Dewa United Banten memadukan pemain senior seperti kapten Kaleb Ramot Gemilang yang pulih dari cedera achilles dengan talenta muda dan tiga rookie untuk memburu gelar juara IBL All Indonesian 2026, setelah menjadi runner-up pada edisi 2025.
Harga minyak dunia melonjak karena serangan Rusia dan ketegangan di Timur Tengah yang mengancam pasokan global. Artikel tidak merilis angka harga spesifik, namun pemicu geopolitik ini biasanya mendorong harga minyak naik tajam dalam jangka pendek.
DEWA belum mencatatkan tambahan pengeboran eksplorasi di Upper Tangkerang dan Southeast Tangkerang pada Q3-2026, dengan total pengeboran stagnan di 31.485,75 meter akibat kendala IUP sejak 8 Maret 2026 dan bencana alam di Aceh.
Proyek tambang emas dan tembaga anak usaha DEWA, PT Gayo Mineral Resources (GMR) di Aceh, terhenti selama lebih dari tujuh bulan (0 meter pengeboran pada Q3) akibat kendala perizinan IUP dan bencana banjir bandang, meski tetap menyerap biaya eksplorasi Rp14,51 miliar.
Harga ICP Indonesia lonjak ke US$112,81/barel, level tinggi yang mengangkat pendapatan produsen minyak hulu namun menekan sektor transportasi dan beban subsidi APBN. Penyebab (geopolitik/OPEC) tak terverifikasi — isi artikel kosong.
IHSG terperosok 1,93% ke level 5.975,78 pada sesi I akibat tekanan jual sektor infrastruktur (-6,70%) dan energi (-3,65%) serta net foreign sell senilai Rp166,22 miliar. Tekanan jual asing terbesar melanda saham BUMI sebesar Rp44,40 miliar dan BBCA senilai Rp38,65 miliar, meskipun saham GOTO masih diborong asing Rp133,02 miliar.
IHSG sesi I Jumat (9/10/2026) naik 0,35% ke 6.052,51 meski asing net sell Rp32,05 miliar; net buy terbesar SINI Rp15,94 miliar, CUAN Rp12,80 miliar, ARCI Rp9,52 miliar, BBCA Rp9,11 miliar, EMAS Rp8,96 miliar; net sell terbesar GOTO Rp27,91 miliar, BUMI Rp21,98 miliar, BBRI Rp20,63 miliar.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terbitkan Kepmen ESDM 365.K/MB.01/MEM.B/2026: pemegang IUP/IUPK wajib memakai perusahaan jasa pertambangan lokal (diutamakan kabupaten/kota sekitar WIUP) dan dilarang melibatkan anak perusahaan/afliasi sebagai kontraktor; bertujuan memutus monopoli rantai pasok oleh perusahaan besar.
IHSG terkoreksi 0,75% ke level 6.146,72 diiringi aksi jual bersih asing senilai Rp871,36 miliar di seluruh pasar. Tekanan jual asing paling besar tercatat pada saham BBCA sebesar Rp299,69 miliar dan GOTO senilai Rp147,37 miliar.
MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG rawan melanjutkan koreksi ke level 6.118-6.141 usai turun 0,75% ke 6.146, sembari merekomendasikan Trading Buy untuk BIPI (TP Rp140-Rp147) dan Buy on Weakness untuk DEWA (TP Rp380-Rp396).
IHSG anjlok 1,23% ke level 6.130,19 terbebani koreksi tajam saham big cap seperti INCO (-10,68%), ASII (-8,48%), dan AMRT (-8,11%). Sebanyak 461 saham ditutup melemah di tengah ketidakpastian negosiasi Iran-AS dan sentimen rebalancing indeks MSCI.
Indeks Bisnis-27 dan IHSG (turun 1,23% ke 6.130,19) ditutup melemah akibat kejatuhan 20 saham konstituen, dipimpin penurunan tajam INCO sebesar 10,68% ke Rp4.890, ASII turun 8,48%, dan AMRT melemah 8,11%.
