Siap-Siap Naik! Bahlil Relaksasi Terbatas Produksi Batu Bara RI
Menteri ESDM Bahlil mengumumkan relaksasi terbatas produksi batu bara Indonesia, yang berpotensi meningkatkan volume produksi dan pendapatan emiten batu bara.
PT Harum Energy Tbk
Harga Terakhir
730
Perubahan
+25 (+3.55%)
Lot
111.91K
Val
8.17B
Avg Val (20H)
7.73B
Penanda ▲/▼ = hari dengan berita bullish/bearish dominan (angka = jumlah berita). Klik chart pada tanggal itu untuk menyorot beritanya.
Menteri ESDM Bahlil mengumumkan relaksasi terbatas produksi batu bara Indonesia, yang berpotensi meningkatkan volume produksi dan pendapatan emiten batu bara.
Kementerian ESDM mengalokasikan 154 juta ton batu bara untuk pembangkit listrik PLN pada 2026 melalui kebijakan DMO, ditambah 5 juta ton untuk industri semen, dengan total produksi nasional ditargetkan 700-an juta ton dari revisi RKAB 2026.
Pemerintah menargetkan ekspor nikel tembus 45 miliar dolar AS pada 2026, naik dari 3,3 miliar dolar AS pada 2017-2018 menjadi lebih dari 40 miliar dolar AS pada 2025 berkat hilirisasi, dengan master plan investasi 618 miliar dolar AS hingga 2040.
Menko Bahlil beberkan masterplan hilirisasi Indonesia dengan target US$618 miliar (Rp11.065 triliun) di 2040, dengan ekspor nikel sudah naik dari US$3,3 miliar (2017-2018) menjadi US$40 miliar (2025) dan target US$45 miliar di 2026.
Menteri Bahlil mengkaji moratorium pembangunan smelter nikel produk setengah jadi karena oversupply global mencapai 2,5 juta ton yang menekan harga nikel. Pemerintah akan mengatur volume produksi nasional agar harga tidak semakin jatuh.
Menko Bahlil menegaskan Indonesia tidak akan lagi ekspor bahan baku mentah, dengan masterplan hilirisasi nasional hingga 2040 senilai US$618 miliar (Rp11.062 triliun) mencakup mineral, migas, kehutanan, perikanan, dan pertanian. Nilai ekspor nikel naik dari US$3,3 miliar menjadi US$40 miliar di 2025 dan ditargetkan US$45 miliar di 2026.
Menko Bahlil menargetkan nilai hilirisasi Indonesia mencapai 618 miliar dolar AS pada 2040, dengan contoh sukses nikel yang nilai ekspornya melonjak dari 3,3 miliar dolar AS (2017-2018) menjadi lebih dari 40 miliar dolar AS (2025) dan target 45 miliar dolar AS pada 2026.
IHSG berisiko melanjutkan pelemahan menguji support 5.899 setelah anjlok 8,35% dalam sepekan dan memangkas kapitalisasi pasar hingga Rp1.190 triliun. Di tengah tren bearish pasar, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness untuk ASII, HRUM, ISAT, serta Trading Buy pada PSAB.
Kebijakan ekspor satu pintu melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menciptakan ketidakpastian regulasi dan risiko birokrasi yang menekan margin emiten komoditas. Sentimen ini memperburuk risk premium pasar di tengah tekanan outflow asing dan pelemahan Rupiah, memicu volatilitas tinggi pada saham sektor energi dan batubara.
Kebijakan ekspor batu bara satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) per September 2026 memicu aksi jual masif yang menekan saham BUMI (-6,99%), INDY (-6,15%), HRUM (-5,16%), dan ADRO (-4,29%). Tekanan dipicu oleh potensi penurunan margin, hilangnya fleksibilitas negosiasi ASP langsung, dan risiko kurs transaksi.
Harga batubara Newcastle naik 12,57% sejak awal tahun, didukung permintaan China. Penguatan berpotensi berlanjut, tetapi sensitif terhadap pasokan, geopolitik, dan kebijakan lingkungan.
Harga batubara menguat ditopang permintaan China, tetapi mendekati batas atas sehingga potensi kenaikan terbatas. Prospek suku bunga tinggi dan harga minyak yang melemah membatasi katalis.
Harga batubara naik 5,98% sepekan, ditopang ketegangan Timur Tengah dan impor China. Kenaikan berisiko sementara; harga masih tertekan hingga akhir tahun.
Akuisi WMI menaikkan kepemilikan HRUM menjadi 80,7% dan memperkuat prospek bisnis nikel; smelter kedua mulai beroperasi pada Maret. Harga nikel yang turun tahunan dan target produksi yang belum ditetapkan membatasi kepastian kinerja.
HRUM nâng sở hữu WMI lên 80,7%, smelter mới dự kiến tăng năng lực niken. Triển vọng tích cực nhưng giá niken giảm 21,65%/năm và sản lượng bán chưa rõ.
Smelter kedua HRUM mulai beroperasi Maret, memperkuat kapasitas nikel konsolidasian di atas 80.000 ton per tahun. Ekspansi dan kenaikan kepemilikan WMI mendukung pertumbuhan, tetapi menambah risiko eksekusi saat harga nikel berfluktuasi.
Harga nikel turun 20,07% tahunan akibat surplus pasokan, meski naik 14,49% sebulan terakhir. Prospek rata-rata US$20.000/ton pada 2024 membatasi pemulihan emiten nikel.
IHSG naik tipis 0,11% dan asing net buy Rp1,24 triliun pada Jumat, tetapi masih net sell Rp959,12 miliar sepekan. Tekanan jual asing terbesar menimpa MDKA, disusul saham pertambangan dan konsumer.
IHSG naik tipis 0,11% dan asing net buy Rp1,24 triliun pada Jumat, tetapi masih net sell Rp959,12 miliar sepekan. Tekanan jual terbesar tertuju pada MDKA; saham turun lebih banyak daripada naik.
LQ45 naik 0,46%, ditopang INKP, UNVR, GGRM, HRUM, dan MEDC; GOTO melemah tajam. Kenaikan terbatas, dengan 17 saham turun.
IHSG diproyeksi konsolidasi di 7.250–7.330; aksi jual asing Rp 912,86 miliar dan ketidakpastian global menahan penguatan. HRUM dan AEGS masuk pantauan analis.
Harga batubara Newcastle naik 3,31% sejak awal pekan, didorong permintaan China dan India. Sentimen positif bagi emiten batubara, tetapi kenaikan masih rentan berbalik.
PT Harum Energy Tbk (HRUM) menjadi pemegang saham mayoritas PT Westrong Metal Industry (WMI) dengan membeli 60,7% saham WMI senilai USD215,21 juta