Video: DIM RUU Migas Hampir Final
Penyusunan DIM RUU Migas di tingkat eksekutif telah mencapai progres 80-90% menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menandakan revisi UU Migas mendekati tahap finalisasi sebelum dibahas di DPR.
PT Energi Mega Persada Tbk
Harga Terakhir
810
Perubahan
-55 (-6.36%)
Lot
3.12M
Val
253.11B
Avg Val (20H)
143.65B
Penanda ▲/▼ = hari dengan berita bullish/bearish dominan (angka = jumlah berita). Klik chart pada tanggal itu untuk menyorot beritanya.
Penyusunan DIM RUU Migas di tingkat eksekutif telah mencapai progres 80-90% menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menandakan revisi UU Migas mendekati tahap finalisasi sebelum dibahas di DPR.
Bahlil menyatakan DIM RUU Migas sudah 80-90% final, mencakup pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK), peningkatan lifting migas, kepastian berusaha, dan penguatan PNBP serta devisa. Rapat melibatkan DPR, Rosan Roeslani, BP BUMN, Kapolri, dan Pertamina.
MNC Sekuritas memperingatkan potensi koreksi IHSG ke rentang 5.744-5.794, dengan support di 5.887 dan 5.744 serta resistance di 6.216 dan 6.296; volume pembelian cenderung mengecil meski IHSG sempat menguat 0,29% ke 5.943.
IHSG turun 0,17% ke level 5.925,98 pada 13/10/2026, namun asing mencatatkan net buy Rp561,60 miliar dengan ASII (Rp44,73 miliar), TINS (Rp35,28 miliar), dan BRMS (Rp34,45 miliar) sebagai saham paling banyak diborong asing.
IHSG ditutup menguat 1,04% ke level 6.093,76 dengan net foreign buy sesi kedua mencapai Rp30,4 miliar, dipimpin aksi beli pada saham ENRG sebesar Rp34 miliar dan EMAS senilai Rp17 miliar.
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menginvestasikan US$ 200 juta bersama BPI Danantara (DIM) sebesar US$ 250 juta ke emiten migas AS HighPeak Energy (HPK) untuk ekspansi aset di Permian Basin dan transfer keahlian teknis.
ENRG menggandeng Danantara untuk berinvestasi USD200 juta (sekitar Rp3,6 triliun) pada saham preferen produsen migas AS, HighPeak Energy, guna diversifikasi geografis dan pendapatan dividen.
Saham ENRG anjlok 5% ke kisaran Rp1.005 per saham sehari setelah perseroan mengumumkan transaksi pembelian saham preferen konversi HighPeak Energy asal AS senilai US$200 juta (sekitar Rp3,6 triliun). Koreksi ini mencerminkan aksi profit taking atau sell-on-news investor meski perseroan melakukan ekspansi anorganik skala besar.
Tim Analis Bareksa merekomendasikan quick trade untuk AADI (target Rp12.750–13.100), DSSA (target Rp1.225–1.260), dan ENRG (target Rp1.135–1.170) didukung proyeksi IHSG bergerak positif di rentang 6.119–6.232.
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berinvestasi sebesar USD200 juta (sekitar Rp3,6 triliun) melalui pembelian saham preferen konversi pada perusahaan migas asal AS yang tercatat di Nasdaq, HighPeak Energy, Inc. Aksi korporasi ini menandai langkah ekspansi anorganik internasional perseroan untuk memperluas portofolio serta meningkatkan nilai aset minyak dan gas.
IHSG bullish, top sector energy
IHSG bullish, top sector energy
IHSG bullish, top sector energy
Meskipun IHSG ambles 8,35% ke level 6.162,04 tertekan anjloknya saham TPIA (-53,49%) dan DSSA (-47,34%), investor asing tercatat selektif memborong saham mineral dan komoditas dengan net buy terbesar pada MDKA (Rp691,1 miliar), BRMS (Rp414,3 miliar), dan BUMI (Rp413,1 miliar).
Meski IHSG anjlok 8,35% dalam sepekan ke level 6.162,04 dan mencatat net sell asing Rp 2,03 triliun, investor asing terpantau mengakumulasi saham tambang dan energi seperti MDKA (Rp 691,09 miliar), BRMS (Rp 414,27 miliar), dan BUMI (Rp 413,08 miliar).
TPIA masuk MSCI Global Standard, berpotensi menarik arus dana pasif; TOWR dan SMGR turun ke Small Cap, berisiko tertekan. Dampak jangka pendek cenderung positif bagi saham yang masuk indeks, negatif bagi yang terdepak.