IHSG dibuka menguat tipis 0,03% ke level 6.208,45 didorong penguatan saham CUAN (+5,97%) dan BRPT (+4,05%). Namun, penguatan indeks tertahan oleh koreksi saham big banks seperti BBRI, BBCA, dan BBNI seiring antisipasi rebalancing MSCI serta tensi geopolitik global.
IHSG naik 1,10% ke level 6.162,04 didorong lonjakan saham tambang seperti MDKA (+24,77%), namun dibayangi net sell asing Rp1,07 triliun serta ancaman outflow hingga US$2,86 miliar akibat dikeluarkannya DSSA, DAAZ, HILL, dan MLIA dari indeks FTSE Russell. Di sisi lain, SINI bersiap rights issue Rp5.000 per saham untuk akuisisi anak usaha PTRO senilai Rp1,73 triliun.
IHSG dibuka menguat 0,29% ke level 6.179,67 didorong reli saham SCMA (+2,73%), ISAT (+2,44%), dan BBRI (+2,30%). Namun, sektor energi seperti CUAN (-5,63%) dan DEWA (-4,23%) tertekan oleh volatilitas jelang implementasi ekspor komoditas Danantara per 1 Juni 2026.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah tipis 0,08% ke level 440,74 tertekan anjloknya saham BUMI (-5,41%), TAPG (-4,94%), dan DEWA (-4,76%). Koreksi indeks komoditas tertahan oleh penguatan saham perbankan besar seperti BBRI (+1,97%) dan BBCA (+1,69%) di tengah sentimen ketegangan Selat Hormuz dan penantian rebalancing MSCI.
IHSG dibuka menguat 36,29 poin (0,59%) ke level 6.199,02 didorong oleh kenaikan seluruh indeks sektoral, terutama sektor infrastruktur (+1,74%). Saham SCMA, ISAT, dan BBRI menjadi top gainers LQ45, sementara CUAN, BUMI, dan DEWA berada di jajaran top losers.
IHSG menghadapi tekanan jual masif akibat kombinasi arus keluar asing pasca-rebalancing FTSE/MSCI, pelemahan Rupiah ke level Rp17.700, dan kenaikan BI Rate. Meskipun valuasi secara fundamental sudah terdiskon (undervalue), sentimen makro dan risiko kebijakan domestik terus memicu aksi jual pada saham-saham big caps.
Rupiah melemah 2,15% dalam sebulan ke level Rp 17.707 per dolar AS akibat lonjakan harga minyak global, tingginya kebutuhan impor energi, dan ancaman arus keluar modal asing. Kondisi ini memperbesar risiko volatilitas mata uang negara importir minyak di Asia hingga akhir tahun.
IHSG menguat 1,10% ke level 6.162,04 didorong sektor barang baku yang melesat 6,85% dan lonjakan saham MDKA (+24,77%) serta INCO (+18,84%). Nilai transaksi bursa tercatat mencapai Rp 19,82 triliun dengan 449 saham mengalami kenaikan.
IHSG berhasil rebound 1,10% ke level 6.162,04 pada perdagangan Jumat ditopang reli sektor energi dan basic materials, meski secara kumulatif masih anjlok 8,35% dalam sepekan. Penguatan didorong rumor penundaan kebijakan ekspor komoditas strategis hingga 1 Januari 2027 yang mengerek saham MDKA, INCO, DEWA, dan BUMI.
IHSG anjlok 3,54% ke level 6.094,94 tertekan asumsi RAPBN 2027 dan rencana kebijakan ekspor SDA satu pintu via BUMN yang memicu kejatuhan saham MEDC (-14,84%), DEWA (-11,64%), dan BRPT (-11,05%).
Menyusul anjloknya IHSG sebesar 3,54% ke 6.094,94, analis menyarankan speculative buy untuk ASII di support Rp 5.400 dan DEWA di Rp 290, serta buy on retracement pada PTBA di support Rp 2.620.
