintaan China, tetapi mendekati batas atas sehingga potensi kenaikan terbatas. Prospek suku bunga tinggi dan harga minyak yang melemah membatasi katalis.
Target harga ITMG naik seiring prospek produksi 2024 tumbuh 15%–20% dan penjualan 10%–22%. Risiko biaya angkut lebih tinggi diimbangi potensi biaya tambang GPK lebih rendah; 55% volume belum terjual memberi peluang kenaikan ASP sekaligus paparan harga batubara.
Batu bara menguat ditopang permintaan China, tetapi target G7 menghapus pembangkit batu bara membatasi prospek jangka panjang. Emas bervariasi jelang keputusan The Fed, sementara CPO melemah.
ITMG diproyeksikan melemah pada 2024 akibat ASP batubara turun dan permintaan China-India relatif tercukupi. Pendapatan dan laba diperkirakan turun YoY.
Empat emiten membayar dividen total Rp4,05 triliun, berpotensi menopang minat investor pada BDMN, ITMG, ARNA, dan ROTI. Pendapatan ITMG turun 34,7% pada 2023, membatasi prospek dividen berulang.
Harga batubara naik 5,98% sepekan, ditopang ketegangan Timur Tengah dan impor China. Kenaikan berisiko sementara; harga masih tertekan hingga akhir tahun.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akan membagikan dividen sebesar Rp 1,97 triliun pada 25 April 2024 dengan cum date dividen pada 16 April 2024
Kapasitas global pembangkit listrik tenaga batu bara meningkat pada tahun 2023, didorong oleh gelombang pembangkit listrik baru di Cina, sementara Indonesia dan India juga meresmikan pembangkit listrik baru
Harga batubara naik 0,98% ke US$128,95/ton, didorong permintaan pembangkit China dan India. Sentimen positif jangka pendek bagi emiten batubara, tetapi keberlanjutan kenaikan belum pasti.
Batubara dan minyak melemah tipis akibat risiko permintaan batubara China serta kekhawatiran kelebihan pasokan. Tekanan berpotensi membebani saham energi, sementara minyak murah meredakan biaya impor.
IHSG berpeluang menguat terbatas, didukung arus masuk asing Rp28,25 triliun dan kinerja emiten; fase konsolidasi masih membuka risiko koreksi.
IHSG naik 0,38% meski saham turun lebih banyak daripada naik; investor asing mencatat net sell Rp316,93 miliar, terbesar pada TLKM.
Minyak menguat pada awal pekan, tetapi batubara tetap tertekan oleh dolar AS kuat, permintaan musiman turun, dan perlambatan China. Penguatan minyak berpotensi menopang emiten migas; prospek emiten batubara masih lemah.
La Niña berpotensi menekan produksi batu bara dan CPO, menopang harga; dampak volume dan intensitas cuaca masih belum pasti. Permintaan batu bara China dan India diperkirakan tetap stabil.
Impor batu bara China dari Rusia turun 22% akibat tarif dan sanksi AS, sementara total impor naik 23%. Pemasok Indonesia berpeluang merebut pangsa pasar.
Rights issue TPMA tối đa 1,13 tỷ cổ phiếu gây rủi ro pha loãng; mục đích sử dụng vốn còn chung chung. Tiềm năng tăng trưởng từ mở rộng đội tàu chưa đủ bù đắp khi đòn bẩy thấp và dòng tiền mạnh.
Pandangan analis atas ADRO, ITMG, PTBA beragam pascarilis kinerja keuangan. Arah saham belum jelas tanpa rincian target dan proyeksi.
Ekspektasi dividen ITMG, BJBR, dan JPFA dapat menopang minat jangka pendek; risiko koreksi meningkat setelah ex-date.
Surplus dagang Februari turun menjadi US$870 juta; ekspor tahunan melemah 9,45%, menandakan tekanan eksternal meningkat. Surplus tetap terjaga, tetapi penurunan tajam dibanding 2023 mengurangi bantalan ekonomi.
Konsensus analis beragam untuk ADRO, ITMG, dan PTBA setelah rilis kinerja keuangan; potensi imbal hasil berbeda.
ITMG, BJBR, dan JPFA berpeluang membagikan dividen; laba ITMG tetap positif meski menurun. Harga saham berisiko terkoreksi setelah ex-date.