Kinerja emiten migas kuartal I-2024 beragam: PGAS, ELSA, dan WINS mencatat pertumbuhan laba, sedangkan MEDC dan AKRA melemah. Dampak positif terkonsentrasi pada emiten dengan pertumbuhan laba kuat.
Pendapatan ENRG turun sekitar 6% dan laba kotor merosot, tetapi laba bersih naik tipis. Kinerja operasional melemah; laba bersih belum mencerminkan pemulihan kuat.
Minyak bertahan dekat level terendah tujuh minggu akibat suku bunga AS tinggi lebih lama dan lonjakan persediaan; rebound tipis belum mengubah tekanan.
Laba naik 1% dan EBITDA 2% meski penjualan turun 6%; akuisisi Siak-Kampar berpotensi menambah produksi mulai kuartal II.
Artikel mengidentifikasi 17 saham yang terafiliasi dengan pendukung Prabowo-Gibran, termasuk emiten milik Aburizal Bakrie (VKTR, BNBR, BUMI, BRMS, ENRG, DEWA, VIVA, MDIA, UNSP, ELTY, JGLE, BTEL), Kaesang (PMMP), keluarga Prabowo (WIRG), Pandu Sjahrir (TOBA, GOTO), serta Aguan (PANI) dan MKTR milik mertua Menpora Dito Ariotedjo.
Harga WTI dan Brent melemah di tengah ketidakpastian konflik Iran-Israel; risiko pasokan dan sanksi AS membatasi penurunan lebih lanjut.
Aksi akuisisi memperluas portofolio dan membuka katalis pertumbuhan emiten. Manfaat bergantung pada valuasi, pendanaan, dan keberhasilan integrasi.
Laba bersih ENRG naik tipis 2,25%, tetapi penjualan turun 6,89% dan laba kotor turun 27,21%. Kinerja operasional melemah meski laba bersih tetap tumbuh.
Akuisisi dua blok minyak produktif berpotensi meningkatkan produksi dan sinergi aset ENRG.
Minyak stabil dekat level tertinggi kuartal, ditopang pemangkasan OPEC+ dan risiko geopolitik. Harga energi berpotensi tetap tinggi, tetapi volatilitas meningkat.
ENRG menuntaskan akuisisi 90% KKS Siak dan Kampar, dua aset minyak yang sudah berproduksi. Potensi sinergi dan tambahan produksi mendukung kinerja, tetapi nilai transaksi dan kontribusi belum dirinci.
Minyak melemah tipis akibat penguatan dolar AS menjelang keputusan The Fed; tekanan berpotensi berlanjut jika dolar tetap kuat.
IHSG naik 0,96% sepekan, didukung sentimen global positif, reli GOTO, temuan gas ENRG, dan penguatan komoditas. Prospek suku bunga AS lebih rendah menopang risk appetite; rumor korporasi menambah volatilitas.
ENRG nhắm tăng sản lượng 10–15% pada 2024, ditopang capex US$150 juta. Gas baru Bentu baru ditargetkan berproduksi 2025; manfaat tertunda, risiko eksekusi tetap ada.
Capex US$150 juta untuk pengembangan Blok Bentu mendukung pertumbuhan ENRG; temuan gas berpotensi menambah kontribusi sekitar US$100 juta per tahun. Realisasi produksi dan monetisasi masih bergantung pada pengeboran, pembangunan pipa, serta fasilitas.
Minyak stabil, naik tipis karena prospek penurunan suku bunga menopang permintaan. Dampak pasar terbatas.
IHSG menguat 0,60%, BBRI dan ENRG naik; GOTO turun 5,41% dengan transaksi Rp457,40 miliar. Pelemahan GOTO berlanjut secara tahunan, menunjukkan tekanan spesifik saham.
Minyak naik tipis karena pasokan ketat mengimbangi kekhawatiran permintaan China dan AS. Arah harga tetap sensitif terhadap sinyal The Fed dan data tenaga kerja AS.
Temuan gas 126 miliar kaki kubik di Bentu positif bagi ENRG; target produksi 45 juta kaki kubik per hari masih bergantung pada pengeboran lanjutan dan pembangunan fasilitas.
Minyak WTI dan Brent turun 2,7% dan 2,5% akibat minim katalis; prospek surplus global menekan sentimen. Persediaan AS yang lebih rendah dari perkiraan dan timespread kuat membatasi tekanan.
Saham Grup Bakrie menguat serentak, dipimpin VKTR dan ALII; reli belum menunjukkan katalis fundamental yang jelas. Saham gocap dan notasi khusus menambah risiko volatilitas.