IHSG anjlok 3,54% ke level 6.094,94 dengan 700 saham memerah akibat sentimen asumsi makro RAPBN 2027 dan kebijakan ekspor komoditas SDA satu pintu via BUMN. Saham energi dan konglomerasi seperti MEDC, MBMA, DEWA, dan BRPT memimpin pelemahan dengan koreksi tajam di atas 11% hingga 14%.
Laba bersih TAPG pada kuartal I-2026 turun 8% yoy menjadi Rp 767 miliar akibat penurunan produksi TBS ke 698.000 ton, namun kinerjanya diproyeksikan rebound berkat harga CPO tinggi di kisaran MYR 4.200-4.600 dan katalis B50 dengan rekomendasi Buy di target Rp 2.200.
IHSG berbalik anjlok 2,16% ke level 6.181,77 pada pukul 09.45 WIB akibat tekanan jual masif di hampir seluruh sektor, terutama saham komoditas seperti MEDC yang anjlok 9,03%, BRPT turun 8,72%, dan CUAN melemah 8,47%.
IHSG anjlok 2,76% ke level 6.144,35 pada Sesi I tertekan kejatuhan seluruh sektor, terutama barang baku (-6,49%) dan energi (-5,02%). Sebanyak 601 saham terkoreksi dengan BRPT (-12,50%), CUAN (-9,32%), dan MEDC (-9,03%) memimpin jajaran top losers di LQ45.
IHSG anjlok 3,54% ke level 6.094,94 dipicu oleh rebalancing indeks MSCI, kenaikan suku bunga BI sebesar 50 bps menjadi 5,25%, dan risalah hawkish FOMC. Analis memproyeksikan IHSG masih rawan koreksi dengan menguji level psikologis support 6.000 dan resistance di 6.132.
IHSG anjlok signifikan 3,54% atau 223,55 poin ke level 6.094,94 dengan 663 saham melemah dan sektor energi anjlok paling dalam sebesar 6,91%. Saham MEDC (-14,84%), DEWA (-11,64%), dan BRPT (-11,05%) memimpin pelemahan sebagai top losers di indeks LQ45.
Rupiah melemah ke level Rp 17.667 per dolar AS meski BI Rate dinaikkan menjadi 5,25%, dipicu oleh kekhawatiran arus modal keluar dan tekanan harga minyak global. Pasar skeptis terhadap efektivitas kenaikan suku bunga dalam menahan pelemahan nilai tukar tanpa dukungan stabilitas fiskal.
IHSG anjlok 3,46% ke level 6.370,68 dan diproyeksikan MNC Sekuritas rawan melanjutkan pelemahan menuju kisaran 6.084-6.148. Tekanan jual berat dipimpin oleh saham CUAN (-13,33%), MBMA (-11,85%), dan DEWA (-11,82%).
Artikel mengidentifikasi 17 saham yang terafiliasi dengan pendukung Prabowo-Gibran, termasuk emiten milik Aburizal Bakrie (VKTR, BNBR, BUMI, BRMS, ENRG, DEWA, VIVA, MDIA, UNSP, ELTY, JGLE, BTEL), Kaesang (PMMP), keluarga Prabowo (WIRG), Pandu Sjahrir (TOBA, GOTO), serta Aguan (PANI) dan MKTR milik mertua Menpora Dito Ariotedjo.
IHSG turun tipis 0,08% menjelang pengumuman KPU, dengan saham melemah lebih banyak daripada menguat. Saham konglomerat bergerak beragam; TPIA memimpin kenaikan big cap.
Kemitraan Salim–Bakrie meluas, terbaru lewat usaha patungan VKTR dan anak usaha IMAS. Potensi sinergi positif, tetapi nilai dan dampak finansial belum jelas.
Saham Grup Bakrie menguat serentak, dipimpin VKTR dan ALII; reli belum menunjukkan katalis fundamental yang jelas. Saham gocap dan notasi khusus menambah risiko volatilitas.