Video: DIM RUU Migas Hampir Final
Penyusunan DIM RUU Migas di tingkat eksekutif telah mencapai progres 80-90% menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menandakan revisi UU Migas mendekati tahap finalisasi sebelum dibahas di DPR.
PT Elnusa Tbk
Harga Terakhir
630
Perubahan
0 (0.00%)
Lot
216.95K
Val
13.67B
Avg Val (20H)
13.04B
Penanda ▲/▼ = hari dengan berita bullish/bearish dominan (angka = jumlah berita). Klik chart pada tanggal itu untuk menyorot beritanya.
Penyusunan DIM RUU Migas di tingkat eksekutif telah mencapai progres 80-90% menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menandakan revisi UU Migas mendekati tahap finalisasi sebelum dibahas di DPR.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan penyusunan DIM RUU Migas di tingkat eksekutif telah mencapai progres 80-90%, menandakan regulasi baru sektor migas hampir final.
Harga minyak Brent melonjak tembus US$ 109,55/barel dipicu serangan Houthi terhadap Arab Saudi, meningkatkan risiko geopolitik dan kekhawatiran pasokan global.
Harga minyak bergerak beragam setelah kelompok Houthi menyerang infrastruktur Arab Saudi, menimbulkan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global namun belum memberikan arah yang jelas.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan ICP sudah tembus US$105-106 per barel pada Oktober 2026, dengan rata-rata Januari-Oktober 2026 di US$91-92 per barel, dipicu ketegangan Timur Tengah. Pemerintah berupaya memperkuat stok cadangan BBM nasional dari 16 hari menjadi di atas 20 hari.
Bahlil menyatakan DIM RUU Migas sudah 80-90% final, mencakup pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK), peningkatan lifting migas, kepastian berusaha, dan penguatan PNBP serta devisa. Rapat melibatkan DPR, Rosan Roeslani, BP BUMN, Kapolri, dan Pertamina.
Kapal tanker minyak kena ranjau dan terbakar di Selat Hormuz, menyusul serangkaian insiden serupa termasuk supertanker bermuatan 2 juta barel minyak mentah, di tengah perang AS-Israel melawan Iran dan penutupan efektif selat strategis tersebut.
Menteri Bahlil melaporkan rata-rata ICP Januari-Oktober mencapai US$ 91-92/barel, sementara ICP September 2026 melonjak 26% ke US$ 112,81/barel akibat eskalasi geopolitik Timur Tengah dan gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Harga batu bara juga naik ke US$ 154/ton untuk kalori tinggi 6.322 kcal/kg GAR.
Stok BBM Indonesia tersisa hanya 16 hari dan Pertalite subsidi masih bergantung pada impor dari Singapura, menunjukkan kerentanan pasokan energi domestik.
Iran mengirim ancaman baru ke AS dan terjadi serangan terhadap kapal-kapal di Timur Tengah, meningkatkan ketegangan geopolitik yang dapat mempengaruhi harga minyak dan sentimen pasar global.
Artikel membahas proyeksi harga minyak dunia pekan ini beserta sentimen penggeraknya, namun tidak tersedia detail konten spesifik mengenai angka atau arah pergerakan.
Pemerintah Provinsi Bali memberlakukan WFH dan sekolah daring selama 15-17 Oktober 2026 akibat antrean panjang BBM di SPBU karena keterbatasan pasokan, menandakan gangguan distribusi energi yang serius.
Houthi melancarkan serangan rudal dan drone terhadap Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, Yaman, menyebabkan 6 ledakan besar, 2 tewas dan 6 luka-luka, meningkatkan eskalasi konflik regional di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu jalur pelayaran dan fasilitas minyak.
Menko Bahlil menyatakan DIM RUU Migas sudah mencapai 80-90 persen, dengan target penyelesaian 22 Oktober 2026. Aspek kunci mencakup pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK), peningkatan lifting migas, dan kepastian berusaha.
Serangan Houthi ke 5 bandara Arab Saudi termasuk Bandara King Khalid di Riyadh menyebabkan 19 orang tewas dan 364 terluka, dengan 2 WNI turut terluka. Eskalasi konflik ini meningkatkan risiko geopolitik di Timur Tengah dan berpotensi mempengaruhi harga minyak serta sentimen pasar.
AS mempertimbangkan penggunaan bom nonnuklir terkuat GBU-43/B (Mother of All Bombs) untuk menyerang infrastruktur energi dan situs nuklir Iran, meningkatkan risiko eskalasi geopolitik besar dan potensi gangguan pasokan energi global.
Dua kapal kargo tenggelam di dekat Selat Hormuz setelah terkena proyektil dalam 24 jam terakhir, menimbulkan risiko gangguan jalur perdagangan minyak dan komoditas global.
Perang AS vs Iran meluas melibatkan Houthi vs Arab Saudi, menyebabkan gangguan rantai pasok minyak mentah dunia, gangguan penerbangan, korban jiwa, dan lonjakan harga energi global.
AS mempertimbangkan penggunaan bom non-nuklir terbesar (MOAB) untuk menyerang fasilitas nuklir dan infrastruktur energi Iran, termasuk opsi serangan terhadap Selat Hormuz yang dapat mengganggu pasokan energi global.
Iran menegaskan penutupan Selat Hormuz masih berlaku sejak Maret 2026 pasca serangan AS-Israel, mengganggu distribusi minyak global dan menaikkan harga BBM di AS serta negara lain.
IHSG melemah lebih dari 1% ke level 5.800-an dengan Rupiah merosot ke Rp 17.948/USD, sementara harga batu bara mendekati USD 150/ton dan minyak mentah bertahan di atas USD 100/barel akibat risiko gangguan pasokan.
Houthi mengancam meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi jika tidak setuju damai, sementara Saudi memperingatkan konsekuensi besar, meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi harga minyak dan stabilitas regional.
Houthi Yaman menyerang markas besar Saudi Aramco di Dhahran dan mengancam meratakan bandara serta fasilitas minyak Saudi, memicu kebakaran di beberapa lantai dan menewaskan 13 orang di Bandara Riyadh. Eskalasi konflik ini berpotensi mengganggu pasokan minyak global dan mendorong volatilitas harga energi.
Rudal Houthi menghantam pemukiman di Riyadh, Arab Saudi pada Oktober 2026, melukai 4 orang dan merusak bangunan hunian dari serpihan rudal yang dicegat koalisi Saudi.
Kepala Garda Revolusi Iran Ali Ozmaei mengancam siap menenggelamkan kapal perang AS, meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi harga minyak dan sentimen pasar global.
Trump mengklaim perang dengan Iran akan segera berakhir dan harga minyak akan anjlok drastis, sambil menyatakan AS telah menghancurkan 159 kapal perang dan 274 jet tempur Iran. Potensi penurunan harga minyak global berdampak negatif bagi emiten migas Indonesia.
Kapal kontainer berbendera Singapura GFS Pride (2.824 TEU) tenggelam akibat ranjau di Selat Hormuz, menjadi kapal ketiga yang tenggelam sejak perang AS-Iran dimulai Februari 2026, dengan serangan terhadap beberapa kapal lain juga dilaporkan.
Pemerintah melelang aset hulu migas milik Pertamina Hulu Rokan (PHR) dengan nilai terkumpul Rp 11 miliar, bagian dari upaya monetisasi/optimasi aset negara di sektor hulu migas. Nilai lelang tersebut relatif kecil sehingga dampak langsung terhadap pasar terbatas, meski menegaskan kelanjutan aktivitas pengelolaan Blok Rokan oleh Pertamina.
Rudal balistik Houthi menghantam markas besar Saudi Aramco di Dhahran, merusak tiga lantai menara perkantoran dan memicu kebakaran; eskalasi konflik Yaman-Saudi di tengah perang AS-Israel vs Iran dan penutupan Selat Hormuz oleh Teheran mengancam pasokan energi global, berpotensi mendorong harga minyak naik.
PT Elnusa Tbk (ELSA) memperluas basis pelanggan di luar Pertamina Group; pelanggan pihak ketiga berkontribusi sekitar 22% terhadap pendapatan sepanjang semester I-2026, dan perseroan berpartisipasi dalam IRAQ OGEP 2026 di Basra, Irak, pada 24-27 September 2026 bersama PIEP dan Pertamina Drilling untuk menggarap pasar internasional.
Trump (Truth Social, 8/10) menyatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu 3 November sambil mempertahankan blokade penuh; FT melaporkan aliran minyak Selat Hormuz anjlok ke 4 juta barel/hari pada 6 Oktober dari rata-rata 15 juta barel/hari akhir September (Q4 2025: 21,6 juta barel/hari menurut EIA AS).
IHSG menguat 0,72% ke level 6.206,35 dan diproyeksikan melanjutkan penguatan terbatas di rentang support 6.145 hingga resistance 6.239 pada perdagangan Selasa (26/5). Analis merekomendasikan saham ADRO, ELSA, dan EXCL seiring meredanya tensi geopolitik AS-Iran meski pasar dibayangi sentimen rebalancing indeks MSCI.
Pefindo menyematkan peringkat idAA+ dengan prospek stabil untuk PT Elnusa Tbk (ELSA) berkat sinergi kuat dengan Grup Pertamina dan profil keuangan yang sangat kuat.
PT Elnusa Tbk (ELSA) memperkuat keunggulan teknologi jasa migas di IPA Convex melalui inovasi PertaStream ILI UT berakurasi 90% hasil kolaborasi dengan Pertamina dan Pindad serta teknologi pembersih pipa Foam Pig mandiri.
Rupiah tertekan ke level Rp 17.717 per dolar AS akibat eskalasi tensi AS-Iran dan aturan ketat ekspor komoditas, mendorong Bank Indonesia menaikkan BI Rate 50 bps ke level 5,25%.
Kecelakaan helikopter Presiden Iran memicu ketidakpastian geopolitik; nasib penumpang belum diketahui. Dampak pasar bergantung pada eskalasi dan respons Iran.
ELSA membagikan dividen Rp27,57 per saham, yield 6,24%; laba bersih 2023 naik 33%. Positif bagi minat investor berorientasi dividen.
Laba bersih ELSA naik 33% dan dividen per saham naik 6,6%; sinyal positif bagi pemegang saham. Sisa laba mendukung belanja modal dan pertumbuhan bisnis.
IEA memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak melambat, sedangkan OPEC memproyeksikan kenaikan kuat. Perbedaan outlook menambah ketidakpastian harga minyak.
Minyak stabil; dukungan geopolitik dan pemulihan konsumsi China diimbangi prospek suku bunga AS tinggi, dolar kuat, serta lemahnya harga produsen China.
Musim dividen Mei 2024 menopang minat pada saham pembagi dividen, terutama emiten tambang. Dampak pasar terbatas; harga saham dapat terkoreksi setelah ex-date.
Minyak naik ditopang permintaan AS–Tiongkok dan risiko pasokan Timur Tengah. Harga tinggi menguntungkan produsen energi, menekan sektor pengguna BBM serta inflasi.
Minyak naik karena risiko geopolitik dan data China; harga diproyeksi US$80/barel pada semester I dan US$85–90 pada semester II. Kenaikan mendukung emiten hulu energi, tetapi menambah tekanan biaya dan inflasi.
Minyak naik akibat risiko geopolitik, sinyal permintaan China, dan persediaan AS yang turun. Tekanan biaya energi berisiko membebani inflasi dan emiten pengguna BBM.
IHSG melemah 0,49%; ELSA sideways dengan volume tipis dan indikator teknikal melemah. Rekomendasi buy on weakness, support Rp404, resistance Rp430.
Harga minyak naik ke level tertinggi sepekan, didukung prospek permintaan China dan AS. Pelemahan tenaga kerja AS memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.
Harga WTI dan Brent melemah akibat kenaikan stok AS, dolar kuat, serta margin pengolahan yang turun. Risiko geopolitik Timur Tengah menahan tekanan penurunan.
Harga minyak turun akibat kenaikan stok AS dan sinyal permintaan melemah. Tekanan negatif bagi emiten hulu migas; biaya impor energi berpotensi turun.
Kinerja emiten migas kuartal I-2024 beragam: PGAS, ELSA, dan WINS mencatat pertumbuhan laba, sedangkan MEDC dan AKRA melemah. Dampak positif terkonsentrasi pada emiten dengan pertumbuhan laba kuat.
Pendapatan minyak Rusia naik dua kali lipat pada April 2024 meski terkena sanksi. Sanksi belum efektif membatasi penerimaan energi Rusia.
Minyak naik 0,9–1,1% akibat kenaikan harga jual Saudi dan risiko konflik Gaza. Tekanan biaya energi berpotensi menahan sentimen domestik.
Harga minyak turun tajam mingguan karena data tenaga kerja AS melemah dan kekhawatiran permintaan. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September menopang sentimen, tetapi belum menghapus risiko perlambatan ekonomi.
Kinerja BUMN kuartal I 2024 terbelah: PTPP, AGRO, dan ELSA mencatat pertumbuhan laba, sementara PGEO, ANTM, dan TINS melemah. Pergerakan saham juga beragam; artikel belum memberi rincian pembagian dividen.
Minyak rebound tipis setelah turun tiga hari, tetapi kenaikan persediaan AS dan kekhawatiran inflasi membatasi prospek permintaan. Dampak ke saham energi Indonesia cenderung positif terbatas.
Minyak rebound harian, tetapi diperkirakan turun ke US$70–71/barel akibat permintaan lemah dan dolar kuat; risiko geopolitik menopang harga jangka panjang.
Minyak turun tiga sesi karena prospek gencatan senjata dan kenaikan pasokan AS; tekanan inflasi membatasi ekspektasi pemangkasan suku bunga. Harga energi lebih rendah mendukung sektor pengguna energi, menekan produsen migas.
Minyak turun karena pasokan AS meningkat dan peluang gencatan senjata meredakan premi geopolitik. Tekanan biaya energi mendukung sektor pengguna BBM, tetapi membebani produsen migas.
Minyak naik tipis akibat risiko pasokan dari ketegangan Timur Tengah; dolar kuat dan inflasi AS menambah tekanan makro.
Minyak menguat tipis ditopang penurunan stok AS dan dolar melemah; arus keluar ETF serta sinyal opsi bearish membatasi kenaikan.
Minyak bertahan dekat US$88/barel: penurunan stok AS menopang harga, tetapi data bisnis lemah dan meredanya risiko geopolitik membatasi kenaikan. Dampak IDX campuran; emiten hulu diuntungkan, sementara biaya energi menekan sektor pengguna BBM.